Skip to main content

Muhammad Rifki, Cerpen " Saya Siswa SMAN 41 " SMAN 41 Thn 2016

Assalamualaikum...Jurnalistik 41. Baca yuk cerpen saya yang berjudul "Saya Siswa SMAN 41.
Nama :  Muhammad Rifki
Kelas : X - MIA - 2
Sekolah : SMAN 41 Jakarta
Mapel : Bahasa Indonesia
Guru Bid. Studi : M. Jarkasih, S. Pd., M. Par.
                  " Saya Siswa SMAN 41 "
           Saya sangat tidak menyangka bisa masuk di SMAN 41, karena sekolah impian saya adalah SMAN 40 Jakarta karena dekat dan tidak terlalu pagi dalam bangun sekolah itu impian saya hancur sudah. Karena kesantaian saya dan saya terlalu percaya diri diterima di 40.
           Saya tidak tahu kenapa??? Disaat itu saya tidak melapor diri tetapi saya terlapor diri sendiri, saya bertanyapun sama teman saya diapun tidak tahu menau. Disaat itupun saya merasa dunia saya runtuh dan rasanya saya hancur. Karena sesungguhnya alasan lain saya adalah untuk mengejar cinta saya yang sudah diterima di SMA 40.
           Suatu hari saya mencoba datang ke 40, namun rasanya sulit sekali. Lalu saya ikhlaskan semuanya dan mencoba kuat tanpa orang yang menjadi penyemangat dan alasan saya datang ke Sekolah. Hehe
semuanya, dan yakin. Bahwa saya bisa!!!. Saya tidak mau membuat orang tua saya susah karena saya. Lalu saya memberikan data diri saya kepada seorang Guru disana yang saya kenal sekarang 'Mami Euis' dia memarahi saya dan saya menjelaskan semuanya, dan akhirnya saya setuju menandatangani surat lapor diri dan ternyata benar dugaan saya, saya belum lapor diri. Tapi saya ikhlas dan hari senin saya mulai masuk sekolah.
             Hari pertama saya masuk sekolah, seperti biasa saya terlihat bahagia dan bersemangat disaat saya bersedih dan memikirkan dia yang sedang menjadi Siswa di sekolah impian saya. Namun semua itu berbeda saat ada teman sebangku saya mirip dengan dia.
              Karena penyemangat saya, saya pun bersemangat di Orientasi walaupun saya dalam keadaan sakit. Lalu di Ruang 1 itu saya pun menjadi maskot dengan julukan ' Raisa ' sampai sekarang masih dipanggil seperti itu oleh Siswa 41.
              Lalu disaat selesai MOS saya pindah ke kelas baru dan jauh dari penyemangat saya. Awalnya kita walau jauh tetap sholat bareng. Namun lama kelamaan kami berdua pun menjauh, dan saya menjadi anggota dari grup Sumber Waras dimana saya laki - laki sendiri. Namun karena ada faktor sesuatu kami pun berpisah dan saya pindah tempat duduk disebelah Noval sampai sekarang. Disuatu hari kami ada disaat diharuskan mengambil nilai tari yang beranggotakan : Alfrida, Desta, Destia, Devikka, dan Sonny. Lama kelamaan kami semakin dekat dan kamipun menjadi sahabat dengan nama 'Dugong Lovers'.
           Suatu hari saya memimpikan 40 dan juga saya melihat SMAN 80 yang bagus sekali, dan juga temen saya yang manas - manasin tentang 40. Namun saya juga berfikir disini banyak yang membutuhkan saya, dan juga yang namanya Calon OSIS itu tidak bisa berpindah sekolah. Lalu disaat itu otak dan fikiran saya sulit dikontrol. Lalu saya juga berfikir. Saya harus berterimakasih kepada SMAN 41 karena dia yang telah memberikan saya kesempatan, dan juga membuat saya bisa move on dari masa lalu saya.
            Dan Orang Tua saya pun berkata " Udahlah Ki Sekolah itu sebentar, ngga usahlah pindah - pindah, ntar juga ngga kerasa. " saya juga berfikir pindah sekolah apakah disana juga saya seperti di 41???.
            Lalu memang benar apa mimpi saya. Saya bersekolah di sekolah yang berwarna hijau, dan pintu masuknya bertiang. Itulah 41. Mulai sekarang saya menyerah pada 41, dan saya akan memberikan apa yang saya bisa, dan membuat SMAN 41 bukan Sekolah buangan tetapi sekolah impian. Saya Muhammad Rifki, Saya Siswa SMAN 41 Jakarta.

