Skip to main content

Al Faridzi Setiawan , Anekdot " Gerhana Matahari Yang Menakutkan " SMAN 41 Thn 2016

 Nama : Al Faridzi Setiawan
Kelas  : X-IIS-2
Judul  : Gerhana Matahari Yang Menakutkan                                            
                         Gerhana Matahari Yang Menakutkan

           Di sebuah kampung, Tinggalah keluarga yang terdiri dari 4 orang yaitu sang ayah, sang ibu, dan 2 orang anak. Mereka sangat percaya pada mitos mitos yang beredar termasuk mitos tentang gerhana matahari.  Hingga pada suatu hari terjadi gerhana matahari di kampung mereka. Karena mereka percaya pada mitos tentang gerhana matahari, Mereka pun takut dan panik. Mereka hanya di rumah dan tidak berani pergi jauh jauh dari rumah.

            Sang ibu menjaga anak anak nya di dalam rumah, Sedangkan sang ayah membuat suara yang sangat berisik dengan cara mengetuk ngetukan wajan dan codet agar batara kala tidak memakan matahari. Warga pun berdatangan karena terganggu dengan suara tersebut. Salah seorang warga bertanya pada sang ayah yang membuat suara berisik tersebut "Apa yang anda lakukan, Mengapa sangat berisik sekali?". Sang ayah pun menjawab "Saya membuat suara yang sangat berisik agar batara kala tidak memakan matahari, Karena batara kala sangat takut pada suara berisik". Warga tersebut pun membalas "Halah zaman sekarang masih percaya pada mitos. Mana ada matahari dimakan, Matahari itu kan sangat besar dan sangat panas, Lagian yang makan matahari sebesar dan sekuat apa". Sang ayah pun berpikir sejenak dan lama kelamaan menyadari kesalahannya, Dan sang ayah pun membalas "Oh iya ya benar juga, kenapa saya malah percaya pada mitos yang tidak masuk akal, Yaudah untuk para warga maafkan saya karena telah menganggu kalian dengan suara yang berisik, Lain kali saya tidak akan percaya pada mitos lagi". Warga yang tadi pun membalas "Makanya lain kali jangan percaya pada mitos yang tidak masuk akal atau tidak sesuai dengan fakta, Bila ada mitos kaitkan dengan ilmu pengetahuan itu mitos atau fakta".

Comments

Popular posts from this blog

Marawis

Marawis  adalah salah satu jenis "band tepuk" dengan  perkusi  sebagai  alat musik  utamanya. Musik ini merupakan kolaborasi antara kesenian  Timur Tengah  dan  Betawi , dan memiliki unsur ke agamaan  yang kental. Itu tercermin dari berbagai lirik lagu yang dibawakan yang merupakan pujian dan kecintaan kepada Sang Pencipta. Sejarah Marawis Kesenian marawis berasal dari negara timur tengah terutama dari  Yaman . Nama marawis diambil dari nama salah satu alat musik yang dipergunakan dalam kesenian ini. Secara keseluruhan, musik ini menggunakan  hajir ( gendang  besar) berdiameter 45 Cm dengan tinggi 60-70 Cm, marawis (gendang kecil) berdiameter 20 Cm dengan tinggi 19 Cm,  dumbuk  atau (jimbe) (sejenis gendang yang berbentuk seperti  dandang , memiliki diameter yang berbeda pada kedua sisinya), serta dua potong  kayu  bulat berdiameter sepuluh sentimeter. Kadang kala perkusi dilengkapi dengan  ...

Kuis Debat Tim 5 VS Tim 6 “Pelajar Membawa Motor ke Sekolah Tanpa Mempunyai SIM” SMAN 41 Thn 2017

Kuis Debat Tim 5 VS Tim 6 “Pelajar Membawa Motor ke Sekolah Tanpa Mempunyai SIM” SMAN 41 Thn 2017 Tim 5 Pro 1. Anjar Raehananda Salsabila (Orang pertama) 2.  Khusnul Khotimah (Orang kedua) 3. Nabila Sam Sam (Orang ketiga) Tim 6 Kontra 1. Sashi Agung F. (Orang pertama) 2. Khoirun Nisa (Orang kedua) 3. Muji Rana Kirana (Orang ketiga) Kelas               : X IPS 2 Tugas               : Remedial Kuis Debat Pelajaran          : Bahasa Indonesia Semester          : Genap Guru                : M.Jarkasih, S.Pd., M.Par. Naskah                     ...

Kuis Unsur Instrinsik dan Ekstrinsik Novel " Hujan " SMAN 41 Thn 2017

Nama : Asta Pratiwi Kelas : X MIPA 1 Pelajaran : Bahasa Indonseia Semseter : Genap Guru : M. Jarkasih, S.Pd., M.Par. Nilai Instrisik Tema : Menghapus kenangan tentang hujan Alur : maju dan mundur Latar waktu : pagi, siang, sore dan malam Latar suasana : mengejutkan, panik dan bahagia Latar tempat : pengungsian, panti asuhan, rumah sakit, kereta bawah tanah, sekolah keperawatan, markas organisasi relawan, dan tempat latihan relawan Tokoh : Ibu Lail, ayah Lail, Esok, Maryam, Walikota, Istri walikota, Claudia, Elijah, Ibu suri, dan Lail Watak : Lail : sabar, baik, pemberani dan kurang percaya diri. Esok : cerdas, peduli dan ambisius Ibu suri : tegas dan perhatian Elijah : bijaksana dan profesional Maryam : cekatan dan optimis Ibu esok : optimis dan baik hati Amanat : bersabarlag karena sesungguhnya sesuatu akan berjalan dengan baik jika bersabar Nilai Ekstrisik Nilai Moral : sopan keda orang tua Nilai sosial : membantu orang yang terkena musibah Nilai psikolog : lail ingin menghapus ke...