Nama : Rkyan Diandra C.
Kelas : X MIA 3
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Goodbye UN
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu.
Hai kenalin nama gue Rkyan Diandra Choirunissa biasa dipanggil Icha, disini gue mau nyeritain pengalaman gue yang udah satu tahun lalu waktu gue liburan bareng temen-temen gue tepatnya tanggal 25 sampai 31 Mei tepatnya kurang lebih 23 hari setelah UN SMP 2015, ya itu alesan kenapa gue pake judul goodbye UN. Awalnya waktu kita cuma iseng ngerencanain buat liburan ke Yogya bareng sampe akhirnya hari demi hari kita lupa sama planning kita. Setelah UN selesai kita ngumpul bareng lagi, pas kita lagi ngobrol tiba-tiba salah satu temen gue inget sama rencana kita sebelum UN, mulailah kita ngobrolin rencana kita lagi. Akhirnya, rencana kita bukan sekedar wacana. Tiba saat yang kami nanti yaitu tanggal 25 Mei tepat saat kita berangkat ke Jogja. Pukul 22.00 kami kumpul di Stasiun Pasar Senen. Kereta yang kami tumpangi tertulis di tiket akan berangkat pukul 22.30. Namun, saat jarum jam menunjukan pukul 22.25 salah satu teman gue belom dateng. Lalu kita panik ga karuan dia gabisa dihubungin. Pada akhirnya dia mengangkat telfon dari salah satu temen gue, waktu ditanya dia dimana jawabnya dirumah, disitu betapa keselnya gue sama dia. Lalu dia bilang gajadi ikut entah apa alesannya tapi akhirnya kita semua bisa bujuk dia buat tetep ikut. 22.29 dia tiba di Stasiun Pasar Senen. Jadilah gue liburan bareng 8 temen gue yaitu Stella atau biasa dipanggil Cece, Afif, Topan,Aldrian yang biasa dipanggil Mame, Ferdian yang biasa dipanggil Oblay, Bayu, Nando dan Guly Setelah memasuki stasiun kami duduk diruang tunggu bersama penumpang lainnya. Namun kami tidak meihat sama sekali ada kereta tujuan jogja Parkir di stasiun tersebut. Tak lama kami mendapat informasi bahwa kereta tujuan Jogja yang ingin kami tumpangi mengalami keterlambatan datang. Setelah 3 jam menunggu akhirnya kereta kami tiba. Semua penumpang terburu menaiki kereta tersebut. Gue duduk bareng Cece, Mame dan 3 penumpang lainnya didepan kami. Tak ada ruang untuk meluruskan kaki sampai-sampai kami tidak bisa tidur. Tiba-tiba petugas kereta menginformasikan ada gerbong kosong di gerbong paling belakang, akhirnya kami memutuskan untuk pindah ke gerbong tersebut. Berbeda dengan gerbong sebelumnya, di gerbong ini kami mendapat satu kursi full untuk sendiri dan akhirnya kami bisa tidur dengan tenang.
Keesokan siang harinya kami tiba di stasiun Lempuyangan. Gue dan Cece dijemput supir Pakde gue sedengakan yang lainnya dijemput pakdenya Afif. Lalu kami menuju rumah Sleman untuk beristirahat. Tiba disana kami disambut keluarga gue. Setelah makan siang dan bersih-bersih kami melanjutkan perjalanan menuju Candi Borobudur lalu pada malamnya kami pergi ke Malioboro lalu malamnya kami ke Malioboro. Tanggal 27 kami berencana ke Goa Pindul, namun melihat cuaca yang kurang mendukung akhirnya kita memutuskan untuk berjalan-jalan dekat Maliobor. Kami mengunjungi Museum Benteng Vredeberg, disana kami mendapat banyak ilmu sejarah tentang Jogja. Lalu kami pergi ke Taman Sari, lalu kami menuruti kemauan Cece untuk foto-foto di Museum 3D. Sore harinya kita kembali kerumah untuk membersihkan diri. Malam harinya kami melanjutkan perjalana ke Taman Pelangi, disana sempet terjadi konflik antara gue dan Afif. Awalnya dari kebiasaan gue yang moody dan akhirnya Afif bĂȘte denger gue ngoceh dijalan tapi itu gaberlangsung lama kita baikan lagi. 28 Mei 2015, pagi hari kami sudah bersiap untuk pergi ke Taman Wisata Kalibiru, hamper 2 jam menempuh perjalanan
kami tiba di gerbang pertama Kalibiru mobil kami berhenti disitu namun kami harus mendaki lagi sejauh 4 kilometer dengan track yang sangat curam. Lelah kami terbayar dengan pemandangan yang sangat indah saat kami tiba diatas. Pukul 15.30 kami kembali ke Sleman, seperti biasa tak berhenti hanya disitu perjalanan kami. Malam harinya kami pergi ke Alun-alun Kidul atau biasa disebut Alkid disana terdapat 2 pohon beringin yang banyak orang sebut pohon keberuntungan. Konon, apabila kita dapat melewati tengah-tengah pohon itu secara lurus doa yang kita panjatkan akan terkabul. Namun tidak ada satu dari kita yang lolos. Lelah mencoba kami mencari tempat makan. Keesokan harinya adalah hari sebelum kita pulang ke Jakarta. Kami pergi ke Pantai Drini yang terletak di Gunung Kidul, disana kami merasa memiliki pantai prbadi karena taka da seorangpun yang berkunjung selain kami. Pulang dari sana kami kembali ke Malioboro, namun Karena sudah malam banyak took yang tutup dan akhirnya kami memutuskan kembali besok pagi sebelum kami pulang ke Jakarta. Waktu menunjukan pukul 07.00 Sabtu, 31 Mei 2015. Gue dan Cece memutuskan untuk pergi ke Malioboro duluan karena yang lain harus merapikan rumah yang mereka inapi dan barang bawaan mereka. Namun sial jam yang gue pake telat satu jam dan gue sadar pas jam 2 siang dan kereta gue berangkat jam 3 sore. Akhirnya gue dan cece terburu-buru ke Sleman untuk mangambil barang bawaan kami lalu menuju ke Lempuyangan dengan kecepatan tinggi mobil melaju kencang mengejar waktu pukul 14.58 kami tiba di Lempuyangan, tak lama kami tiba kereta pun tiba lalu kami ber Sembilan memasuki kereta untuk pulang ke Jakarta.
Comments
Post a Comment