Pantun Pendidikan, Pantun Lingkungan, dan Pantun Humor SMAN 41 Thn 2017
Nama : Yuni Christin
Kelas : X IPA 2
Pelajaran : Bahasa Indonesia
Guru : M. Jarkasih, S.Pd., M. Par.
Semester : Genap
Sinopsis :
Novel ini menceritakan tentang dunia modern tetapi sedang dalam ambang kepunahan.
Cerita dimulai dari pertemuan antara seorang pasien dengan dokter. Pasien tersebut bernama Lail dan dokter tersebut bernama Elijah. Lail bertemu dengan dokter tersebut dengan satu tujuan, yaitu menghapus ingatannya tentang hujan.
Untuk menghapus ingatannya Lail harus menceritakan semua cerita hidupnya dengan detail dan tidak boleh ada kebohongan dan tidak ada yang ditutup-tutupi.
Kemudian kita di bawa ke dalam kejadian 8 tahun sebelum Lail datang ke dokter Elijah. Yaitu tanggal 21 Mei 2042 dimana bayi kesepuluh milliar baru saja dilahirkan. Banyak pendapat tentang bayi tersebut, ada yang berpendapat itu adalah anugrah tetapi ada juga yang berpendapat bahwa itu adalah sebuah musibah.
Ketika manusia sedang mencari jalan keluar terhadap masalah yang sedang dihadapi, yaitu terlalu banyaknya jumlah manusia. Akhirnya alam membuat solusi tersebut sendiri.
Di hari yang sama Lail dan ibunya sedang menaiki kereta bawah tanah dan tiba-tiba bencana alam terbesar di dunia datang begitu saja. Gunung purba yang meletus dan meratakan ratusan kilometer yang ada disekitar gunung tersebut. Gempa dimana-mana, tsunami melanda semua daerah kepulauan.
Gunung purba tersebut memiliki ledakan yang lebih dahsyat dari gunung-gunung lainnya seperti gunung toba yang meletus dan menciptakan danau toba. Ledakan ini jauh lebih dahsyat, seluruh dunia merasakan dampaknya.
Saat itu ibu Lail meninggal karena tertimpa runtuhan kereta api bawah tanah. Dan di saat Lail telah putus asa, seorang anak laki-laki bernama Esok datang dan membantunya. Esok adalah orang yang nantinya akan menjadi orang paling berharga bagi Lail.
Setelah di tolong oleh Esok akhirnya mereka berdua selalu bersama di pengungsian. Tetapi setelah beberapa bulan dipengungsian, kota kembali dirapihkan dan semua orang diberikan tempat tinggal. Lail dipindahkan kesebuah panti asuhan.
Dan Esok diadopsi oleh wali kota. Dan karena kepintaran Esok, akhirnya dia mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Setelah itu Lail hanya bisa bertemu dengan Esok setahun sekali. Dan Lail masih menyimpan rasa terhadap Esok dan begitu juga dengan Esok.
Karakteristik
- Lail : sabar, baik hati, dan pemberani.
- Esok : Cerdas, baik hati, dan sabar.
- Elijah : Cerdas, Perhatian, dan Bijaksana.
Latar Waktu dan Tempat
- Ruang Terapi Otak
- Kereta Bawah Tanah
- Pengungsian
- Panti Asuhan
- Rumah Sakit
- Toko Roti
Terimakasih..
Yuk dilihat.
https://youtu.be/vHKbJfWRDy4
Nama : Yuni Christin
Kelas : X IPA 2
Pelajaran : Bahasa Indonesia
Guru : M. Jarkasih, S.Pd., M. Par.
Semester : Genap
Sinopsis :
Novel ini menceritakan tentang dunia modern tetapi sedang dalam ambang kepunahan.
Cerita dimulai dari pertemuan antara seorang pasien dengan dokter. Pasien tersebut bernama Lail dan dokter tersebut bernama Elijah. Lail bertemu dengan dokter tersebut dengan satu tujuan, yaitu menghapus ingatannya tentang hujan.
Untuk menghapus ingatannya Lail harus menceritakan semua cerita hidupnya dengan detail dan tidak boleh ada kebohongan dan tidak ada yang ditutup-tutupi.
Kemudian kita di bawa ke dalam kejadian 8 tahun sebelum Lail datang ke dokter Elijah. Yaitu tanggal 21 Mei 2042 dimana bayi kesepuluh milliar baru saja dilahirkan. Banyak pendapat tentang bayi tersebut, ada yang berpendapat itu adalah anugrah tetapi ada juga yang berpendapat bahwa itu adalah sebuah musibah.
Ketika manusia sedang mencari jalan keluar terhadap masalah yang sedang dihadapi, yaitu terlalu banyaknya jumlah manusia. Akhirnya alam membuat solusi tersebut sendiri.
Di hari yang sama Lail dan ibunya sedang menaiki kereta bawah tanah dan tiba-tiba bencana alam terbesar di dunia datang begitu saja. Gunung purba yang meletus dan meratakan ratusan kilometer yang ada disekitar gunung tersebut. Gempa dimana-mana, tsunami melanda semua daerah kepulauan.
Gunung purba tersebut memiliki ledakan yang lebih dahsyat dari gunung-gunung lainnya seperti gunung toba yang meletus dan menciptakan danau toba. Ledakan ini jauh lebih dahsyat, seluruh dunia merasakan dampaknya.
Saat itu ibu Lail meninggal karena tertimpa runtuhan kereta api bawah tanah. Dan di saat Lail telah putus asa, seorang anak laki-laki bernama Esok datang dan membantunya. Esok adalah orang yang nantinya akan menjadi orang paling berharga bagi Lail.
Setelah di tolong oleh Esok akhirnya mereka berdua selalu bersama di pengungsian. Tetapi setelah beberapa bulan dipengungsian, kota kembali dirapihkan dan semua orang diberikan tempat tinggal. Lail dipindahkan kesebuah panti asuhan.
Dan Esok diadopsi oleh wali kota. Dan karena kepintaran Esok, akhirnya dia mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Setelah itu Lail hanya bisa bertemu dengan Esok setahun sekali. Dan Lail masih menyimpan rasa terhadap Esok dan begitu juga dengan Esok.
Karakteristik
- Lail : sabar, baik hati, dan pemberani.
- Esok : Cerdas, baik hati, dan sabar.
- Elijah : Cerdas, Perhatian, dan Bijaksana.
Latar Waktu dan Tempat
- Ruang Terapi Otak
- Kereta Bawah Tanah
- Pengungsian
- Panti Asuhan
- Rumah Sakit
- Toko Roti
Terimakasih..
Yuk dilihat.
https://youtu.be/vHKbJfWRDy4

Comments
Post a Comment