Wahyuni Noviyati Pratama
X – MIA 2
Bahasa Indonesia
Kebersamaan
Pada suatu hari tanggal 25 November 2014, tepatnya hari Selasa bertepatan dengan Hari Guru, sekolah melaksanakan Upacara memperingati Hari Guru. Pada hari itu juga bertepatan dengan ulang tahun aku. Aku tidak tahu hari itu ada sebuah rencana yang membuat aku senang.
Pada saat upacara, murid dan guru berkumpul dilapangan sekolah SMP aku mengikuti upacara seperti biasanya. Pada saat upacara selesai, guru pun bernyanyi dan bersenang – senang bersama murid, kemudian anak – anak saling memberikan hadiah kepada gurunya berupa bunga, coklat, kue, bahkan sampai kado besar yang di bungkus.
Setelah selesai bernyanyi dan memberikan hadiah seorang guru memanggil namaku memakai mike “Wahyuni”. Setelah aku mendengarnya aku maju dan mendatangi guruku. Setelah itu guruku menyuruh aku untuk berdiri didepan lapangan dekat Tiang Bendera.
Setelah lama menunggu, guruku bertanya “ kamu kemarin pergi sama cowo ya ? “ jawab aku “engga bu, kemaren saya pergi beli balon doang ko sama anak osis.” Teman osis aku menjawab “engga bu boong, kemarin Yuni gak ikut.” aku jawab “apasi orang ikut gak boleh gitu loh.” Guruku pun bertanya lagi “sekarang mana balonnya?” aku jawab “engga dapet bu kemaren.” Teman aku menyauti “apaan ini dapet tuh (sambil menunjukan balonnya).” aku jawab “kemaren udah dicari gak ada, ko dapet?” teman – teman aku menjawab “dapet lahh kemaren gak ikut aja ngaku – ngaku ikut.” aku jawab dengan kesal “apasih orang gue ikut kemaren.”
Setelah berdebat, guruku mengatakan “kemarin Ibu liat kamu sama cowo jalan berdua.” Jawab aku “engga bu bener deh saya gak sama cowo.” Guruku bilang “iya kamu sama cowo kan ngerokok lagi.” Aku jawab “engga bu, saya punya cowo aja engga udah jalan sama cowo. Boro – boro ngerokok ngirup asepnya aja saya batuk bu.” Guruku bilang “jangan boong deh ibu liat kemaren.” Sambil di permalukan didepan lapangan di tengah banyak orang aku pun diam.
Tidak lama kemudian teman dan guruku menyanyi lagu selamat ulang tahun bareng dengan anak – anak yang berada di lapangan dan guru – guru yang ada dilapangan. Sambil membawakan kue dan kado, meraka tertawa karena sukses mengerjai aku. Setelah itu kami memakaan kue bersama sama sambil tertawa dan membicarakan soal tadi. Itu merupakan momen yang istimewah buat aku memiliki teman – teman seperjuangan yang perduli satu sama lain.
Comments
Post a Comment