Skip to main content

Kuis Majas "Macam Macam Majas" SMAN 41 Thn 2017


Kuis Majas "Macam Macam Majas" SMAN 41 Thn 2017
Nama : Megareta Nur Probo Suseno
Kelas : X IPA 2
Pelajaran : Bahasa Indonesia
Guru : M. Jarkasih, S. Pd., M. Par.
Semester : Genap
Naskah :
 
   Perkenalkan nama saya Megareta Nur Probo Suseno dari kelas X IPA 2 saya akan menjelaskan macam-macam majas beserta contohnya. Majas terdiri dari 4 yaitu : perbandingan, pertentangan, sindiran, dan penegasan. Yang pertama saya akan menjelaskan majas perbandingan terdiri dari 8 yaitu :

1. Asosiasi, contohnya - "perasaan nya  bagaikan gunung yang meletus" disebut asosiasi karena mengumpakan perasaan seperti perasaan nya bagaikan gunung yang meletus.
2. Metafora, contohnya - "rembulan muncul saat raja malam telah datang" disebut metafora karena merupakan ungkapan secara langsung tanpa perbandingan analogis.
3. Personifikasi, contohnya - "gunung mengamuk dan membuat warga berlari-lari ketakutan" disebut personifikasi karena gunung benda yang tidak bernyawa seolah-olah benda yang bernyawa.
4. Alegori, contohnya - "wajah gadis itu putih bagaikan susu, tidak ada npda hitam sedikit pun, wajahnya benar benar putih" disebut alegori karena menyatakan perihal dengan menggunakan perihal atau penggambaran.
5. Simbolik, contihnya - "hatiku bagaikan bunga mawar yang berduri" disebut simbolik karena menggunakan kata hewan, benda, atau mahkluk hidup lain sebagai simbol.
6. Metonimia, contohnya - "hana sedang pergi menabung di mega" disebut metonimia karena menggunakan ciri atau label mega untuk bank mega.
7. Sinendok, contohnya - "pars pro toto- untuk bisa berfoto, perkepala di tarif Rp.27.500,-" disebut pars pro toto karena menyebutkan bagian untuk keseluruhan.
                - "totem pro parte - sma harapan memenangkan pertandingan futsal" disebut totem pro parte karena menyebutkan keseluruhan untuk sebagian.
8. Similie, contohnya - "matanya seperti lampu yang menyala" disebut similie karena merupakan perbandingan eksplisit yang menggunakan kata penghubung dan kata depan.
   Yang kedua ada majas pertentangan, dibagi menjadi 4 yaitu :
1. Antitesis, contohnya - "tes ini terlalu mudah" disebut antitesis karena menggunakan pasangan kata yang katanya berlawanan.
2. Paradoks, contohnya - "aku merasa kedinginan menggunakan jaket ini" disebut paradoks karena menyebutkan pernyataan yang berlawanan dengan fakta.
3. Hiperbola, contohnya - "wanginya bagaikan wangi surga" disebut hiperbola karena menyebutkan pernyataan yang berlebihan dengan fakta.
4. Litotes, contohnya - "aku tidak sebanding dengan anak pindahan itu" disebut litotes karena menyebutkan pernyataan yang berlawanan dengan cara menguranginya.
    Yang ketiga ada majas penegasan, dibagi menjadi 7 yaitu :
1. Pleonasme, contohnya - "sedari tadi ia hanya menatap lurus ke depan dengan semangat"  disebut pleonasme karena menggunakan kata berlebihan seperti menatap lurus kedepan dengan semangat.
2. Repetisi, contohnya - "terimalah kebaikanku, terimalah keburukanku, terimalah semua tentangku" di sebut repetisi karena mengulang beberapa kata yang makna nya sama.
3. Pararelisme, contohnya - "dengan sedikit kreasi, barang-barang bekas juga bisa benilai, sama seperti barang baru" disebut pararelisme karena biasanya terulang dalam puisi.
4. Tautologi, contohnya - "tunggu,tunggu,tunggu dia pasti mau tanda tangan" disebut tautologi karena mengulang beberapa kali sebuah kata yang makna dan bunyinya sama.
5. Klimaks, contohnya - "adikku, kakakku, dan ibuku wajahnya bagaikan anak kembar identik" disebut klimaks karena menyebutkan berturut-turut dari yang terendah hingga tertinggi.
6. Antiklimaks, contohnya - "kepala desa, rw, dan rt, sedang ada jamuan makan di rumahku" disebut antiklimaks karena menyebutkan berturut-turut dari yang tertinggi hingga terendah.
7. Retorik, contohnya - "enak bukan rasanya? coba dulu makanya" di sebut retorik karena kalimat tersebut partanyaan yang tidak butuh jawaban.
    Yang keempat ada majas sindiran, dibagi menjadi 3 yaitu :
1. Ironi, contohnya - "banyak sekali kue yang kamu buat sampai aku tidak bisa merasaknnya" disebut ironi karena mengungkapkan pertentangan untuk menyindir.
2. Sinisme, contohnya - "tingkah mu sangat dramatis, tidak semestinya muncul dari murid teladan sepertimu" disebut sinisme karena merupakan sindiran secara langsung.
3. Sarkasme, contohnya - "mencium bau mu ingin membuatku muntah" disebut sarkasme karena merupakan sindiran menggunakan kata-kata yang sangat kasar.
   Sekian majas dari saya kurang lebih nya mohon maaf , wassalamualaikum wr.wb
   kuyyy liat video'a 😆  https://m.youtube.com/watch?v=s8AHKX_eVXQ

