Nama : Megareta Nur Probo Suseno
Kelas : X IPA 2
Pelajaran : Bahasa Indonesia
Guru : M. Jarkasih, S. Pd., M. Par.
Semester : Genap
Naskah :
Perkenalkan nama saya Megareta Nur Probo Suseno dari kelas X IPA 2 saya akan menjelaskan macam-macam majas beserta contohnya. Majas terdiri dari 4 yaitu : perbandingan, pertentangan, sindiran, dan penegasan. Yang pertama saya akan menjelaskan majas perbandingan terdiri dari 8 yaitu :
1. Asosiasi, contohnya - "perasaan nya bagaikan gunung yang meletus" disebut asosiasi karena mengumpakan perasaan seperti perasaan nya bagaikan gunung yang meletus.
2. Metafora, contohnya - "rembulan muncul saat raja malam telah datang" disebut metafora karena merupakan ungkapan secara langsung tanpa perbandingan analogis.
3. Personifikasi, contohnya - "gunung mengamuk dan membuat warga berlari-lari ketakutan" disebut personifikasi karena gunung benda yang tidak bernyawa seolah-olah benda yang bernyawa.
4. Alegori, contohnya - "wajah gadis itu putih bagaikan susu, tidak ada npda hitam sedikit pun, wajahnya benar benar putih" disebut alegori karena menyatakan perihal dengan menggunakan perihal atau penggambaran.
5. Simbolik, contihnya - "hatiku bagaikan bunga mawar yang berduri" disebut simbolik karena menggunakan kata hewan, benda, atau mahkluk hidup lain sebagai simbol.
6. Metonimia, contohnya - "hana sedang pergi menabung di mega" disebut metonimia karena menggunakan ciri atau label mega untuk bank mega.
7. Sinendok, contohnya - "pars pro toto- untuk bisa berfoto, perkepala di tarif Rp.27.500,-" disebut pars pro toto karena menyebutkan bagian untuk keseluruhan.
- "totem pro parte - sma harapan memenangkan pertandingan futsal" disebut totem pro parte karena menyebutkan keseluruhan untuk sebagian.
8. Similie, contohnya - "matanya seperti lampu yang menyala" disebut similie karena merupakan perbandingan eksplisit yang menggunakan kata penghubung dan kata depan.
Yang kedua ada majas pertentangan, dibagi menjadi 4 yaitu :
1. Antitesis, contohnya - "tes ini terlalu mudah" disebut antitesis karena menggunakan pasangan kata yang katanya berlawanan.
2. Paradoks, contohnya - "aku merasa kedinginan menggunakan jaket ini" disebut paradoks karena menyebutkan pernyataan yang berlawanan dengan fakta.
3. Hiperbola, contohnya - "wanginya bagaikan wangi surga" disebut hiperbola karena menyebutkan pernyataan yang berlebihan dengan fakta.
4. Litotes, contohnya - "aku tidak sebanding dengan anak pindahan itu" disebut litotes karena menyebutkan pernyataan yang berlawanan dengan cara menguranginya.
Yang ketiga ada majas penegasan, dibagi menjadi 7 yaitu :
1. Pleonasme, contohnya - "sedari tadi ia hanya menatap lurus ke depan dengan semangat" disebut pleonasme karena menggunakan kata berlebihan seperti menatap lurus kedepan dengan semangat.
2. Repetisi, contohnya - "terimalah kebaikanku, terimalah keburukanku, terimalah semua tentangku" di sebut repetisi karena mengulang beberapa kata yang makna nya sama.
3. Pararelisme, contohnya - "dengan sedikit kreasi, barang-barang bekas juga bisa benilai, sama seperti barang baru" disebut pararelisme karena biasanya terulang dalam puisi.
4. Tautologi, contohnya - "tunggu,tunggu,tunggu dia pasti mau tanda tangan" disebut tautologi karena mengulang beberapa kali sebuah kata yang makna dan bunyinya sama.
5. Klimaks, contohnya - "adikku, kakakku, dan ibuku wajahnya bagaikan anak kembar identik" disebut klimaks karena menyebutkan berturut-turut dari yang terendah hingga tertinggi.
6. Antiklimaks, contohnya - "kepala desa, rw, dan rt, sedang ada jamuan makan di rumahku" disebut antiklimaks karena menyebutkan berturut-turut dari yang tertinggi hingga terendah.
7. Retorik, contohnya - "enak bukan rasanya? coba dulu makanya" di sebut retorik karena kalimat tersebut partanyaan yang tidak butuh jawaban.
Yang keempat ada majas sindiran, dibagi menjadi 3 yaitu :
1. Ironi, contohnya - "banyak sekali kue yang kamu buat sampai aku tidak bisa merasaknnya" disebut ironi karena mengungkapkan pertentangan untuk menyindir.
2. Sinisme, contohnya - "tingkah mu sangat dramatis, tidak semestinya muncul dari murid teladan sepertimu" disebut sinisme karena merupakan sindiran secara langsung.
3. Sarkasme, contohnya - "mencium bau mu ingin membuatku muntah" disebut sarkasme karena merupakan sindiran menggunakan kata-kata yang sangat kasar.
Sekian majas dari saya kurang lebih nya mohon maaf , wassalamualaikum wr.wb
kuyyy liat video'a 😆 https://m.youtube.com/watch?v=s8AHKX_eVXQ

Comments
Post a Comment