Cerpen "Firasat Seorang Ibu" SMAN 41 Thn 2016
Nama: Safira Dwiyanti LaskarjatiKelas: X MIA-1
Bidang Studi: Bahasa Indonesia
Guru Bidang Studi: Muhammad Jarkasih,S.Pd,.M.Par.
Firasat Seorang Ibu
Namaku Safira Dwiyanti Laskarjati dari kelas X MIA-1. Saya ingin bercerita pengalamanku yang nyata tanpa direkayasa dan tanpa dibuat-buat. Berjudul “ Firasat seorang Ibu.”
6 tahun yang lalu,waktu itu memasuki bulan puasa. Kebiasaan masyarakat Indonesia khususnya yang beragama islam,pasti ketika sudah memasuki pertengahan atau akhir bulan puasabanyak masyarakat pulang kampung kehalaman mereka masing-masing untuk merayakan Lebaran Idul Fitri bersama keluarga. Selama 1 bulan penuh menjalankan ibadah puasa disertai solat sunah tarawih dan solat id,masyarakat beragama islam juga saling memaaf-maafkan selama ini diperbuat sengaja atau tidak sengaja. Keluarga saya pun sama,saya dan keluarga juga pulang kampung. Tapi saya dan keluarga pulang kampung ketempat bapak di Surabaya. Karena mama saya berasal dari Jakarta dan bapak dari Surabaya. Jadi setiap tahun pasti harus pulang ketempat bapak baru ketempat mama.
Sebelum saya dan keluarga berangkat salah satu orang tua mama nenek menelpon ke mama “ kamu apa kabar,nanti pulang kesini ngga? Soalnya ibu udah kangen.”kata nenek. “Allhamdulillah baik,ngga bu saya pulang ketempat suami dulu baru habis dari sana. Emangnya ada apa bu?”kata mama. “ngga ada apa –apa,ibu kangen banget sama kamu sama cucu-cucu ibu.Ngga bisa kesini dulu?” kata nenek. “ngga,bisa bu.Palingan habis dari sana baru ke Bogor.” Kata mama. “ yaudah,Semoga kamu dan keluarga sehat sampai tujuan dengan selamat dan bisa lihat ibu.” Kata nenek. “iya,bu.” Kata mama.
Hari berangkat pun tiba,saya dan keluarga sudah siap berangkat mengendarai mobil pribadi.Diperjalanan masih di daerah Jakarta terdengar suara ambulan beberapa kali lewat ternyata ambulan orang meninggal,di daerah jawa barat dan jawa timur juga terdengar makin banyak. Lalu mama berkata “Ada,apa yak o banyak mobil ambulan orang meninggal dari Jakarta sampai sekarang. Perasaan mama ko ngga enak ya.” “mama ngomong apa sih kaya gitu udah ngga ada apa-apa ko.” Kata saya.
Ketika hari lebaran idul fitri tiba dimana semua masyrakat beragama islam saling memaaf-maafkan satu dengan yang lain,itu juga yang saya dan keluarga kepada kakek dan nenek ayah serta saudara-saudara dari bapak. Setelah meminta maaf kepada keluarga bapak sekarang giliran menelpon keluarga mama,lalu bapak menelepon kemudian diangkat oleh kakek. Saya dan keluarga meminta maaf kepada keluarga mama.Tiba-tiba mama bertanya kepada kakek “ayah,ibu dimana aku mau ngomong?” “Ibu sedang bersama-sama saudara-saudaranya,nanti ayah sampaikan.”kata kakek. “ yaudah,aku minta maaf kepada ibu,mungkin aku jarang main kesana.Semoga ibu sehat selalu.”kata mama. “iya,amin.” Kata kakek.
Setelah hari lebaran lewat saya dan keluarga pulang kejakarta dan pergi kerumah keluarga mama. Kami berangkat hari kamis,pada hari jumat masih dijalan. Ditengah perjalanan jumat malam kakek dari mama menelepon bapak dan menginformasikan bahwa nenek dari mama meninggal,tapi bapak ngga kasih tau mama. Dia cumin bilang banyak-banyak berdoa dan berzikir sambil memberikan tasbih ke mama.Ketika mendengar hal itu bapak terus menyetir sampai Jakarta tanpa istirahat dan tanpa tidur,mama pun tetap berdoa dan berzikir. Ia tau perasaannya tidak enak.
Kondisi jalanan yang macet banget,saya dan keluarga sampai dibogor dirumah keluarga mama jam 15.00,lalu mama keluar menangis dan mencari nenek,ternyata nenek lagi disolatkan. Setelah disolatkan saya dan keluarga diperbolehkan melihat nenek untuk yang terakhir,lalau bapak memimpin doa untuk nenek dan mama sangat sedih,ia tidak kuasa melihat nenek. Ia juga hampir pingsan dan badannya lemas seketika. Akhirnya nenek dibawa ketempat terakhirnya untuk beristirahat,setelah nenek dikubur dan diokan bersama-sama. Mama tidak mau pulang dan ingin menemani nenek,melihat mama seperti itu aku teringat sama pesan nenek waktu aku kecil “ Kamu harus menjaga mama,jangan bikin dia sedih,marah dan sampai meninggalkan kamu,ingat ya cu” lalu kakek membujuk mama,dan mama mau pulang.
Setelah sampai dirumah adik mama cerita ke mama “kalau nenek kalau pergi kemanapun pasti cepat,tapi kemarin lama banget,terus disana tiduran mulu,mondar-mandir ke toilet dan habis pulang kerumah saudara pingsan ngga sadar terus dibawa kerumah sakit dekat rumah penuh akhirnya ke rumah sakit bogor terus golongan darahnya habis dicaei-cari ngga ada,adanya di PMI pas dibawa darahnya,ibu udah ngga ada.” “ berarti kemarin telepon nenek kangen itu tanda-tanda.”kata mama.
Sekian cerita saya…..Semoga kita bisa mengambil hikmahnya.
Comments
Post a Comment