Skip to main content

Tasya Kamila Fitri , Cerpen " Then and Now " SMAN 41 Thn 2016

Nama : Tasya Kamila Fitri
Kelas: X IIS 2
Pelajaran :Bahasa Indonsia
Guru : Muhammad Jarkasih
Then and Now
“Setiap manusia pasti mempunyai pengalaman yang menyedihkan dalam hidupnya , entah itu dari keluarga,teman maupun sahabat , semuanya pasti pernah merasakan yang namanya ditinggalkan, meninggalkan, maupun menjauh satu sama lain dan membuatnya dalam posisi yang tidak mengenakkan dan terasa canggung satu sama lainnya” Dan itulah yang gue rasain sekarang .
Hai, Perkenalkan nama gue Tasya dan nama panjangnya Tasyaaaaaaaaaa . Jadi gini, Dulu gue punya teman dari kecil namanya Fadilla tapi lebih sering dipanggil Dilla, ya bisa dibilang sahabat lah . Dia seumuran sama gue cuma beda 1 bulan dia November gue Desember. Jadi dari TK itu gue udeh temenan ama dia, apa-apa selalu aja bareng, main bareng, makan bareng, tidur bareng, bahkan mandi pun bareng (Ga Boong sumpah) dan keluarga kita emang udah pada tau kalo kita sahabatan .
Dulu, Gue ama dia sering jalan-jalan naik mobil bapaknya ke tempat pencucian mobil dan selama perjalanan pasti selalu makan mie goreng yang udeh disediain dari ibunya (enak banget yak) Trus pas udeh nyampe tempat tujuan kita suka main kejar-kejaran , ya pokoknya yang biasa anak kecil lakuin deh. Seneng sih kaloinget itu
Tapi, ya namanya pertemanan kan pasti ada yang namanya permusuhan tapi biarpun begitu kalo paginya kita marah-marahan , jauh-jauhan, musuh-musuhan tapi nanti siangnya juga udeh main bareng lagi dan pastinya kita musuhan karena masalah kecil dan palingan Cuma gara-gara kalah main karet atau gamau jaga pas main petak umpet (biasalah anak-anak). Kalo sekarang orang musuhan pasti karena yah you know lah .
#Flashback
                Jadi, ceritanya waktu itu lagi main petak umpet , ga cuma berdua doing sih tapi ama anak-anak yang lain juga
Dilla : “Sebelum main , ayo hompimpa yang kalah nnti jaga”
Gue & Temen-temen : “Iya”
                Dan akhirnya kita hompimpa buat nentuin siapa yang jaga , dan akhirnya yang jaga itu gue
“Nanti aku itungnya 1-10, pas aku udah selesai ngitung, siap-siap ya?”, kata gue. “oke” dan langsung dijawab ama yang lain. Dan gue pun mulai menutup mata dan menghitung sambil menghadap ke tembok .
Gue : “Satu…. Dua.… Tiga.… Empat…. Lima…. Enam…. Tujuh…. Delapan…. Sembilan…. Sep…”
Temen-temen : “APEL” *sambil nepuk tembok .
                Gue yang kaget dan gatau apa-apa hanya bengong , ternyata mereka semua pada ga nyari tempat persembunyian melainkan pada berdiri dibelakang gue dan yang buat gue kesel itu ternyata yang nyuruh mereka semua buat berdiri dibelakang gue itu si Dilla (Sumpah, itu gondokin banget)
Gue : “Ih kok curang sih?”
                Temen-temen gue yang barusan mendengar perkataan gue itu langsung tertawa dengan puasnya dan gue yang kesel setengah idup akhirnya memutuskan untuk pulang dan menyudahi permainan itu dengan perasaan kesal
*dirumah
Gue : (nonton kartun di tv)
Tiba-tiba
“TOK… TOK… TOK… Assalamualaikum TASYA”
Gue : (denger suara ketukan pintu dan orang manggil) “kayaknya ga asing ama itu suara”
                Saat gue buka pintu , prediksi gue bener ternyata itu Dilla.
Gue : “Ngapain kamu kesini?” (dengan nada jutek)
Dilla : “Aku mau minta maaf, maafin aku ya ? ayo kita temenan lagi”
Gue : “Iya , aku maafin kamu kok , yaudah kita temenan lagi”
Dilla : “Janji?” (sambil ngacungin jari kelingking)
Gue : “Janji” (lilitin jari keliling)
#Flashback End
                Seiring berjalannya waktu , Hubungan gue ama Dilla udah ga deket seperti dulu karena waktu lulus SD dia langsung pindah ke Pesantren yang berada di Tangerang .Tapi ketika lulus dari Pesantren, dia memilih untuk kembali ke Jakarta dan bersekolah disini. Gue pengen kayak dulu tapi gue tau kita udah punya kesibukan dan jalannya masing-masing . Sekarang, kita hanya ketemu saat berangkat sekolah dan sesekali saling sapa dan bales senyum . 
“Kenangan adalah suatu bentuk perasaan yang tercipta saat kita mengingat suatu kejadian entah itu baik atau buruk , yang telah kita lewati bersama dengan orang-orang di sekeliling kita seiring berjalannya waktu.” “Dan masa lalu adalah suatu kejadian yang telah kita lewati dengan suka dan duka dan mengajarkan kita untuk hidup ke arah yang lebih baik nantinya.” So, hargailah kenangan di masa lalumu.