Comments

Popular posts from this blog

Marawis

Marawis  adalah salah satu jenis "band tepuk" dengan  perkusi  sebagai  alat musik  utamanya. Musik ini merupakan kolaborasi antara kesenian  Timur Tengah  dan  Betawi , dan memiliki unsur ke agamaan  yang kental. Itu tercermin dari berbagai lirik lagu yang dibawakan yang merupakan pujian dan kecintaan kepada Sang Pencipta. Sejarah Marawis Kesenian marawis berasal dari negara timur tengah terutama dari  Yaman . Nama marawis diambil dari nama salah satu alat musik yang dipergunakan dalam kesenian ini. Secara keseluruhan, musik ini menggunakan  hajir ( gendang  besar) berdiameter 45 Cm dengan tinggi 60-70 Cm, marawis (gendang kecil) berdiameter 20 Cm dengan tinggi 19 Cm,  dumbuk  atau (jimbe) (sejenis gendang yang berbentuk seperti  dandang , memiliki diameter yang berbeda pada kedua sisinya), serta dua potong  kayu  bulat berdiameter sepuluh sentimeter. Kadang kala perkusi dilengkapi dengan  ...

Kelas 12 IPA 1 Kelompok 3 Ujian Praktik Teater 'Usaha Membawa Nikmat' SMAN 41 Thn 2018

Ujian Praktik Teater 'Usaha Membawa Nikmat' SMAN 41 Thn 2018 TIM PRODUKSI: 1.      ADITYA ANASTA   (PELATIH DIMAS, PENATA MUSIK) 2.      ALIF MUZAKKI        (PETINJU, MUSUH DIMAS) 3.      ALFRIDA NS                        (MC, PENATA PANGGUNG) 4.      ANNISA PY              (LIZA, PENATA RIAS) 5.      DIMAS AW              (PETINJU) 6.      M. SOLEH AMAL    (WASIT, PENATA PANGGUNG) 7.      NOVAL TAUHID     (PELATIH ALIF) 8.      SAFIRA DL        ...

Kelas 12 IPS 1 Ujian Praktek Teater "Pembenahan Wisma Atlet" SMAN 41 Thn 2018

Kelas 12 IPS 1 Ujian Praktek Teater "Pembenahan Wisma Atlet" SMAN 41 Thn 2018 Ujian Praktek SMAN 41 Jakarta Bahasa Indonesia Tahun Ajaran 2017 / 2018 "Pembenahan Wisma Atlet" Oleh Kelompok 3 1.Dicky Andika Nugraha : Wakil Presiden 2. Dwiki Agung Priambodo : Menteri PUPR 3. Desita Dwi Suciyani : Dirjen PUPR dan Direktur Persero 4. Salsabila Mutiara Puspa : Kontraktor PT. Persero 1 5. Friska Steviana : Kontraktor PT. Persero 2 6. Gustiana Putri Maharani : Atlet Volly 7. Nur Ismi Novyanti : Atlet Timnas Volly Indonesia 8. Ega Lusyana : Reporter 9. Syifaus Sakinah : Kameramen Guru Penilai : Muhammad Jarkasih, S.Pd., M.Par. Siwi Marwati, S.Pd. Dra. Nova Linda, M.Pd. Adegan 1 Setelah mendapatkan kabar bahwa Indonsia menjadi salah satu kandidat sebagai Tuan Rumah Asian Games 2018. Pada tanggal 25 Juli 2014, OCA menunjuk Jakarta sebagai Tuan Rumah Asian Games XVIII dengan Palembang. Oleh sebab ...