Comments

Popular posts from this blog

Marawis

Marawis  adalah salah satu jenis "band tepuk" dengan  perkusi  sebagai  alat musik  utamanya. Musik ini merupakan kolaborasi antara kesenian  Timur Tengah  dan  Betawi , dan memiliki unsur ke agamaan  yang kental. Itu tercermin dari berbagai lirik lagu yang dibawakan yang merupakan pujian dan kecintaan kepada Sang Pencipta. Sejarah Marawis Kesenian marawis berasal dari negara timur tengah terutama dari  Yaman . Nama marawis diambil dari nama salah satu alat musik yang dipergunakan dalam kesenian ini. Secara keseluruhan, musik ini menggunakan  hajir ( gendang  besar) berdiameter 45 Cm dengan tinggi 60-70 Cm, marawis (gendang kecil) berdiameter 20 Cm dengan tinggi 19 Cm,  dumbuk  atau (jimbe) (sejenis gendang yang berbentuk seperti  dandang , memiliki diameter yang berbeda pada kedua sisinya), serta dua potong  kayu  bulat berdiameter sepuluh sentimeter. Kadang kala perkusi dilengkapi dengan  ...

Kelas 12 IPA 1 Kelompok 3 Ujian Praktik Teater 'Usaha Membawa Nikmat' SMAN 41 Thn 2018

Ujian Praktik Teater 'Usaha Membawa Nikmat' SMAN 41 Thn 2018 TIM PRODUKSI: 1.      ADITYA ANASTA   (PELATIH DIMAS, PENATA MUSIK) 2.      ALIF MUZAKKI        (PETINJU, MUSUH DIMAS) 3.      ALFRIDA NS                        (MC, PENATA PANGGUNG) 4.      ANNISA PY              (LIZA, PENATA RIAS) 5.      DIMAS AW              (PETINJU) 6.      M. SOLEH AMAL    (WASIT, PENATA PANGGUNG) 7.      NOVAL TAUHID     (PELATIH ALIF) 8.      SAFIRA DL        ...

Kelas 12 IPS 1 Ujian Praktek Teater "Pembenahan Wisma Atlet" SMAN 41 Thn 2018

Kelas 12 IPS 1 Ujian Praktek Teater "Pembenahan Wisma Atlet" SMAN 41 Thn 2018 Ujian Praktek SMAN 41 Jakarta Bahasa Indonesia Tahun Ajaran 2017 / 2018 "Pembenahan Wisma Atlet" Oleh Kelompok 3 1.Dicky Andika Nugraha : Wakil Presiden 2. Dwiki Agung Priambodo : Menteri PUPR 3. Desita Dwi Suciyani : Dirjen PUPR dan Direktur Persero 4. Salsabila Mutiara Puspa : Kontraktor PT. Persero 1 5. Friska Steviana : Kontraktor PT. Persero 2 6. Gustiana Putri Maharani : Atlet Volly 7. Nur Ismi Novyanti : Atlet Timnas Volly Indonesia 8. Ega Lusyana : Reporter 9. Syifaus Sakinah : Kameramen Guru Penilai : Muhammad Jarkasih, S.Pd., M.Par. Siwi Marwati, S.Pd. Dra. Nova Linda, M.Pd. Adegan 1 Setelah mendapatkan kabar bahwa Indonsia menjadi salah satu kandidat sebagai Tuan Rumah Asian Games 2018. Pada tanggal 25 Juli 2014, OCA menunjuk Jakarta sebagai Tuan Rumah Asian Games XVIII dengan Palembang. Oleh sebab ...