Skip to main content

Monica Oktaviana Effendi, Cerpen "Belajar Jujur" SMAN 41 Thn 2016

Cerpen "Belajar Jujur" SMAN 41 Thn 2016
Nama: Monica Oktaviana Effendi
Kelas: X MIA-1
Bidang Studi: Bahasa Indonesia
Guru Bidang Studi: Muhammad Jarkasih.S.Pd.,M.Par.
Belajar Jujur
Ujian Nasional akan segera berlangsung untuk Sekolah Menengah Pertama. Tentu juga untuk sekolah Dinda secara sekolah Dinda adalah salah satu sekolah negeri favorit di Jakarta Pusat. Ujian nasional akan dilaksanakan senin depan, sebab itulah Dinda dan teman-temannya berencana belajar bersama selama UN berlangsung. Mereka tidak seperti sebagian temen Dinda yang lain yang lebih menggunakan kunci jawaban yang dibelinya di social media. Menurut mereka mendapat hasil dengan keringat sendiri akan lebih nikmat daripada mengunakan bantuan KJ. Pagi ini dirumah Dinda, Dinda yang sibuk dengan handphone dan earphonenya dikagetkan dengan sura getara dari Hpnya tertera nama Nadia disana.
“Halo nad, kenapa?” Tanya Dinda “Iya din, hari ini belajar bareng gak?” kata Nadia
“Belajar dimana? Dirumah gue aja.” Ucap Dinda
“Yaudah, gue kasih tau Nino sama Aldi dulu yaa.”  
“Iya yaudah”
Ditutuplah telepon oleh Dinda dan Dinda langsung bergegas untuk mandi. Setelah 30 menit Dinda telah mandi dan menunggu ketadangan teman-temannya. Tok! Tok! “Assalamualaikum Dindaaa.” Mendengar ketukan pintu dan salam Dinda bergegas membukakan pintu untuk temannya tersebut. “Walaikumsalam eh ayo masuk,” Menjawab salam dari teman-temannya dan mengajaknya masuk dan mereka memasuki rumah Dinda.
“Din, wangi banget lo pengen ketemu sama hem.. hem,” Kata salah satu teman Dinda yang bernama Nino, Nino melirik kearah Dinda dan salah satu temannya yang bernama Aldi.
“Apaansih No, ga jelas lo. Orang gue kaga pake parfum yang berlebihan kok.” Ngeles Dinda  
“Tapi kayanya bener deh kata Nino, kaya ada udang dibalik bakwan gitu,” timpal Nadia
“Iya terserah kalian deh males gue ngebahasnya.” Kesal Dinda
“Udah-udah jadi belajar bareng engga nih, kalo engga gue sama Nino pulang aja deh” kesal Aldi
“Apaansih Di, baperan lo ini juga mau belajar”
“Engga gue gabaper lonya aja yang sensian daritadi,” timpal Aldi
“Yeh, jadi lo berdua yang berantem udah ayo belajar,” ajak Nino. Mereka pun segera belajar dan mulai membhasa soal-soal yang akan diujikan di UN. Nadia teringat bahwa dia habis beli buku Fokus UN. Dia pun mengeluarkan buku itu dan memberitahu pada teman-temannya.
“Gue habis beli buku yang bu Rani kasih tau kemaren bareng Reni dan Dwi.” Jelas Nadia
“Yah, lo kok kaga ngajak gue sih gue kan juga pengen beli buku ini,”
“Iya Din, maaf kemaren tiba-tiba mereka ngajakin gue beli ginian.” Terang Nadia
“Oh yaudah, ngga apa-apa yuk kita belajar pake buku ini.”
Mereka fokus belajar tugas Aldi dan Nino yang mengajarkan Dinda dan Nadia karena soal yang dibahas adalah soal Matematika. Dinda dan Nadia memang tidak pandai dalam hal menghitung.
Tiba-tiba Nino membuka pembicaraan “Eh banyak ya teman kita yang pake KJ,”
“Lo mau pake? Gue sih kaga mau buat apaan pake KJ malah nyesatin kita.” Ucap Aldi
“Nyesatin? Nyesatin gimana Di?” tanya Dinda
