Skip to main content

Maharyudha Bobby Prasetyonagoro, Cerpen " Tak Terlupakan " SMAN 41 Thn 2016

Nama : Maharyudha Bobby Prasetyonagoro
Kelas   : 10 MIA 2
Tugas  : b.indonesia

TAK TERLUPAKAN
       Jadi, pada saat kelas 12 menjalani un, kelas 10 dan kelas 11 libur panjang. Lalu gua dan teman teman gua mempunyai rencana untuk liburan ke jogja lalu kita buat rencana. Saat hari h kita pun bertemu di stasiun senen karena kita naik kereta ke jogja, dan ini pertama kalinya gua naik kereta. Saat di kereta kita bertemu dengan keluarga yang kebetulan ramah kita saling ngobrol lalu saling bertukar makanan walaupun cuman gua yang tukeran makanan. Lalu saat perjalanan kita melihat pemandangan yang biasa saja ,sampai melihat orang yang hampir jatuh dan teriak belalang sungguh pemandangan yang sangat biasa. lalu kita sampai juga di stasiun lempuyangan dengan perjalanan 8 jam. Lalu kita dijemput sesorang yang bernama cahyo, cahyo sendiri adalah om nya temen gua zakki. Lalu kita pun mampir ke toko untuk membeli oleh oleh, abis itu kami pulang ke tempat penginapan yaitu rumah nenek nya zakki di gunung kidul.
Kebanyakan kami menghabiskan waktu bukan di kota tapi bermain dengan alam. Kita ke goa pindul, di goa pindul kita telusur dan rafting. Besoknya kita keliling gunung kidul dengan motor yang sangat keren saking kerennya kita berenti di tengah jalan saat mau ke gunung purba lebih kerennya lagi saat sudah sampai di gunung purba dan sudah di atasnya ada masalah dengan seseorang bernama sukrina jadi kita turun lagi padahal bisa selesain masalah diatas jadi kita tetap turun dan saat masalahnya selesai kita naik lagi dan itu sangat menguras tenaga lalu saat pulang dari gunung purba kita melihat pemandangan  yang menurut gua aga keren. Lalu besoknya kita menghabiskan waktu di kota kita menginap di hotel, saat di hotel kita semua mendadak aneh. Kita menelusuri benteng vredeburg,taman sari ,dan alun alun selatan, lalu kami pulang ke hotel.keesokan harinya kita pulang dan sampai di stasiun senen dengan selamat

Comments

Popular posts from this blog

Marawis

Marawis  adalah salah satu jenis "band tepuk" dengan  perkusi  sebagai  alat musik  utamanya. Musik ini merupakan kolaborasi antara kesenian  Timur Tengah  dan  Betawi , dan memiliki unsur ke agamaan  yang kental. Itu tercermin dari berbagai lirik lagu yang dibawakan yang merupakan pujian dan kecintaan kepada Sang Pencipta. Sejarah Marawis Kesenian marawis berasal dari negara timur tengah terutama dari  Yaman . Nama marawis diambil dari nama salah satu alat musik yang dipergunakan dalam kesenian ini. Secara keseluruhan, musik ini menggunakan  hajir ( gendang  besar) berdiameter 45 Cm dengan tinggi 60-70 Cm, marawis (gendang kecil) berdiameter 20 Cm dengan tinggi 19 Cm,  dumbuk  atau (jimbe) (sejenis gendang yang berbentuk seperti  dandang , memiliki diameter yang berbeda pada kedua sisinya), serta dua potong  kayu  bulat berdiameter sepuluh sentimeter. Kadang kala perkusi dilengkapi dengan  ...

Kuis Debat Tim 5 VS Tim 6 “Pelajar Membawa Motor ke Sekolah Tanpa Mempunyai SIM” SMAN 41 Thn 2017

Kuis Debat Tim 5 VS Tim 6 “Pelajar Membawa Motor ke Sekolah Tanpa Mempunyai SIM” SMAN 41 Thn 2017 Tim 5 Pro 1. Anjar Raehananda Salsabila (Orang pertama) 2.  Khusnul Khotimah (Orang kedua) 3. Nabila Sam Sam (Orang ketiga) Tim 6 Kontra 1. Sashi Agung F. (Orang pertama) 2. Khoirun Nisa (Orang kedua) 3. Muji Rana Kirana (Orang ketiga) Kelas               : X IPS 2 Tugas               : Remedial Kuis Debat Pelajaran          : Bahasa Indonesia Semester          : Genap Guru                : M.Jarkasih, S.Pd., M.Par. Naskah                     ...

Kuis Unsur Instrinsik dan Ekstrinsik Novel " Hujan " SMAN 41 Thn 2017

Nama : Asta Pratiwi Kelas : X MIPA 1 Pelajaran : Bahasa Indonseia Semseter : Genap Guru : M. Jarkasih, S.Pd., M.Par. Nilai Instrisik Tema : Menghapus kenangan tentang hujan Alur : maju dan mundur Latar waktu : pagi, siang, sore dan malam Latar suasana : mengejutkan, panik dan bahagia Latar tempat : pengungsian, panti asuhan, rumah sakit, kereta bawah tanah, sekolah keperawatan, markas organisasi relawan, dan tempat latihan relawan Tokoh : Ibu Lail, ayah Lail, Esok, Maryam, Walikota, Istri walikota, Claudia, Elijah, Ibu suri, dan Lail Watak : Lail : sabar, baik, pemberani dan kurang percaya diri. Esok : cerdas, peduli dan ambisius Ibu suri : tegas dan perhatian Elijah : bijaksana dan profesional Maryam : cekatan dan optimis Ibu esok : optimis dan baik hati Amanat : bersabarlag karena sesungguhnya sesuatu akan berjalan dengan baik jika bersabar Nilai Ekstrisik Nilai Moral : sopan keda orang tua Nilai sosial : membantu orang yang terkena musibah Nilai psikolog : lail ingin menghapus ke...