Kuis Novel
“Dilan” SMAN 41 Thn 2017
Nama : Safitri
Kelas : X MIPA 3
Pelajara :
Bahasa Indonesia
Semester : Genap
Guru : M. Jarkasih, S.Pd., M.Par.
Sinopsis :
Novel Dilan
ini menceritakan sebuah kisah seorang perempuan yang bernama Milea. Milea
merupakan seorang murid yang baru saja pindah dari Jakarta. Ketika Milea pergi
menuju sekolahnya, dia bertemu dengan teman yang kebetulan satu sekolahan
dengannya. Temannya itu adalah seorang yang suka meramal.
Laki-laki
yang suka meramal itu berkata bahwa nanti mereka berdua akan bertemu di kantin
sekolah. Pada awalnya Melia acuh dengan lelaki itu, tapi dia merasa terganggu
karena setiap hari laki-laki itu selalu saja menghampirinya. Milea pun mau
tidak mau mencari tahu laki-laki itu. Ternyata laki-laki itu bernama Dilan.
Pada suatu
hari, ketika Dilan membuntuti Milea ketika pulang sekolah menggunakan angkot
Dilan berkata “Milea, kamu itu cantik, akan tetapi aku belum cinta kepadamu.
Tak tahu jika nanti sore. Tunggu saja”. Kata yang diucapkan Melia menjadikan jantungnya
berdetak kencang, mungkin saja dia kaget dengan apa yang diucapkan oleh Dilan.
Dengan diam Milea mendengarkan ucapan Dilan, saat itu jug Milea teringat dengan
pacarnya bernama Beni yang tinggal di Jakarta.
Dilan
mendekati Milea memakai cara yang unik dan tidak bisa, mungkin karena hal itu
Milea terus memikirkannya. Dilan memberikan hadiah kepada Milea sebuah coklat
melalui POS, Dilan pun membawa seorang tukang pijat ketika Milea jatuh sakit,
Dilan memberikan sebuah TTS (Teka Teki Silang) kepada Milea untuk hadiah ulang
tahunnya, yang lucunya TTSnya itu ada tulisan “Selamat Hari Lahir Milea, ini
aku persembahkan hadiah untuk kamu, hanya sebuah TTS, tetapi semuanya sudah aku
isi, aku cinta kamu, aku tidak ingin kamu jadi pusing karena mengisi TTS ini”.
Waktu pun
terus bergulir, Dilan dan Milea pun semakin akrab. Milea tahu tentang Dilan
beberapa hal dari temannya yang bernama Wati, sepupu Dilan sekelas dengan
Milea. Sekolah Milea mendapatkan kesempatan untuk mengikuti acara cerdas cermat
yang diselenggarakan oleh TVRI, para siswa yang tidak mengikuti lomba boleh
untuk memberikan semangat kepada teman-temannya yang mengikuti lomba.
Milea pun
ikut, dia pun sudah memiliki rencana untuk bertemu pacarnya Beni. Milea lama
menunggu Beni yang janji akan bertemu di TVRI, akan tetapi Beni tidak
datang-datang. Pada akhirnya, Milea pergi untuk makan bersama Wati dan Wanda.
Ketika itu Beni datang dengan penuh emosi dan marah melihat Milea makan dengan
laki-laki selain dirinya. Hubungan mereka kandas ketika itu juga. Jelang
beberapa hari Beni mengajak Milea untuk kembali menjadi pacarnya, tapi Milea
menolak penawaran Beni.
Suatu ketika
Milea bertemu dengan ibunya Dilan. Ternyata, ibunya Dilan asiknya sama seperti
Dilan. Ibunya Dilan pun senang dengan Milea, jadi ibunya Dilan memberikan
dukungan agar mereka jadian.
Akhirnya
mereka berdua pun resmi pacaran. Sampai-sampai, Dilan membuat surat resmi
dilengkapi materai yang isinya seperti teks proklamasi.
Unsur
Intrinsik :
a. Plot/Alur
Cerita
Alur cerita yang terdapat dalam novel ini
adalah alur mundur.
b. Watak
Tokoh
Dilan
: Baik, romantic, otentik, cerdas, dan memiliki jiwa revolusioner.
Milea : Baik, dan cerdas.
c. Latar
waktu
Cerita berlatar tahun 1990. Semua sesuatu
masih sangat sedehana waktu, remaja tahun 1990 menghabiskan waktu dengan banyak
beraktifitas jalan-jalan berkeliling kota.
d. Latar
tempat
Novel Dilan hanyalah bertempatkan di
sekolah, warung Bu Eem, rumah Milea. Rumah Dilan dan sejumlah jalan di Bandung.
e. Konflik
Hubungan Milea dengan Dilan tidak melulu
lancar. Perlu di ingat, Dilan adalah anak geng motor dan Milea ditaksir oleh
banyak pria. Beragam konflik terjadi karena hal tersebut.
Tidak begitu mendebrakan, namun tetapkuat.
Dan selalu, konflik yag terjadi selalu berujung pada berujung pada suasana yang
manis.
f. Gaya
Bahasa
Gaya bahasa yang digunakan nyaris baku,
susunan kalimatnya kadang tidak lazim, diputar-putar dan terdapat kesan
filosofis dalam kesederhanaan diksinya.
g. Amanat
Karena terbatas dan selalu berjeda,
komunikasi antara Dilan dan Milea saat mereka tidak bersama jadi sebuah
komunikasi yang istimewa. Cerita cinta jaman dulu yang tidak serba instan dan
selalu memiliki kualitasnya sendiri.

Comments
Post a Comment