Skip to main content

Kuis Biografi “Dr.Rizal Ramli” SMAN 41 Thn 2017




Kuis Biografi “Dr.Rizal Ramli” SMAN 41 Thn 2017
Nama                    : Safitri
Kelas                     : X MIPA 3
Pelajaran              : Bahasa Indonesia
Semester              : Genap
Judul Buku            : Rizal Ramli
Tema                    : Perekonomian Indonesia
Nama Pengarang : Herdi Sahrasad
Tebal Buku           : 260 halaman
Kelebihan             : Sampul menarik
Kekurangan          : Warna tulisan kurang menarik

Naskah :
   Dr.Rizal Ramli, dilahirkan di Padang, Sumatra Barat, pada 10 Desember 1953. Ayahnya adalah seorang asisten Wedana, sementara ibunya adalah guru. Ibunya meninggal pada saat Rizal masih berumur 7 tahun, sehingga ia harus tinggal dengan neneknya di Kota Bogor, Jawa Barat, dan menamatkan SD hingga SMA di kota hujan tersebut. Sebagai anak seorang guru, ia sangat rajin membaca. Ia sejak muda telah kenal dan bergaul akrab dengan berbagai buku bacaan, termasuk buku-buku penting karya Albert Einstein. Rizal Ramli juga memanfaatkan kemahirannya dalam berbahasa Inggris untuk mencari uang dengan bekerja sebagai penerjemah buku-buku makalah berbahasa Inggris. Rizal Ramli menikah dengan seorang perempuan berdarah Jawa, Herawati M.Mulyono dan dikarunia tiga orang anak yaitu Dhitta Puti Saraswati, Dipo Satrio, dan Daisy. Rizal Ramli sangat mengagumi dan mengidolakan pemikir besar Einstein dan mengoleksi berbagai versi biografi dari ilmuwan berkebangsaan Jerman itu.
   Debut Rizal Ramli sebagai sosok pemikir yang kritis dan berani dimulai sejak suami Herawati M.Mulyono ini sebagai mahasiswa di Institut Teknologi Bandung (ITB). Kala itu, ditahun kedua masa belajarnya, ia sudah melibatkan diri dalam diskusi-diskusi yang bersinggungan dengan bidang politik di Dewan Mahasiswa ITB tahun 1977. Karakter dan idealismenya sangat kuat sehingga ia berani mengoreksi kekeliruan sistem politik dan strategi pembangunan Indonesia masa itu, yang sempat mengantarkan Rizal muda kepenjara militer selama berapa bulan dan penjara Sukamiskin, Jawa Barat, selama satu tahun akibat aksi menentang pemilihan kembali Soeharto sebagai presiden. Sikap kritis dan tidak mau kompromi dengan kebijakan berbau korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang dijalankan pemerintahan Negara tetap menjadi kesehariannya hingga diusia paruh baya hari ini.
   Konsekuensi dari keteguhan idealismenya itu, Rizal Ramli praktis tidak pernah diberi kesempatan berkarir dipemerintahan sampai tumbangnya rezim Soeharto. Kiprahnya bagi pembangunan bangsa melalui peran aktiv dipemerintahan baru dimulai ketika Presiden Abdulrahman Wahid memintanya menjadi kepala Badan Logistik (Bulog) pada April 2000. Saat itu, kinerja Bulog sangat buruk dan membutuhkan pembenahan internal oleh orang yang kapabel dan terpercaya untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap badan ini. Tugas utama Ramli oleh presiden Gusdur, panggilan akrab Abdurahman Wahid adalah mendorong Bulog menjalankan kebali fungsinya dengan baik yakni memenuhi keutuhan rakyat, menjaga harga penjualan petani sebaik mungkin dan membersihkan Bulog dari praktek KKN.
   Hanya selang beberapa bulan mengemban tugas sebagai Kepala Bulog, tepatnya pada Agustus 2000, pendiri Econit Advisory Group, sebuah lembaga riset yang bergerak dalam bidang ekonomi, industry dan perdagangan., ini ditunjuk untuk menjabat sebagai Menteri Koordinator bidang Perekonomian (Agustus 2000 – Juni 2001), dan kemudian menjadi Menteri Keuangan dari Juni hingga Juli 2001. Sebagai Menko Perekonomian, mantan Pemimpin Redaksi Jurnal Ekonomi dan Sosial Prisma, ini juga merangkap beberapa Jabatan penting dan strategis dalam pemulihan perekonomian yang hancur dilanda krisis moneter yakni sebagai ketua Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK) dan ketua Tim Keppres 133 untuk renegoisasi listrik swasta.
   Kinerja Ramli dipemerintahan dinilai berhasil oleh banyak pihak karena walau hanya dengan waktu yang relatif pendek, yakni hanya 15 bulan, ia berhasil melakukan sejumlah terobosan yang efektif untuk mendorong reformasi institusional, restrukturisasi sektoral maupun korporat, serta percepatan pemulihan ekonomi. Di Bulog misalnya, ia berhasil melakukan restrukturisasi agar bulog menjadi organisasi yang transparan, accountable, dan lebih professional, sekaligus mendorong regenerasi, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, dimana Bulog meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, dimana Bulog meningkatka pembelian gabah, buka beras. Ketika menjadi Menko Perekonmian alumni departemen Fisika ITB ini mencanagkan 10 program Percepatan Pemulihan Ekonomi yang diakui oleh dunia internasional sebagai program pemulihan ekonomi yang kredibel.
    Itulah sebagian kecil kebersihan dan karya dosen tamu diberbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri yang dapat disebutkan disini. Rizal yang pernah mengambil dan menyelesaikan program Asian Studies di Sophia University, Tokyo, Jepang tahun 1975 ini. Juga telah menghasilkan banyak sekali karya ilmiah yang telah dimuat jurnal-jurnal ekonomi, ia juga banyak berperan sebagai penasihat dan konsultan ekonomi bagi berbagai institusi baik swasta maupun pemerintah, seperti misalkan menjadi konsultan ekonomi DPR-RI dari tahun 1993 hingga 1999.
  Setelah itu, ia pernah dipercayai memangku berbagai jabatan, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Menteri Keuangan. Terakhir ia tercatat sebagai Presiden Komisaris PT.Semen Gresik Tbk mulai September 2006. Tangan dinginya mampu menjadikan PT.Semen Gresik turn Ground sebagai BUMN unggul.

