Skip to main content

Indah Lestari, Cerpen “Memalukan” SMAN 41 Thn 2016

Cerpen “Memalukan” SMAN 41 Thn 2016
Nama : Indah Lestari
Kelas : X MIA 1
Tugas Bahasa Indonesia
Guru Bidang Studi : Muhammad Jarkasih, S.Pd., M. Par.
Memalukan
Saat semester ganjil salah satu karyawan Tata Usaha menyuruh seluruh siswa kelas 10 untuk membawa fotocopy ijazah dan fotocopy SKHUN SMP. Keesokan harinya saya lupa membawa fotocopy ijazah dan SKHUN tersebut ke sekolah. Setelah siang hari ada teman saya memberitahukan bahwa pengumpulan fotocopy ijazah dan SKHUN paling lambat hari ini jika tidak dikumpulkan hari ini juga maka datanya tidak akan diimput. Dewi juga lupa untuk membawa fotocopy ijazah dan SKHUN, di mengajak saya untuk mengambil fotocopyan tersebut lalu kami berdua langsung meminjam kunci motor ke Dimas dan Dimas pun memberikan kunci motornya dan bertanya.
Dimas : "lo tau kagak motor gue?"
Indah : "iye tau"
Dimas : "emang yang mana motor gue"
Indah : "motor lo Supra warna item kan?"
Dimas : "iye"
     Saya dan Dewi langsung turun kebawah sebelum keparkiran kami pergi ke toko fotocopyan untuk mengeprint tugas Bahasa Inggris dan membeli kaset untuk tugas Bahasa Indonesia. Setelah selesai ngeprint kami berdua pun langsung ke parkiran untuk mengambil motor Dimas. Saat di parkiran kami berdua binggung mana yang motornya Dimas karena banyak sekali jenis motor disana kami pun mencari-cari motor tersebut, ada tukang parkir yang menghampiri kami berdua dan bertanya.
Tukang parkir : "motor mana neng yang mau dikeluarin?"
Indah : "kagak tau bang lagi nyari dulu"
Tukang parkir : "emang motornya ape plat nomornya berapa"
Indah : "Supra warna item plat nomornya kagak tau bang soalnya saya minjem motor temen
            saya".
Setelah menemukan motor Supra warna item saya langsung bilang sama Dewi bahwa ini motornya Dimas.
Indah : "Wi yang ini kali motornya Dimas"
Dewi : "emang ya bener kagak lo"
Indah : "kalo kagak salah sih iye ini bener. Tapi Dimas kan kagak pernah bawa helm wi"
Dewi : "kagak tau gue"
     Kami berdua pun bilang sama tukang parkir bahwa motor yang ini untuk dikeluarkan. Saat ingin menyalakan motor kunci motornya susah untuk diputar saya pun meminta tolong kepada tukang parkir. Saat Dewi memberi saran untuk menanyakan motornya ke Dimas tak lama kemudian akhirnya motornya nyala dan kami pun langsung pulang ke rumah Dewi dan langsung pulang kerumah. Tiba dirumah saya langsung memfotocopy ijazah dan SKHUN setelah selesai memfotocopy saya langsung menyalakan motor tapi susah sekali untuk distater saya minta tolong sama ayah. Lumayan lama untuk distater ahkirnya motornya bisa menyala juga dan saya pun langsung pergi menjemput Dewi dan langsung ke sekolahan. Saat tiba di parkiran ada kakak kelas yang mengaku bahwa motor yang kami pakai adalah motor punya dia kami berdua pun binggung saya bilang bahwa motor ini motor punya temen saya. Tadi motornya diparkir disamping tenda kan trus ini palt nomor saya. Mengetahui bahwa motor itu ternyata memang motornya saya pun langsung meminta maaf sama kakak kelas tersebut. Kami berdua pun ke kelas dan saya mengembalikan kunci motor Dimas.
Indah : "Mas ini kuncinya. Lo kagak ikhlas ya minjemin motor lo"
Dimas : "emang kenape?"
Indah : "gue salah motor tau. Motor lo Supra X kan?"
Dimas : "bukan motor gue Supra Fit, trus lo kagak make motor gue dong"
Indah : "ya iyalah yaudah makasih ya kuncinya"
Dimas : "iye sama-sama"


