Nama: Gaby. Adelia. Tanti. Utomo
Kelas: X- IIS 1
Guru Bidang Studi: Muhammad Jarkasih S.pd., M.Par.
Tugas: Cerpen
Judul: A figure that could not be considered.
Kenalin nama saya Gaby adelia tanti utomo, sekarang aku masih kelas 1 SMA. Aku mempunyai seorang kaka dan syukur masih mempunyai sepasang orang tua yang hidup rukun. A figure that could not be considered artinya seseorang yang tak pernah dianggap. Yang ga dianggap disini bukan aku. Seperti kebanyakan cerita biasannya yang tak dianggap adalah sang penulis tetapi cerita kali ini adalah aku yang tidak menganggap keberadaan sesorang itu.
Waktu berjalan sampai umurku yang ke 14thn sampai 14 tahun itu kami selalu bersama setiap harinya sampai-sampai membuat aku jenuh melihatnya bahkan sebal. Namun suatu ketika saat aku tau bahwa dia ingin pergi, pergi bukan untuk yang selamanya pastinya tetapi pergi untuk menuntut ilmu.
Jadi kali ini aku akan bercerita mengenai soulmate hidup bukan pacar-pacar melainkan soulmate hidup dari satu kandung. Setelah saudara ku perempuan satu-satu nya itu lulus sekolah SMA nya thn 2014 dia langsung mengikuti serangkaian tes-tes untuk melanjutkan pendidikan dari tes menjadi polwan, sampai tes-tes PTN. Namun saat mengikuti tes polwan setelah 1 minggu lelahnya mengikuti tes tersebut yang benar-benar 1 hari penuh untuk mengurusinya pada hari ke 6 yaitu tes fisik kaka ku tidak keterima karna tingginya yang hanya kurang 1cm dia pulang kerumah dan bersedih bodohnga aku malah ngetawainnya sambil mengejek. Namun ia menangus bukan karna tidak diterima melainkan lelahnya menjalani semua prosedur polwan tersebut namun ditolak hanya karna kurang 1cm tinggi badan wkwkwkwk.
Akhirnya kaka ku pun tidak butuh waktu lama ia move on dan mendapat panggilan dari salah satu PTN terkenal di Malang. Panggilan pertama kaka ku menghiraukan panggilan tersebut dan menyesal telah menghiraukannya namun selang 2 hari kaku di panggil lagi dan diterima di PTN tersebut lalu dia dan mamah ku pergi ke Malang untuk mengurus surat-surat dan sebagainnya sampai itu belum menyadari betapa pentingnya dia. 3 hari kemudian dia pun pulang ke jakarta dan selama 1bln lamanya dia bersamaku lalu harus pergi ke Malang untuk belajar demi masa depannya yaitu bercitnai orang yang lagi bersama-sama bareng kalian belum tentu besok dia masih ada buat kalian.
Comments
Post a Comment