Skip to main content

Shelin Putri Ayuningtias, Cerpen " Sial " SMAN 41 Thn 2016

Nama : Shelin Putri Ayuningtias 
Kelas : X MIA 2
Bidang Studi : Bahasa Indonesia.
Judul : Sial! 
     Ini pengalaman saat saya masih duduk dibangku kelas 4. Saat itu saya terbangun karena mendengar beberapa remaja keliling untuk membangunkan sahur masyarakat daerah rumah saya. Saat terbangun saya mencium bau harum masakan, yap pasti mamah saya sedang memasak ini. Setelah berdiam diri, saya langsung beranjak meninggalkan kasur untuk pergi ke kamar mandi untuk sikat gigi dan cuci muka. Saya melihat mamah saya dan papah saya sudah menyantap makanan sahur duluan di meja makan. 
     Saya pun langsung bergabung untuk menyantap makanan sahur. Selesai sahur saya langsung tiduran di ruang keluarga, sambil menunggu adzan subuh saya menonton tv. Mamah saya tiba-tiba buka suara 'ka nanti siang tante, om sama ka fenti mau dateng' kata mamah dengan tatapan masih ke layar handphone nya. 'Iya mah?dia mau pulang kampung bareng kita?' Tanya ku. 'Iya tapi nanti tante sama om minta di anterin ke kampung papah, jadi nanti dia ganginep langsung ke kampung papah. Kita cuma di turunin dirumah mbah doang papah langsung kekampung nya buat anter om sama tante.

     'oh gitu toh. Oke deh.' Jawab ku. Beberapa saat kemudian adzan subuh terkumandangkan. Saya dan kedua orangtua saya langsubg bersiap-siap solat dan pergi ke mushollah untuk sholat berjamaah. Setelah selesai solat, saya dan papah saya menonton tv lagi sampai nanti siang. Mamah saya tidur lagi karena takut ade saya bangun. Ade saya masih umur 3 tahun makanya dia tidak ikut sahur. 
     Saat siang hari om,tante dan ka fenti datang. Saya yang sedang bermain dengan ade saya langsung senang karena kedatangan mereka. Mereka membawa tas besar-besar yang isinya baju. Saat sore datang, saya berniatan untuk ngabuburit dengan mengajak ka fenti bermain dengan teman-teman saya. Saat sudah di lapangan, teman saya membawa sekuter barunya. Saya tertarik untuk meminjamnya, tetapi saya ceroboh saya terlalu kencang mengendarainya sehingga tidak seimbang dan akhirnya saya terjatuh. Lukanya parah di daerah lutut saya, hanya satu tetapi darahnya banyak sekali, dan cukup besar lukanya. Luka itu menyebabkan saya menangis dan tidak mau jalan pulang. Ka fenti kebingungan, teman-teman saya malah menertawakan saya. Akhirnya ada satu teman saya pergi kerumah saya untuk memanggil mamah saya. Beberapa saat kemudian om saya datang untuk menggendong saya. Saat itu puasa saya batal karna sudah dikasih minum oleh ibu teman saya. 

     Saat di obati oleh mamah saya. Saya tidak berhenti menangis, malah sampai dipegangi oleh tante dan om saya agar bisa diobati. Setelah mamah saya selesai mengobati luka saya, saya masih menangis dan akhirnya tertidur. Saya bangun saat adzan maghrib berkumandang. Saya masih berdiam diri di kamar karena kaki saya tidak bisa ditekuk, kalau ditekut nanti sakit. Setelah sholat isya, kita bersiap-siap untuk pulang kampung. Diperjalanan menuju tol tidak kendaran sudah sepi. 'Ini mah bakal lancar jalanannya ' ucap papah saya. 
     Setelah berlalu cukup lama memang lancar sekali, tetapi saat keluar tol didaerah cirebon, itu macet total. Orang-orang pada mematikan mesinnya.Itu sekitar jam 2 pagi, saya terbangun dan saya masih dengan pose sama seperti pertama masuk, saya masih sangat takut menekukkan kaki saya. Saya duduk di kursi paling belakang dengan posisi kaki selonjoran kesamping, karena dibelakang saya memang tidak ada orang lagi. Tidak lama kemudian saya tertidur kembali. Setelah pagi, sekitar jam 9 baru mobil saya dan rombongan bisa maju perlahan-lahan. Lalu sekitar jam setengah 1 malam kita sampai di kampung halaman mamah saya. 

     Setelah menurunkan saya, mamah saya dan ka fenti beserta barang-barang kita, papah saya langsung berangkat ke kampung halamannya untuk mengantarkan om dan tante saya. Saya langsung pergi kekamar dengan jalan sedikit pincang. Lagi-lagi saya tidur dengan keadaan kaki berselonjor. Pagi pun sudah datang, tadi malam mamah saya tidak membangunkan sahur saya. Saat saya keluar dari kamar saya mendengar banyak orang menangis di halaman rumah mbah saya. Saya langsung menghampiri lagi-lagi berjalan dengan pincang. 