Comments

Popular posts from this blog

Marawis

Marawis  adalah salah satu jenis "band tepuk" dengan  perkusi  sebagai  alat musik  utamanya. Musik ini merupakan kolaborasi antara kesenian  Timur Tengah  dan  Betawi , dan memiliki unsur ke agamaan  yang kental. Itu tercermin dari berbagai lirik lagu yang dibawakan yang merupakan pujian dan kecintaan kepada Sang Pencipta. Sejarah Marawis Kesenian marawis berasal dari negara timur tengah terutama dari  Yaman . Nama marawis diambil dari nama salah satu alat musik yang dipergunakan dalam kesenian ini. Secara keseluruhan, musik ini menggunakan  hajir ( gendang  besar) berdiameter 45 Cm dengan tinggi 60-70 Cm, marawis (gendang kecil) berdiameter 20 Cm dengan tinggi 19 Cm,  dumbuk  atau (jimbe) (sejenis gendang yang berbentuk seperti  dandang , memiliki diameter yang berbeda pada kedua sisinya), serta dua potong  kayu  bulat berdiameter sepuluh sentimeter. Kadang kala perkusi dilengkapi dengan  ...

Kelas 12 IPA 1 Kelompok 3 Ujian Praktik Teater 'Usaha Membawa Nikmat' SMAN 41 Thn 2018

Ujian Praktik Teater 'Usaha Membawa Nikmat' SMAN 41 Thn 2018 TIM PRODUKSI: 1.      ADITYA ANASTA   (PELATIH DIMAS, PENATA MUSIK) 2.      ALIF MUZAKKI        (PETINJU, MUSUH DIMAS) 3.      ALFRIDA NS                        (MC, PENATA PANGGUNG) 4.      ANNISA PY              (LIZA, PENATA RIAS) 5.      DIMAS AW              (PETINJU) 6.      M. SOLEH AMAL    (WASIT, PENATA PANGGUNG) 7.      NOVAL TAUHID     (PELATIH ALIF) 8.      SAFIRA DL        ...

Kelas 12 IPS 1 Ujian Praktek Teater "Pembenahan Wisma Atlet" SMAN 41 Thn 2018

Kelas 12 IPS 1 Ujian Praktek Teater "Pembenahan Wisma Atlet" SMAN 41 Thn 2018 Ujian Praktek SMAN 41 Jakarta Bahasa Indonesia Tahun Ajaran 2017 / 2018 "Pembenahan Wisma Atlet" Oleh Kelompok 3 1.Dicky Andika Nugraha : Wakil Presiden 2. Dwiki Agung Priambodo : Menteri PUPR 3. Desita Dwi Suciyani : Dirjen PUPR dan Direktur Persero 4. Salsabila Mutiara Puspa : Kontraktor PT. Persero 1 5. Friska Steviana : Kontraktor PT. Persero 2 6. Gustiana Putri Maharani : Atlet Volly 7. Nur Ismi Novyanti : Atlet Timnas Volly Indonesia 8. Ega Lusyana : Reporter 9. Syifaus Sakinah : Kameramen Guru Penilai : Muhammad Jarkasih, S.Pd., M.Par. Siwi Marwati, S.Pd. Dra. Nova Linda, M.Pd. Adegan 1 Setelah mendapatkan kabar bahwa Indonsia menjadi salah satu kandidat sebagai Tuan Rumah Asian Games 2018. Pada tanggal 25 Juli 2014, OCA menunjuk Jakarta sebagai Tuan Rumah Asian Games XVIII dengan Palembang. Oleh sebab ...