Presentasi Novel "Ku Kejar Cinta Ke Negeri China" Karya Ninit Yunita SMAN 41 Thn 2017
Nama : Syahdania Surya Rahmadayanty
Kelas : X IPA 2
Pelajaran : Bahasa Indonesia
Guru : M. Jarkasih, S. Pd., M.PAR
Sinopsis :
Novel ini menceritakan seorang mahasiswa yang bernama imam yang semester akhirnga tidak kunjung selesai, semestara widya kekasihnya sudah lebih dulu wisuda. Tekanan muncul dari berbagai pihak, orang tua widya dan orang tuanya. Di tengah kegalauannya akibat tekanan-tekanan tersebut, imam bertemu dengan wanita cina berhiljab yang sedang berlibur ke semarang. Sejak pertemuannya dia sudah mulai tertarik pada wanita berjilbab itu, Wanita itu bernama Jia lie. Imam lebih banyak menghabiskan waktunya berkeliling semarang bersama Jia lie. Mereka mengunjungi kuil bersejarah. Ditengah-tengah perjalanan tidak jarang Jia lie mampir ke masjid untuk menunaikan sholat bila azan berkumandang, Meski Imam tidak pernah ikut sholat, Jia lie tidak pernah memaksa imam untuk ikut sholat dengannya. Sikap Jia lie ini sangat berbeda dengan Widya yang selalu memaksanya. Karena menurut Imam sholat harus keinginan dari bukan paksaan orang lain. Jia lie sudah lama di Semarang pun akhirnya kembali ke china tanpa memberitahu Imam terlebih dahulu. Iman terkejut mengetahuinya akhirnya memutuskan untuk menyusul Jia lie ke China semata-mata karna ia harus bertundangan dengan Hu Shein, Seorang pemuda religus dan sangat dewasa. Imam yang sangat kecewa da patah hati mendengarnya. Di tengah-tengah kecewanya, tiba-tiba widya muncul dirumah Jia lie. Ia mengejar cintanya ke negeri China, yaitu Imam. Imam yang mengetahui hal itu malah marah dan menyuruhnya pulang. Imam tidak mau bersamanya lagi. Widya yang kecewa atas penolakan Imam, marah dan hendak membuka jilbabnya, karna dia berhijab semata-mata karna Imam. Jia lie yang melihat tingkah widya berusaha melarangnya kemudian menjelaskan pada Widya segala sesuatu harus diperbaiki karena niatnya yaitu karena Allah. Widya pun tersadar lalu menata hati dan memperbaiki niatnya. Imam dan Widya pun kembali menjalin hubungan. Akhir cerita Jia lie menikah dengan Hu Shein dan Imam pun menikahi Widya kini mereka sama-sama berniat karena Allah. Perjuangan Widya tidak sia-sia.
Unsur Instrinsik
1. Tema : Percintaan
2. Alur : Maju
3. Latar : -Tema : Kuil bersejarah, Mesjid Baiturrahman di Simpang lima, dan Negeri China.
- Waktu : Pagi hari, sore hari
- Suasana : Sedih, kecewa, dan bimbang
4. Perwatakan dan penokohan : - Imam : Seorang yang malas dan tidak pernah menepati janji
- Widya : Seorang yang pandai dan sedikit memaksa
- Jia lie : Seorang yang sangat ramah dan religius
- Hu Shein : Seorang yang religius dan sangat dewasa
5. Sudut pandang : Orang pertama
6. Amanat : Bersunguh-sunguhlah untuk mengejar yang diinginkan.
Unsur Ekstrinsik
1. Nilai Agama : Ditunjukkan dengan tokoh Jia lie yang selalu taat dalam beribadah tidak pernah meninggalkan kewajiban sebagai seorang muslimah
Nama : Syahdania Surya Rahmadayanty
Kelas : X IPA 2
Pelajaran : Bahasa Indonesia
Guru : M. Jarkasih, S. Pd., M.PAR
Sinopsis :
Novel ini menceritakan seorang mahasiswa yang bernama imam yang semester akhirnga tidak kunjung selesai, semestara widya kekasihnya sudah lebih dulu wisuda. Tekanan muncul dari berbagai pihak, orang tua widya dan orang tuanya. Di tengah kegalauannya akibat tekanan-tekanan tersebut, imam bertemu dengan wanita cina berhiljab yang sedang berlibur ke semarang. Sejak pertemuannya dia sudah mulai tertarik pada wanita berjilbab itu, Wanita itu bernama Jia lie. Imam lebih banyak menghabiskan waktunya berkeliling semarang bersama Jia lie. Mereka mengunjungi kuil bersejarah. Ditengah-tengah perjalanan tidak jarang Jia lie mampir ke masjid untuk menunaikan sholat bila azan berkumandang, Meski Imam tidak pernah ikut sholat, Jia lie tidak pernah memaksa imam untuk ikut sholat dengannya. Sikap Jia lie ini sangat berbeda dengan Widya yang selalu memaksanya. Karena menurut Imam sholat harus keinginan dari bukan paksaan orang lain. Jia lie sudah lama di Semarang pun akhirnya kembali ke china tanpa memberitahu Imam terlebih dahulu. Iman terkejut mengetahuinya akhirnya memutuskan untuk menyusul Jia lie ke China semata-mata karna ia harus bertundangan dengan Hu Shein, Seorang pemuda religus dan sangat dewasa. Imam yang sangat kecewa da patah hati mendengarnya. Di tengah-tengah kecewanya, tiba-tiba widya muncul dirumah Jia lie. Ia mengejar cintanya ke negeri China, yaitu Imam. Imam yang mengetahui hal itu malah marah dan menyuruhnya pulang. Imam tidak mau bersamanya lagi. Widya yang kecewa atas penolakan Imam, marah dan hendak membuka jilbabnya, karna dia berhijab semata-mata karna Imam. Jia lie yang melihat tingkah widya berusaha melarangnya kemudian menjelaskan pada Widya segala sesuatu harus diperbaiki karena niatnya yaitu karena Allah. Widya pun tersadar lalu menata hati dan memperbaiki niatnya. Imam dan Widya pun kembali menjalin hubungan. Akhir cerita Jia lie menikah dengan Hu Shein dan Imam pun menikahi Widya kini mereka sama-sama berniat karena Allah. Perjuangan Widya tidak sia-sia.
Unsur Instrinsik
1. Tema : Percintaan
2. Alur : Maju
3. Latar : -Tema : Kuil bersejarah, Mesjid Baiturrahman di Simpang lima, dan Negeri China.
- Waktu : Pagi hari, sore hari
- Suasana : Sedih, kecewa, dan bimbang
4. Perwatakan dan penokohan : - Imam : Seorang yang malas dan tidak pernah menepati janji
- Widya : Seorang yang pandai dan sedikit memaksa
- Jia lie : Seorang yang sangat ramah dan religius
- Hu Shein : Seorang yang religius dan sangat dewasa
5. Sudut pandang : Orang pertama
6. Amanat : Bersunguh-sunguhlah untuk mengejar yang diinginkan.
Unsur Ekstrinsik
1. Nilai Agama : Ditunjukkan dengan tokoh Jia lie yang selalu taat dalam beribadah tidak pernah meninggalkan kewajiban sebagai seorang muslimah
yuk liat kawan video novel gue nih linknya https://www.youtube.com/watch?v=R3P_HOzKowc

Comments
Post a Comment