Skip to main content

Luthfiyah Aisyah, Cerpen "Libur Lebaran"

Libur Lebaran
Hai, ini cerita saya tentang liburan lebaran tahun kemarin.
Nama saya Luthfiyah Aisyah

            Pada libur lebaran tahun kemarin, satu hari sebelum Hari Raya Idul  Fitri saya, ibu saya, ayah saya, adik saya dan juga tante beserta anaknya pulang ke kampung mama saya di Cilacap, Jawa Tengah. Saya berangkat pukul 19.30 dan memakan waktu hampir 17 jam sehingga saya tiba pukul 12.00 keesokan harinya tepat pada Hari Raya Idul Fitri. Saya tidak sempat solat Idul Fitri karena terjebak macet diperjalanan dan lokasinya jauh dari masjid. Sesampainya disana, saya pun salim kepada keluarga mama saya dan beranjak menuju kamar untuk beristirahat sejenak. Saat sore tiba, saya pun mandi dan makan. Di kampung mama saya, saya menginap dan liburan disana, kurang lebih 3 hari. Disana saya membantu mama dan tante memasak, bermain dengan saudara-saudara saya&teman-teman kecil saya, melihat sawah, dan ziarah ke makam tante, orang tua dari nenek kakek saya dan adik pertama saya yg telah meninggal 12 tahun yang lalu. Udara di rumah nenek saya sangat menyejukkan karena jauh dari kota dan sangat banyak pepohonan yang rindang dan hijau.
Setelah 3 hari berlalu..
Saya bersama ayah,ibu dan adik saya pun berlanjut untuk menuju kampung ayah di Demak, Jawa Tengah. Tetapi, tante beserta anaknya ia masih menginap di kampung mama. Saya pun pergi ke kampung ayah, tetapi tidak langsung kesana karena mama ingin sekali ke Candi Borobudur. Saya berangkat dari Cilacap pukul 09.00 dan sampai di Candi Borobudur pukul 15.30. Jadi sebelum kekampung ayah, kitapun menuju Candi Borobudur terlebih dahulu. Saat ingin memasuki wilayah parkiran Candi Borobudur, sangatlah macet. Sehingga bisa memakan waktu 1 jam untuk memarkir mobil. Tapi saat sesampainya disana dan sudah memarkir mobil, kami tidak langsung ke loket masuk, tetapi kami makan dahulu karena perut kami terasa lapar. Sesudah makan, kami pun menuju ke loket masuk. Saat di loket masuk, antriannya sangat panjang. Dan yg mengantri hanya ayah. Aku, ibu, dan adik menunggu di tempat duduk yang berada didekat loket masuk. Saat ayah sudah membeli tiket, kitapun beranjak menuju Candi Borobudur. Perjalanan dari pintu masuk ke candi-nya sangat jauh sehingga membuat ibu saya lelah dan beristirahat sejenak. Kamipun melanjutkan perjalanan lagi. Dan sesampainya di candi, bagian candi ada yg sedang di renovasi. Saya,ayah,ibu dan adikpun mengabadikan moment tersebut menggunakan hp ayah. Dan kamipun memutari bagian-bagian candi. Disana sangat ramai pengunjung yang sedang berwisata, entah turis domestik atau turis mancanegara. Candi Borobudur sangat besar dan mengagumkan. Setelah mengabadikan moment dan memutari bagian-bagian candi, kamipun beranjak untuk kemobil dan ingin melanjutkan perjalanan ke kampung ayah. Saat kita menuju pintu keluar, banyak sekali pedagang yg menjual berbagai macam cindera mata seperti baju, gantungan kunci, blangkon, mainan, makanan ringan, tas, miniatur borobudur dan souvenir- souvenir lainnya. Saat pulang, hari menunjukkan sudah malam dan kamipun beranjak pulang. Sesampainya di parkiran dan menuju mobil. Kamipun langsung melanjutkan perjalanan ke kampung ayah. Dan sepanjang perjalanan ke kampung ayah, sayapun hanya tertidur. Perjalanan dari Candi Borobudur ke kampung ayah memakan waktu kurang lebih 5 jam. Saya sampai di Demak pukul 23.00. Sesampainya disana sayapun salim kepada keluarga ayah dan langsung beranjak tidur untuk istirahat dan tidur.
           
