Assalamualaikum...Jurnalistik 41. Baca yuk cerpen saya yang berjudul "Saya Siswa SMAN 41.
Nama : Muhammad Rifki
Kelas : X - MIA - 2
Sekolah : SMAN 41 Jakarta
Mapel : Bahasa Indonesia
Guru Bid. Studi : M. Jarkasih, S. Pd., M. Par.
Kelas : X - MIA - 2
Sekolah : SMAN 41 Jakarta
Mapel : Bahasa Indonesia
Guru Bid. Studi : M. Jarkasih, S. Pd., M. Par.
" Saya Siswa SMAN 41 "
Saya sangat tidak menyangka bisa masuk di SMAN 41, karena sekolah impian saya adalah SMAN 40 Jakarta karena dekat dan tidak terlalu pagi dalam bangun sekolah itu impian saya hancur sudah. Karena kesantaian saya dan saya terlalu percaya diri diterima di 40.
Saya tidak tahu kenapa??? Disaat itu saya tidak melapor diri tetapi saya terlapor diri sendiri, saya bertanyapun sama teman saya diapun tidak tahu menau. Disaat itupun saya merasa dunia saya runtuh dan rasanya saya hancur. Karena sesungguhnya alasan lain saya adalah untuk mengejar cinta saya yang sudah diterima di SMA 40.
Suatu hari saya mencoba datang ke 40, namun rasanya sulit sekali. Lalu saya ikhlaskan semuanya dan mencoba kuat tanpa orang yang menjadi penyemangat dan alasan saya datang ke Sekolah. Hehe
semuanya, dan yakin. Bahwa saya bisa!!!. Saya tidak mau membuat orang tua saya susah karena saya. Lalu saya memberikan data diri saya kepada seorang Guru disana yang saya kenal sekarang 'Mami Euis' dia memarahi saya dan saya menjelaskan semuanya, dan akhirnya saya setuju menandatangani surat lapor diri dan ternyata benar dugaan saya, saya belum lapor diri. Tapi saya ikhlas dan hari senin saya mulai masuk sekolah.
semuanya, dan yakin. Bahwa saya bisa!!!. Saya tidak mau membuat orang tua saya susah karena saya. Lalu saya memberikan data diri saya kepada seorang Guru disana yang saya kenal sekarang 'Mami Euis' dia memarahi saya dan saya menjelaskan semuanya, dan akhirnya saya setuju menandatangani surat lapor diri dan ternyata benar dugaan saya, saya belum lapor diri. Tapi saya ikhlas dan hari senin saya mulai masuk sekolah.
Hari pertama saya masuk sekolah, seperti biasa saya terlihat bahagia dan bersemangat disaat saya bersedih dan memikirkan dia yang sedang menjadi Siswa di sekolah impian saya. Namun semua itu berbeda saat ada teman sebangku saya mirip dengan dia.
Karena penyemangat saya, saya pun bersemangat di Orientasi walaupun saya dalam keadaan sakit. Lalu di Ruang 1 itu saya pun menjadi maskot dengan julukan ' Raisa ' sampai sekarang masih dipanggil seperti itu oleh Siswa 41.
Lalu disaat selesai MOS saya pindah ke kelas baru dan jauh dari penyemangat saya. Awalnya kita walau jauh tetap sholat bareng. Namun lama kelamaan kami berdua pun menjauh, dan saya menjadi anggota dari grup Sumber Waras dimana saya laki - laki sendiri. Namun karena ada faktor sesuatu kami pun berpisah dan saya pindah tempat duduk disebelah Noval sampai sekarang. Disuatu hari kami ada disaat diharuskan mengambil nilai tari yang beranggotakan : Alfrida, Desta, Destia, Devikka, dan Sonny. Lama kelamaan kami semakin dekat dan kamipun menjadi sahabat dengan nama 'Dugong Lovers'.
Suatu hari saya memimpikan 40 dan juga saya melihat SMAN 80 yang bagus sekali, dan juga temen saya yang manas - manasin tentang 40. Namun saya juga berfikir disini banyak yang membutuhkan saya, dan juga yang namanya Calon OSIS itu tidak bisa berpindah sekolah. Lalu disaat itu otak dan fikiran saya sulit dikontrol. Lalu saya juga berfikir. Saya harus berterimakasih kepada SMAN 41 karena dia yang telah memberikan saya kesempatan, dan juga membuat saya bisa move on dari masa lalu saya.
Dan Orang Tua saya pun berkata " Udahlah Ki Sekolah itu sebentar, ngga usahlah pindah - pindah, ntar juga ngga kerasa. " saya juga berfikir pindah sekolah apakah disana juga saya seperti di 41???.
Lalu memang benar apa mimpi saya. Saya bersekolah di sekolah yang berwarna hijau, dan pintu masuknya bertiang. Itulah 41. Mulai sekarang saya menyerah pada 41, dan saya akan memberikan apa yang saya bisa, dan membuat SMAN 41 bukan Sekolah buangan tetapi sekolah impian. Saya Muhammad Rifki, Saya Siswa SMAN 41 Jakarta.
Comments
Post a Comment