Penanya   : (Melinda) Mengapa anda memilih Biografi Rizal Ramli?

Penjawab : (Safitri) karena saya termotivasi sama dia, karena suka membantu rakyat miskin dan dia pun Menteri Perekonomian Indonesia yag dapat membantu perekonomian Indonesia.

Comments

Popular posts from this blog

Marawis

Marawis  adalah salah satu jenis "band tepuk" dengan  perkusi  sebagai  alat musik  utamanya. Musik ini merupakan kolaborasi antara kesenian  Timur Tengah  dan  Betawi , dan memiliki unsur ke agamaan  yang kental. Itu tercermin dari berbagai lirik lagu yang dibawakan yang merupakan pujian dan kecintaan kepada Sang Pencipta. Sejarah Marawis Kesenian marawis berasal dari negara timur tengah terutama dari  Yaman . Nama marawis diambil dari nama salah satu alat musik yang dipergunakan dalam kesenian ini. Secara keseluruhan, musik ini menggunakan  hajir ( gendang  besar) berdiameter 45 Cm dengan tinggi 60-70 Cm, marawis (gendang kecil) berdiameter 20 Cm dengan tinggi 19 Cm,  dumbuk  atau (jimbe) (sejenis gendang yang berbentuk seperti  dandang , memiliki diameter yang berbeda pada kedua sisinya), serta dua potong  kayu  bulat berdiameter sepuluh sentimeter. Kadang kala perkusi dilengkapi dengan  ...

Kelas 12 IPA 1 Kelompok 3 Ujian Praktik Teater 'Usaha Membawa Nikmat' SMAN 41 Thn 2018

Ujian Praktik Teater 'Usaha Membawa Nikmat' SMAN 41 Thn 2018 TIM PRODUKSI: 1.      ADITYA ANASTA   (PELATIH DIMAS, PENATA MUSIK) 2.      ALIF MUZAKKI        (PETINJU, MUSUH DIMAS) 3.      ALFRIDA NS                        (MC, PENATA PANGGUNG) 4.      ANNISA PY              (LIZA, PENATA RIAS) 5.      DIMAS AW              (PETINJU) 6.      M. SOLEH AMAL    (WASIT, PENATA PANGGUNG) 7.      NOVAL TAUHID     (PELATIH ALIF) 8.      SAFIRA DL        ...

Kelas 12 IPS 1 Ujian Praktek Teater "Pembenahan Wisma Atlet" SMAN 41 Thn 2018

Kelas 12 IPS 1 Ujian Praktek Teater "Pembenahan Wisma Atlet" SMAN 41 Thn 2018 Ujian Praktek SMAN 41 Jakarta Bahasa Indonesia Tahun Ajaran 2017 / 2018 "Pembenahan Wisma Atlet" Oleh Kelompok 3 1.Dicky Andika Nugraha : Wakil Presiden 2. Dwiki Agung Priambodo : Menteri PUPR 3. Desita Dwi Suciyani : Dirjen PUPR dan Direktur Persero 4. Salsabila Mutiara Puspa : Kontraktor PT. Persero 1 5. Friska Steviana : Kontraktor PT. Persero 2 6. Gustiana Putri Maharani : Atlet Volly 7. Nur Ismi Novyanti : Atlet Timnas Volly Indonesia 8. Ega Lusyana : Reporter 9. Syifaus Sakinah : Kameramen Guru Penilai : Muhammad Jarkasih, S.Pd., M.Par. Siwi Marwati, S.Pd. Dra. Nova Linda, M.Pd. Adegan 1 Setelah mendapatkan kabar bahwa Indonsia menjadi salah satu kandidat sebagai Tuan Rumah Asian Games 2018. Pada tanggal 25 Juli 2014, OCA menunjuk Jakarta sebagai Tuan Rumah Asian Games XVIII dengan Palembang. Oleh sebab ...