Nama : m.rachman.w
Kelas : X IIS 1
Pelajaran : Bahasa Indonesia
Guru : Muhammad Jarkasih S.Pd., M.Par
Tugas : Cerpen
Tema : Teman
"Baskom pecah"
Pada suatu hari aku berangkat seperti biasa ke sekolah dengan sepeda kesayangan ku ,hari ini adalah hari kamis hari yang sangat aku tunggu tunggu bukan karena sudah dekat dengan hari libur tetapi karena pada hari kamis ada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam atau IPA yang sangat aku suka ,di saat aku memasuki gerbang sekolah pada jam 05.30 pagi suasana di sekolah sangat sejuk dan damai tanpa ada suara suara lain dan hanya ada suara jangkrik yang bebunyi di kebun sekolah dengan ke ada an yang masih menahan kantuk aku memarkirkan sepeda ku dan segera berjalan ke arah kantin untuk membeli beberapa potong roti untuk ku jadikan sarapan pagi ,di saat aku tiba di kelas ku aku seperti ada di dimensi lain kelas ku tidak seperti yang sering aku lihat terang dan ramai tapi justru gelap dan mencekam ,aku memasuki kelas dan duduk di bangku ku untuk menyantap roti yang sudah ku beli ,beberapa menit kemudian tepat nya pukul 5.58 teman ku yang bernama dicky datang dan menemani ku mengobrol sampai kelas menjadi ramai dengan teman teman ku ,tibalah pada saat istirahat waktu yang sangat aku tunggu tunggu ,aku segera mendekati teman ku edo dan mengajak nya kedepan kelas dan bermain dengan baskom cuci tangan yang ada di depan kelas ,saat aku sedang mengenakan baskom itu di kepalaku sebagai helm edo langsung memukul baskom di kepala ku dengan seruling (recorder) dan kau bisa menebak yang terjadi selanjutnya ,ya...baskom itu retak dan pecah karena kesalahan kami berdua guru pun menghukum kami dan menyuruh kami untuk mengganti baskom yang pecah itu dengan yang baru di pasar dengan langkah seribu aku dan edo pun bergegas mengambil sepeda lalu segera menuju pasar terdekat untuk mencari baskom pengganti nya ,sesampai nya di pasar aku dan edo pun mulai berpencar untuk mencari toko plastik atau perabotan rumah ,15 menit lamanya kami berpetualang di pasar kami pun menemukan baskom yang sama dengan yang kami pecahkan di sekolah ,setelah bertanya masalah harga aku dan edo pun terkaget bahwa baskom tersebut berharga 20 ribu rupiah sementara uang kami berdua hanya 13 ribu lalu aku pun mencari ibu ku yang pada saat itu sedang ada di pasar yang sama ,setelah aku bertemu ibu ku aku pun meminta sejumlah uang ke ibuku dan kembali ke edo untuk membayar baskom tersebut bersama sama ,aku dan edo pun kembali ke sekolah dan berhasil mengganti baskom yang kami pecahkan.
Comments
Post a Comment