     Saya melihat budeh saya sedang memegang pundak mamah saya yang sedang menangis. Saya kepo dan saya langsung menanyakan ke ka fenti yang kebetulan ada di dekat saya dan menggendong ade saya. 'Ka mamah kenapa?' tanya ku. 'Papah ditahan di kantor polisi' jawab ka fenti dengan nada ingin menangis. Saya bingung kenapa papah saya ditahan. Akhirnya saya menghampiri mamah dan budeh saya. 'Budeh papah kenapa ditahan?emang papah kenapa?' Tanya ku sambil menahan tangis. 'Papah dituduh nabrak orang ka' jawab budeh ku sambil terisak. Saat sedang pada menangis. Tiba-tiba padeh saya datang, 'gimana mas?papahnya shelin?' Tanya mamah saya. 'Belom bisa keluar, harus ada konfirmasi dari orangnya itu. Kata papahnya shelin sih dia ganabrak cuman kan jalanan licin nah si motornya itu jatoh di depan mobil papahnya shelin. Tapi warga taunya papahnya shelin yang nabrak. Ini mah gabakal langsung dikeluarin. Paling abis lebaran dikeluarinnya.' Jawab panjang padeh saya. Mamah saya yang mendengar penjelasan dari padeh saya langsung menambah jadi nangisnya. 

     Malam pun tiba dan ini malam takbiran. Malam takbiran tahun ini di hiasi oleh air mata, pertama kaki saya sakit dan saya tidak bisa ikut takbiran keliling bersama. Yang kedua papah saya tidak bersama saya hingga besok. Selesai sholat ied mamah kembali menangis, mamah langsung menelfon papah yang sedang dijauh sana. Mamah meminta maaf sambil menangis. Mendengar suara papah hati saya tersentuh. Saya langsung masuk kekamar dan menangis sejadi-jadinya. Saya kangen papah, saya ingin meminta maaf kepada papah, tetapi kalau lewat telfon saya tidak bisa ngomong karna tidak bisa menahan tangis. Akhirnya setelah menangis saya ikut mamah saya berkeliling untuk meminta maaf. Sorepun datang saya, mamah saya, ade saya dan mbah saya sedang diruang tamu menonton tv. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu. Dan ternyata yang mengetuk pintu adalah papah saya. Ade saya langsung lari dan memeluk papah saya sambil menangis. Tidak tahan melihatnya saya ikutan menangis.

Comments

Popular posts from this blog

Marawis

Marawis  adalah salah satu jenis "band tepuk" dengan  perkusi  sebagai  alat musik  utamanya. Musik ini merupakan kolaborasi antara kesenian  Timur Tengah  dan  Betawi , dan memiliki unsur ke agamaan  yang kental. Itu tercermin dari berbagai lirik lagu yang dibawakan yang merupakan pujian dan kecintaan kepada Sang Pencipta. Sejarah Marawis Kesenian marawis berasal dari negara timur tengah terutama dari  Yaman . Nama marawis diambil dari nama salah satu alat musik yang dipergunakan dalam kesenian ini. Secara keseluruhan, musik ini menggunakan  hajir ( gendang  besar) berdiameter 45 Cm dengan tinggi 60-70 Cm, marawis (gendang kecil) berdiameter 20 Cm dengan tinggi 19 Cm,  dumbuk  atau (jimbe) (sejenis gendang yang berbentuk seperti  dandang , memiliki diameter yang berbeda pada kedua sisinya), serta dua potong  kayu  bulat berdiameter sepuluh sentimeter. Kadang kala perkusi dilengkapi dengan  ...

Kelas 12 IPA 1 Kelompok 3 Ujian Praktik Teater 'Usaha Membawa Nikmat' SMAN 41 Thn 2018

Ujian Praktik Teater 'Usaha Membawa Nikmat' SMAN 41 Thn 2018 TIM PRODUKSI: 1.      ADITYA ANASTA   (PELATIH DIMAS, PENATA MUSIK) 2.      ALIF MUZAKKI        (PETINJU, MUSUH DIMAS) 3.      ALFRIDA NS                        (MC, PENATA PANGGUNG) 4.      ANNISA PY              (LIZA, PENATA RIAS) 5.      DIMAS AW              (PETINJU) 6.      M. SOLEH AMAL    (WASIT, PENATA PANGGUNG) 7.      NOVAL TAUHID     (PELATIH ALIF) 8.      SAFIRA DL        ...

Kelas 12 IPS 1 Ujian Praktek Teater "Pembenahan Wisma Atlet" SMAN 41 Thn 2018

Kelas 12 IPS 1 Ujian Praktek Teater "Pembenahan Wisma Atlet" SMAN 41 Thn 2018 Ujian Praktek SMAN 41 Jakarta Bahasa Indonesia Tahun Ajaran 2017 / 2018 "Pembenahan Wisma Atlet" Oleh Kelompok 3 1.Dicky Andika Nugraha : Wakil Presiden 2. Dwiki Agung Priambodo : Menteri PUPR 3. Desita Dwi Suciyani : Dirjen PUPR dan Direktur Persero 4. Salsabila Mutiara Puspa : Kontraktor PT. Persero 1 5. Friska Steviana : Kontraktor PT. Persero 2 6. Gustiana Putri Maharani : Atlet Volly 7. Nur Ismi Novyanti : Atlet Timnas Volly Indonesia 8. Ega Lusyana : Reporter 9. Syifaus Sakinah : Kameramen Guru Penilai : Muhammad Jarkasih, S.Pd., M.Par. Siwi Marwati, S.Pd. Dra. Nova Linda, M.Pd. Adegan 1 Setelah mendapatkan kabar bahwa Indonsia menjadi salah satu kandidat sebagai Tuan Rumah Asian Games 2018. Pada tanggal 25 Juli 2014, OCA menunjuk Jakarta sebagai Tuan Rumah Asian Games XVIII dengan Palembang. Oleh sebab ...