“Iyalah Din, kalo misalnya kita pake Kj iya sih bisa lulus dengan nilai baik. Tapi pasti bakal sengsara di sekolah yang bakal lo pilih lo kaga ngertin apa-apaan tiba di kasih pelajaraan yang pasti berat iyakan?” jelas Aldi
“Oh gitu ya Di, kok gue masih ga ngerti ya?” tanya Dinda kembali
“Yaiyalah Din, lo kan lemot tingkat dewa siwa din. Yang penting kalian ngertika Nad, No?” tanya Aldi pada Nadia dan Nino
“Ngertilah Di, hahaha” Jawab Nadia dan Nino kompak
Saking serunya mereka meledek Dinda dengan penyakitnya yang tidak pernah hilang yaitu lemot tingkat Dewa Siwa. Sampai tak sadar sedari tadi mama Dinda memperhatikan mereka. “Eh ada tante, apa kabar tan?”Sapa Nadia yang baru menyadari kehadiran mama Dinda
“Baik, lagi belajar ya. Yang rajin-rajin belajarnya jangan kaya diTV itu banyak yang pake KJ, kalian ngga pake kan?” Tanya mama Dinda
“Enggalah tan, tenang kita mah bersih dari KJ ye gak di,” ucap Nino
“Iya tan, emang lagi jamannya sih KJ beredar. Tapi kita sepakat untuk tidak menggunakan KJ yekan din?” tanya Aldi tersenyum pada Dinda.
“Hah, iya dong ma bener kata Aldi dan Nino intinya kita mau belajar jujur dalam un kali ini.”
“Baguslah kalo gitu semangat belajar ya kalian.” Ucap mama Dinda
“Tentu tante” jawab Nadia “Siap laksanakan komandan” Ucap Dinda pada mamanya
Mamanya hanya tersenyum dan berlalu kebelakang.
Mereka terus belajar hingga datanglah sore. Nadia,Aldi dan Nino berniat untuk pulang mereka segera merapikan barang bawaannya dan berpamitan kepada mama Dinda. “Nad, Di, No, besok kita gausah belajar dulu ya besok buat istirahat aja ya biar pas seninnya otak kita lebih fresh  lagian ga bagus kalau otak harus bekerja terus harus ada istirahatnya juga kan?” terang Dinda
“Iya Din, bener kata lo jadi nanti pas hari senin kita jadi lebih fit dan fresh ya kan” timpal Aldi
“Gimana kalo kita berdoa dulu yuk buat UN besok senin, yaallah semoga engkau beri kemudahan bagi kami untuk mengerjakan soal-soal pada haris enin nanti dan seterusnya.. dan jagalah pikiran dan hati kami agar tidak terbawa nafsu untuk menyentuh KJ aminnn yarabb.” Seutas doa yang dipimpin Nino
“Amin yallah” jawab serentak teman-temannya. Mereka pun segera kembali kerumah rumah masing_masing untuk persiapan hari senin. Hari senin pun telah tiba Dinda,Nadia,Aldi dan Nino telah memasuki ruang ujian mereka saling memandang memberi tanda dimulailah semuanya dari sini.
Ujian telah berlangsung mereka mengerjakan soal-soalnya dengan tenang dan mampu sepertinya. UN pun terus berlanjut Dinda, Nadia, Aldi dan Ninotetap melanjutkan belajar bersama setiap hari setelah pulang sekolah. Mereka mengerjakan semua ujian dengan jujur. Tidak seperti sebagian teman mereka yang lebih memilih menggunakan KJ untuk membantu mereka mengerjakan soal-soal UN. Hari ini adalah hari terakhir UN dilaksanakan Dinda dkk merasa senang karena mereka telah mengerjakan semua soal UN dengan jujur.
Mereka bangga dengan diri mereka sendiri karena telah belajar jujur menghadapi UN. Usaha mereka selama ini tidak sia-sia. Orang tua mereka sangat senang dan bangga pada mereka karena mereka mau belajar jujur. Walau mereka tidak tahu hasilnya seperti apa yang terpenting adalah mereka telah belajar jujur dalam hal kecil seperti Ujian Nasional.

