Skip to main content

Tasya Novanti, Cerpen " Karena Dia Semangatku " SMAN 41 Thn 2016



Nama : Tasya Novanti
Kelas : XMIA2
Bidang Studi : Bahasa Indonesia

Karena Dia Semangatku
 Pada malam itu saat aku sedang banyak hal bersama mama. Tiba-tiba mama terlihat murung dan entah kenapa dia tiba-tiba seperti itu, apa yang ada dipikirannya entah aku tidak tahu. Lalu langsung aku bertanya kepadanya. Kenapa dia tiba-tiba terlihat seperti orang yang memikiran sesuatu hal yang berat. Dia memberitahukan bahwa rumah ini akan digusur. Aku sangat tidak percaya bagaimana bisa rumah ini akan digusur? Kata mama ternyata rumah ini akan digusur karena untuk pelebaran jalan. Orang yang beerja dikelurahan sudah datang untuk membagikan surat edaran untuk rapat penggusuran. Rumah yang terkena gusuran hanya enam rumah dengan enam kepala keluarga,termasuk keluargaku.
Lambat laun aku kira rumah ini diberikan waktu beberapa bulan utnuk menetap disini namun hanya beberapa minggu ternyata surat peringatan sudah mulai turun bahkan surat peringatan kedua sudah turun. Jika surat peringatan kedua sudah turun penggusuran rumah ini sudah didepan mata. Aku dan keluargaku dan kelima kepala keluarga yang lainnya diperintahkan untuk segera bersiap-siap untuk mengemas barang-barang karena rumah harus sesegera mungkin dikosongkan hanya diberi waktu 5 hari untuk bersiap-siap. Aku dan keluargaku segera mengemas barang-barang yang akan dipindahkan. Kemudian aku bertanya kepada mama “ma ... barang-barang ini akan dipindahkan kemana? Dan kita akan kemana? “. Kata mama “tenang mama kan punya rumah dimustika yang mama jadikan kontrakan. Kebetulan enam kamar itu ada tiga kamar yang kosong kita bisa tempatkan dulu sementara.”
          Waktu demi waktu pada pukul 3 sore setibanya aku pulang sekolah dan melewati rumahku ternyata rumah telah hancur hanya tersisa kenangan-kenangan saat 12tahun menempatinya.aku tidak ingin melihat itu lebih lama, aku langsung pulang kerumah yang sementara aku tempati itu. Disitu aku terdiam dan aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan lagi. Kemudian sekitar tiga jam penggusuran itu mama pulang kerumah mama datang kepada ku dan langsung menanyakan kondisiku.”kamu kenapa?” lalu aku langsung menjawab dengan melontarkan berbagai pertanyaan.”entahlah, papa dimana, ma? Bagaimana kelangsungan hidup kita? Apakah akan terus tetap tinggal disini? Aku tidak nyaman tinggal disini , ma. Aku lebih nyaman tinggal didaerah rumah kita yang sudah bertahun-tahun ditempati itu, kapan aku melihat mama masak dengan masakan yang cukup banyak itu? Dan melihat mama menjualkan masakan mama dengan senangnya mendapat uang untuk mencukupi kehidupan sehari-hari? Apakah semua hanya tergantuk kepada papa? Bukankah mama yang pernah berkata aku tidak boleh tergantung pada suami pada saat aku mempunyai keluarga? Tidak perduli seberapa besar pekerjaan seorang suami? Saat kita masih mampu untuk bekerja dan tidak hanya berdiam diri dirumah. Lalu mama terlihat sedih mendengar pertanyaan aku tadi dan dengan perlahan ia menghela napasnya kemudian menjawab dengan perlahan-lahan menjawab pertanyaan ku. “papa sedang mengurusi puing-puing rumah yang masih bisa digunakan. Kita tidak akan menetap disini kita akan pindah disebrang rumah gusuran itu yang tidak akan terjadi penggusuran yang kedua kalinya. Nak, tidak perlu mmemikirkan kelangsungan hidup kita karena apapun yang terjadi kita akan baik-baik saja selama kita tidak lepas dari doa dan usaha yang keras diiringi oleh niat. Karena bagaimanapun kehidupan allah yang mengatur sedangkan manusia yang berusaha. Kamu tidak perlu merasa sedih mama memiliki beberapa tabungan untuk membangunrumah baru disebrang rumah kita yang digusur itu untuk mama jadikan tempat makan lagi seperti sedia kala karena mama ingin melihat kamu senang ketika mama memasak masakan yang banyak dan enak-enak itu. Jangan terlalu dipikirkan semoga ini jadi awal kehidupan yang baru yang membuat kita lebih bersyukur kedepannya. Kemudian mendengar kata-kata aku sangat tenang sekali melihat perkataan mama tadi. Dia selalu mampu memberikan aku ketenangan dan mengembalikan semangat yang hilamg. Tidak hanya masalah ini bahkan setiap masalah lainnya.