            Di Demak, saya bermain bersama saudara-saudara saya. Jalan-jalan ke Masjid Agung Demak, ke Polaris Swimming Pool bersama tante-tante, om-om, dan saudara-saudara saya. Dan saat di kampung ayahpun saya tidak mau melewati kesempatan untuk mengunjungin Alun-Alun Demak dan berziarah ke makam kakek dan nenek.
Sayapun sangat senang liburan lebaran tahun kemarin. Karena untuk first time saya ke Candi Borobudur dan sangat senang bertemu dengan sanak keluarga ayah dan mama.
Sekian cerita dari saya.


Comments

Popular posts from this blog

Marawis

Marawis  adalah salah satu jenis "band tepuk" dengan  perkusi  sebagai  alat musik  utamanya. Musik ini merupakan kolaborasi antara kesenian  Timur Tengah  dan  Betawi , dan memiliki unsur ke agamaan  yang kental. Itu tercermin dari berbagai lirik lagu yang dibawakan yang merupakan pujian dan kecintaan kepada Sang Pencipta. Sejarah Marawis Kesenian marawis berasal dari negara timur tengah terutama dari  Yaman . Nama marawis diambil dari nama salah satu alat musik yang dipergunakan dalam kesenian ini. Secara keseluruhan, musik ini menggunakan  hajir ( gendang  besar) berdiameter 45 Cm dengan tinggi 60-70 Cm, marawis (gendang kecil) berdiameter 20 Cm dengan tinggi 19 Cm,  dumbuk  atau (jimbe) (sejenis gendang yang berbentuk seperti  dandang , memiliki diameter yang berbeda pada kedua sisinya), serta dua potong  kayu  bulat berdiameter sepuluh sentimeter. Kadang kala perkusi dilengkapi dengan  ...

Kelas 12 IPA 1 Kelompok 3 Ujian Praktik Teater 'Usaha Membawa Nikmat' SMAN 41 Thn 2018

Ujian Praktik Teater 'Usaha Membawa Nikmat' SMAN 41 Thn 2018 TIM PRODUKSI: 1.      ADITYA ANASTA   (PELATIH DIMAS, PENATA MUSIK) 2.      ALIF MUZAKKI        (PETINJU, MUSUH DIMAS) 3.      ALFRIDA NS                        (MC, PENATA PANGGUNG) 4.      ANNISA PY              (LIZA, PENATA RIAS) 5.      DIMAS AW              (PETINJU) 6.      M. SOLEH AMAL    (WASIT, PENATA PANGGUNG) 7.      NOVAL TAUHID     (PELATIH ALIF) 8.      SAFIRA DL        ...

Kelas 12 IPS 1 Ujian Praktek Teater "Pembenahan Wisma Atlet" SMAN 41 Thn 2018

Kelas 12 IPS 1 Ujian Praktek Teater "Pembenahan Wisma Atlet" SMAN 41 Thn 2018 Ujian Praktek SMAN 41 Jakarta Bahasa Indonesia Tahun Ajaran 2017 / 2018 "Pembenahan Wisma Atlet" Oleh Kelompok 3 1.Dicky Andika Nugraha : Wakil Presiden 2. Dwiki Agung Priambodo : Menteri PUPR 3. Desita Dwi Suciyani : Dirjen PUPR dan Direktur Persero 4. Salsabila Mutiara Puspa : Kontraktor PT. Persero 1 5. Friska Steviana : Kontraktor PT. Persero 2 6. Gustiana Putri Maharani : Atlet Volly 7. Nur Ismi Novyanti : Atlet Timnas Volly Indonesia 8. Ega Lusyana : Reporter 9. Syifaus Sakinah : Kameramen Guru Penilai : Muhammad Jarkasih, S.Pd., M.Par. Siwi Marwati, S.Pd. Dra. Nova Linda, M.Pd. Adegan 1 Setelah mendapatkan kabar bahwa Indonsia menjadi salah satu kandidat sebagai Tuan Rumah Asian Games 2018. Pada tanggal 25 Juli 2014, OCA menunjuk Jakarta sebagai Tuan Rumah Asian Games XVIII dengan Palembang. Oleh sebab ...