Comments

Popular posts from this blog

Marawis

Marawis  adalah salah satu jenis "band tepuk" dengan  perkusi  sebagai  alat musik  utamanya. Musik ini merupakan kolaborasi antara kesenian  Timur Tengah  dan  Betawi , dan memiliki unsur ke agamaan  yang kental. Itu tercermin dari berbagai lirik lagu yang dibawakan yang merupakan pujian dan kecintaan kepada Sang Pencipta. Sejarah Marawis Kesenian marawis berasal dari negara timur tengah terutama dari  Yaman . Nama marawis diambil dari nama salah satu alat musik yang dipergunakan dalam kesenian ini. Secara keseluruhan, musik ini menggunakan  hajir ( gendang  besar) berdiameter 45 Cm dengan tinggi 60-70 Cm, marawis (gendang kecil) berdiameter 20 Cm dengan tinggi 19 Cm,  dumbuk  atau (jimbe) (sejenis gendang yang berbentuk seperti  dandang , memiliki diameter yang berbeda pada kedua sisinya), serta dua potong  kayu  bulat berdiameter sepuluh sentimeter. Kadang kala perkusi dilengkapi dengan  ...

Kelas 12 IPA 1 Kelompok 3 Ujian Praktik Teater 'Usaha Membawa Nikmat' SMAN 41 Thn 2018

Ujian Praktik Teater 'Usaha Membawa Nikmat' SMAN 41 Thn 2018 TIM PRODUKSI: 1.      ADITYA ANASTA   (PELATIH DIMAS, PENATA MUSIK) 2.      ALIF MUZAKKI        (PETINJU, MUSUH DIMAS) 3.      ALFRIDA NS                        (MC, PENATA PANGGUNG) 4.      ANNISA PY              (LIZA, PENATA RIAS) 5.      DIMAS AW              (PETINJU) 6.      M. SOLEH AMAL    (WASIT, PENATA PANGGUNG) 7.      NOVAL TAUHID     (PELATIH ALIF) 8.      SAFIRA DL        ...

Kelas 12 IPS 1 Ujian Praktek Teater "Pembenahan Wisma Atlet" SMAN 41 Thn 2018

Kelas 12 IPS 1 Ujian Praktek Teater "Pembenahan Wisma Atlet" SMAN 41 Thn 2018 Ujian Praktek SMAN 41 Jakarta Bahasa Indonesia Tahun Ajaran 2017 / 2018 "Pembenahan Wisma Atlet" Oleh Kelompok 3 1.Dicky Andika Nugraha : Wakil Presiden 2. Dwiki Agung Priambodo : Menteri PUPR 3. Desita Dwi Suciyani : Dirjen PUPR dan Direktur Persero 4. Salsabila Mutiara Puspa : Kontraktor PT. Persero 1 5. Friska Steviana : Kontraktor PT. Persero 2 6. Gustiana Putri Maharani : Atlet Volly 7. Nur Ismi Novyanti : Atlet Timnas Volly Indonesia 8. Ega Lusyana : Reporter 9. Syifaus Sakinah : Kameramen Guru Penilai : Muhammad Jarkasih, S.Pd., M.Par. Siwi Marwati, S.Pd. Dra. Nova Linda, M.Pd. Adegan 1 Setelah mendapatkan kabar bahwa Indonsia menjadi salah satu kandidat sebagai Tuan Rumah Asian Games 2018. Pada tanggal 25 Juli 2014, OCA menunjuk Jakarta sebagai Tuan Rumah Asian Games XVIII dengan Palembang. Oleh sebab ...