Nama : Yuni Christin
Kelas : X IPA 2
Pelajaran : Bahasa Indonesia
Guru : M. Jarkasih, S.Pd., M. Par.
Semester : Genap
Naskah :
Nama saya Yuni Christin Kelas X IPA 2. Saya akan menjelaskan macam-macam majas beserta contohnya. Majas terdiri dari 4, yaitu: 1. Majas perbandingan, 2. Majas pertentangan, 3. Majas penegasan, dan 4. Majas sindiran. Majas perbandingan terdiri dari 8 yaitu :
1. Asosiasi, contohnya "bola matanya begitu besar bagaikan bola pimpong" disebut majas asosiasi karena perbandingan terhadap dua hal yang berbeda.
2. Metafora, contohnya "raja siang secara perlahan mulai tenggelam dan hilang" disebut majas metafora karena membandingkan suatu benda dengan benda lain karena mempunyai sifat yg sama atau hampir sama.
3. Personofikasi, contohnya "burung bernyanyi di pagi hari" disebut sebagai majas personifikasi karena membandingkan benda-benda tak bernyawa seolah-olah seperti manusia.
4. Alegori, contohnya "mencari orang yg berkepribadian jujur kini bagaikan mencari jarum dalam jerami" disebut majas alegori karena menyatakan dengan cara lain melalui kiasan atau penggambaran.
5. Simbolik, contohnya "wanita itu adalah seorang bunga desa" disebut majas simbolik karena melukiskan sesuatu dengan mempergunakan benda, binatang atau tumbuhan sebagai simbol atau lambang.
6. Metanomia, contohnya "dikantong ayahku selalu terselip gudang garam" disebut majas metanomia karena menggunakan ciri atau label dari sebuah benda untuk menggantikan benda tersebut.
7. Sinekdok, contohnya "Indonesia meraih emas dalam olimpiade matematika internasional 2016" disebut majas sinekdok karena menyebutkan bagian untuk menggantikan benda secara keseluruhan atau sebaliknya.
8. Simile, contohnya "kehidupan didunia ini bak panggung sandiwara" disebut majas simile karena pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung seperti "umpama", "ibarat", "bak", "bagai"
2. Majas Pertentangan terbagi menjadi 4, yaitu:
1. Antitesis, contohnya "urusan hidup dan mati serahkan saja kepada Tuhan" disebut majas antitesis karena membandingkan dua hal yang berlawanan. Seperti hidup mati, tua muda, besar kecil.
2. Paradoks, contohnya "jiwa harus tetap mudah meski usia sudah tua" disebut majas paradoks karena pertentangan antara pernyataan dan fakta yang ada.
3. Hiperbola, contohnya "wajahnya sangat cantik bagaikan bidadari turun dari kayangan" disebut sebagai majas hiperbola karena pernyataan berlebih dari kenyataan untuk memberi kesan atau meminta perhatian.
4. Litotes, contohnya "silahkan menikmati jamuan kami yang seadanya ini!" Disebut majas litotes karena sesuati yg berlawanan dari kenyataan dengan mengecilkan dengan tujuan merendahkan diri.
3. Majas Penegasan terdiri dari 7, yaitu:
1. Pleonasme, contohnya "suasana malam ini sunyi senyap tidak seperti biasanya" Disebut majas pleonasme karena kata-kata secara berlebihan untuk menegaskan arti suatu kata.
2. Repetisi, contohnya "setiap hari, setiap jam, setiap detik aku selalu memikirkan dirimu" Disebut majas repetisi karena perulangan kata-kata sebagai penegasan.
3. Paralelisme, contohnya "ayahku yang ku sayang, ayahku yg ku cinta, ayahku yang ku hormati" Disebut majas paralelisme karena pengungkapan dengan menggunakan kata, frasa, atau klausa yg sejajar.
4. Tautologi, contohnya "aku berjanji akan selalu disampingmu dalam suka, duka, tawa dan tangis" Disebut majas tautologi karena mengulang beberapa kali kata dalam sebuah kalimat dengan maksud menegaskan.
5. Klimaks, contohnya "semoga anak ini kelak menjadi anak yg berguna bagi keluarga, agama, nusa dan bangsa" Disebut majas klimaks karena menyatakan beberapa hal secara berturut turut dan semakin meningkat.
6. Antiklimaks, contohnya "parkiran itu penuh dengan kendaraan yaitu bus, mobil, motor, dan sepeda" Disebut majas antiklimaks karena menyatakan beberapa hal secara berturut-turut dan semakin turun.
7. Retoris, contohnya "kata siapa cita-cita hanya bisa digapai cukup dengan sekolah saja?" Disebut majas retoris karena berupa pertanyaan yang sebenarnya tidak perlu dijawab.
4. Majas sindiran terdiri dari 3, yaitu:
1. Ironi, contohnya "kamu itu cantik, tapi sayang hati kamu tidak secantik wajah mu" Disebut majas ironi karena sindiran dgn menyembunyikan fakta yg sebenarnya dan mengatakan kebalikan dari fakta tersebut.
2. Sinisme, contohnya "kamu ini pelit sekali berbagi ilmu, padahal kamu ini murid terpandai dikelas" disebut majas sinisme karena sindiran secara langsung
3. Sarkasme, contohnya "dasar kau otak udang, disuruh bekerja seperti ini saja tidak becus!"
kuyy liatt video'a 😆 https://youtu.be/c7rt7cNkV44

Comments
Post a Comment