Comments

Popular posts from this blog

Marawis

Marawis  adalah salah satu jenis "band tepuk" dengan  perkusi  sebagai  alat musik  utamanya. Musik ini merupakan kolaborasi antara kesenian  Timur Tengah  dan  Betawi , dan memiliki unsur ke agamaan  yang kental. Itu tercermin dari berbagai lirik lagu yang dibawakan yang merupakan pujian dan kecintaan kepada Sang Pencipta. Sejarah Marawis Kesenian marawis berasal dari negara timur tengah terutama dari  Yaman . Nama marawis diambil dari nama salah satu alat musik yang dipergunakan dalam kesenian ini. Secara keseluruhan, musik ini menggunakan  hajir ( gendang  besar) berdiameter 45 Cm dengan tinggi 60-70 Cm, marawis (gendang kecil) berdiameter 20 Cm dengan tinggi 19 Cm,  dumbuk  atau (jimbe) (sejenis gendang yang berbentuk seperti  dandang , memiliki diameter yang berbeda pada kedua sisinya), serta dua potong  kayu  bulat berdiameter sepuluh sentimeter. Kadang kala perkusi dilengkapi dengan  ...

Kelas 12 IPA 1 Kelompok 3 Ujian Praktik Teater 'Usaha Membawa Nikmat' SMAN 41 Thn 2018

Ujian Praktik Teater 'Usaha Membawa Nikmat' SMAN 41 Thn 2018 TIM PRODUKSI: 1.      ADITYA ANASTA   (PELATIH DIMAS, PENATA MUSIK) 2.      ALIF MUZAKKI        (PETINJU, MUSUH DIMAS) 3.      ALFRIDA NS                        (MC, PENATA PANGGUNG) 4.      ANNISA PY              (LIZA, PENATA RIAS) 5.      DIMAS AW              (PETINJU) 6.      M. SOLEH AMAL    (WASIT, PENATA PANGGUNG) 7.      NOVAL TAUHID     (PELATIH ALIF) 8.      SAFIRA DL        ...

Kelas 12 IPS 1 Ujian Praktek Teater "Pembenahan Wisma Atlet" SMAN 41 Thn 2018

Kelas 12 IPS 1 Ujian Praktek Teater "Pembenahan Wisma Atlet" SMAN 41 Thn 2018 Ujian Praktek SMAN 41 Jakarta Bahasa Indonesia Tahun Ajaran 2017 / 2018 "Pembenahan Wisma Atlet" Oleh Kelompok 3 1.Dicky Andika Nugraha : Wakil Presiden 2. Dwiki Agung Priambodo : Menteri PUPR 3. Desita Dwi Suciyani : Dirjen PUPR dan Direktur Persero 4. Salsabila Mutiara Puspa : Kontraktor PT. Persero 1 5. Friska Steviana : Kontraktor PT. Persero 2 6. Gustiana Putri Maharani : Atlet Volly 7. Nur Ismi Novyanti : Atlet Timnas Volly Indonesia 8. Ega Lusyana : Reporter 9. Syifaus Sakinah : Kameramen Guru Penilai : Muhammad Jarkasih, S.Pd., M.Par. Siwi Marwati, S.Pd. Dra. Nova Linda, M.Pd. Adegan 1 Setelah mendapatkan kabar bahwa Indonsia menjadi salah satu kandidat sebagai Tuan Rumah Asian Games 2018. Pada tanggal 25 Juli 2014, OCA menunjuk Jakarta sebagai Tuan Rumah Asian Games XVIII dengan Palembang. Oleh sebab ...