Comments

Popular posts from this blog

Marawis

Marawis  adalah salah satu jenis "band tepuk" dengan  perkusi  sebagai  alat musik  utamanya. Musik ini merupakan kolaborasi antara kesenian  Timur Tengah  dan  Betawi , dan memiliki unsur ke agamaan  yang kental. Itu tercermin dari berbagai lirik lagu yang dibawakan yang merupakan pujian dan kecintaan kepada Sang Pencipta. Sejarah Marawis Kesenian marawis berasal dari negara timur tengah terutama dari  Yaman . Nama marawis diambil dari nama salah satu alat musik yang dipergunakan dalam kesenian ini. Secara keseluruhan, musik ini menggunakan  hajir ( gendang  besar) berdiameter 45 Cm dengan tinggi 60-70 Cm, marawis (gendang kecil) berdiameter 20 Cm dengan tinggi 19 Cm,  dumbuk  atau (jimbe) (sejenis gendang yang berbentuk seperti  dandang , memiliki diameter yang berbeda pada kedua sisinya), serta dua potong  kayu  bulat berdiameter sepuluh sentimeter. Kadang kala perkusi dilengkapi dengan  ...

Kelas 12 IPA 1 Kelompok 3 Ujian Praktik Teater 'Usaha Membawa Nikmat' SMAN 41 Thn 2018

Ujian Praktik Teater 'Usaha Membawa Nikmat' SMAN 41 Thn 2018 TIM PRODUKSI: 1.      ADITYA ANASTA   (PELATIH DIMAS, PENATA MUSIK) 2.      ALIF MUZAKKI        (PETINJU, MUSUH DIMAS) 3.      ALFRIDA NS                        (MC, PENATA PANGGUNG) 4.      ANNISA PY              (LIZA, PENATA RIAS) 5.      DIMAS AW              (PETINJU) 6.      M. SOLEH AMAL    (WASIT, PENATA PANGGUNG) 7.      NOVAL TAUHID     (PELATIH ALIF) 8.      SAFIRA DL        ...

Kelas 12 IPS 1 Ujian Praktek Teater "Pembenahan Wisma Atlet" SMAN 41 Thn 2018

Kelas 12 IPS 1 Ujian Praktek Teater "Pembenahan Wisma Atlet" SMAN 41 Thn 2018 Ujian Praktek SMAN 41 Jakarta Bahasa Indonesia Tahun Ajaran 2017 / 2018 "Pembenahan Wisma Atlet" Oleh Kelompok 3 1.Dicky Andika Nugraha : Wakil Presiden 2. Dwiki Agung Priambodo : Menteri PUPR 3. Desita Dwi Suciyani : Dirjen PUPR dan Direktur Persero 4. Salsabila Mutiara Puspa : Kontraktor PT. Persero 1 5. Friska Steviana : Kontraktor PT. Persero 2 6. Gustiana Putri Maharani : Atlet Volly 7. Nur Ismi Novyanti : Atlet Timnas Volly Indonesia 8. Ega Lusyana : Reporter 9. Syifaus Sakinah : Kameramen Guru Penilai : Muhammad Jarkasih, S.Pd., M.Par. Siwi Marwati, S.Pd. Dra. Nova Linda, M.Pd. Adegan 1 Setelah mendapatkan kabar bahwa Indonsia menjadi salah satu kandidat sebagai Tuan Rumah Asian Games 2018. Pada tanggal 25 Juli 2014, OCA menunjuk Jakarta sebagai Tuan Rumah Asian Games XVIII dengan Palembang. Oleh sebab ...