Skip to main content

ASTRID FILDZAH NABILA ROZMA, cerpen PENASARAN

NAMA : ASTRID FILDZAH NABILA ROZMA
KELAS : 10 IPA 3
JUDUL : PENASARAN
            Jadi,waktu liburan semester 1 kemarin. Saya pergi liburan ke bandung bersama keluarga besar saya. Sebenernya ini bukan kali pertama saya ke Bandung bersama keluarga besar saya dan udah bosen juga. Tapi apa boleh buat? Dari pada gak liburan sama sekali?. Sebenrnya liburan ini tidak direncanakan. Atau direncanakan tapi saya tidak tahu? Yah gitu deh pokonya. Rencananya saya dan keluarga saya berlibur selama 2 hari 3 malam. Dan menginap di hotel tempat biasa kami menginap di Bandung. Di daerah Dipatiukur dekat kampus Prasarjana Universitas Padjajaran.
            Di perjalanan semua lancar lancar aja. Sampai akhirnya,paman saya salah masuk gerbang tol. Ia malah masuk gerbang tol Bogor. Jadi kami menunggunya di salah satu rest area. Cuaca nya sangat amat panas hingga membuat saya kehausan dan kelaparan. Maunya sih makan. tapi apa boleh buat,karena makanan kami ada di mobil paman saya yang salah masuk tol jadi kami menahan lapar sebentar. Ya,sebentar. Sekitar 1 jam 15 menit. Lumayan lah. Bikin cacing cacing di perut darah tinggi sekali kali.
            Tak lama kemudian,paman saya datang. Dan cacing cacing di tubuh saya di perut saya pun merasakan kebahagiaan itu. Karena semua tempat penuh dengan mobil mobil yang parker,kami pun makan di ruko yang sedang dalam masa pembangunan. Kami menggelar karpet dan menyajikan makanan kami. Setelah makan,kami melanjutkan perjalanan kami.
            Dan kami sampai di Bandung pukul 16.00 waktu Indonesia bagian barat. Setelah samapai di hotel,kami langsung bergiliran mandi dan solat ashar berjamaah. Setelah itu kami pergi ke Gedung Sate. Sumpah. Berkali kali saya ke Bandung tapi belum pernah ke Gedung Sate. Subhanallah. Mantap. Ternyata di Gedung Sate gak ada apa apa. Cuma bisa buat foto foto. Setelah itu kami makan ke salah satu tempat makan khas Jawa Tengah. Tempatnya bagus,klasik dan kuno. Makanan disana enak dan harganya lumayan terjangkau. Tapi porsinya sedikit.
            Dan hari itu selesai. Kami kembali ke hotel dan beristirahat. Saat hendak beristirahat,film the Vow di tayangin di TV. Ya jelas saya tunda istirahat saya demi menonton The Vow. Karena ada Channing Tatumn. Oke skip. Gak penting.
            Keesokan harinya,saya berencana untuk pergi ke Farm House,Lembang,Bandung. Tapi berhubung waktunya sudah masuk ke jam makan siang dan solat dzuhur,jadi kami berhenti di Lawangwangi Creative Space untuk makan siang dan solat dzuhur. Rooftop café itu sangat bagus dan unik jadi menarik untuk objek fotografi.
            Setelah makan siang dan solat dzuhur di Lawangwangi,kami melanjutkan perjalanan. ternyata kami salah arah. Sebenarnya bukan salah arah tapi paman saya mengambil jalan lain karena saking macetnya. Jadi salah arah deh. Setelah kami tidur beberapa saat,ternyata sudah sampai. Tapi bukan di Farm House. Tapi di Gunung Tangkuban Parahu. Yash. Untuk kesekian kalinya saya kesini. Karena banyak pengunjung,jadi kami harus naik ke atas dengan jalan kaki untuk melihat kawahnya.
            Keesokan harinya,hari terakhir kami di Bandung. Kami tetap keukeuh berencana untuk ke Farm House. Tapi hasilmnya nihil karena macet. Akhirnya kami pergi ke Saung Angklung Udjo. sangat amat amat amat seru. Disana kami belajar bermain angklung dan lain lain. Setelah dari Saung Angklung Udjo,kami langsung pulang ke Jakarta.
            Esok lusanya,saya,adik saya,tante dan paman saya masih sangat amat penasaran dengan Farm House. Jadi,hari itu juga kami pergi lagi ke Bandung. Dan tidak terlalu macet. Sekitar 5 jam perjalanan kami akhirnya sampai di Farm House,Lembang. Jeng Jeng. Farm House dipenuhi dengan orang orang. Jalan sedikit juga kesenggol. Jadi susah untuk mengambil objek foto yang bagus. Setelah dari Farm House,kami pulang ke arah Bandung dan mampir ke Rumah Mode Factory Outlet. Lalu makan di Warung MisBar.
            Untuk yang mau ke Bandung,saya rekomendasiin tempat ini. Tempatnya unik dan klasik. Mereka menampilkan film film lama disana. Dan makanan nya enak serta harga nya tidak terlalu mahal.

Comments

Popular posts from this blog

Marawis

Marawis  adalah salah satu jenis "band tepuk" dengan  perkusi  sebagai  alat musik  utamanya. Musik ini merupakan kolaborasi antara kesenian  Timur Tengah  dan  Betawi , dan memiliki unsur ke agamaan  yang kental. Itu tercermin dari berbagai lirik lagu yang dibawakan yang merupakan pujian dan kecintaan kepada Sang Pencipta. Sejarah Marawis Kesenian marawis berasal dari negara timur tengah terutama dari  Yaman . Nama marawis diambil dari nama salah satu alat musik yang dipergunakan dalam kesenian ini. Secara keseluruhan, musik ini menggunakan  hajir ( gendang  besar) berdiameter 45 Cm dengan tinggi 60-70 Cm, marawis (gendang kecil) berdiameter 20 Cm dengan tinggi 19 Cm,  dumbuk  atau (jimbe) (sejenis gendang yang berbentuk seperti  dandang , memiliki diameter yang berbeda pada kedua sisinya), serta dua potong  kayu  bulat berdiameter sepuluh sentimeter. Kadang kala perkusi dilengkapi dengan  ...

Kelas 12 IPA 1 Kelompok 3 Ujian Praktik Teater 'Usaha Membawa Nikmat' SMAN 41 Thn 2018

Ujian Praktik Teater 'Usaha Membawa Nikmat' SMAN 41 Thn 2018 TIM PRODUKSI: 1.      ADITYA ANASTA   (PELATIH DIMAS, PENATA MUSIK) 2.      ALIF MUZAKKI        (PETINJU, MUSUH DIMAS) 3.      ALFRIDA NS                        (MC, PENATA PANGGUNG) 4.      ANNISA PY              (LIZA, PENATA RIAS) 5.      DIMAS AW              (PETINJU) 6.      M. SOLEH AMAL    (WASIT, PENATA PANGGUNG) 7.      NOVAL TAUHID     (PELATIH ALIF) 8.      SAFIRA DL        ...

Kelas 12 IPS 1 Ujian Praktek Teater "Pembenahan Wisma Atlet" SMAN 41 Thn 2018

Kelas 12 IPS 1 Ujian Praktek Teater "Pembenahan Wisma Atlet" SMAN 41 Thn 2018 Ujian Praktek SMAN 41 Jakarta Bahasa Indonesia Tahun Ajaran 2017 / 2018 "Pembenahan Wisma Atlet" Oleh Kelompok 3 1.Dicky Andika Nugraha : Wakil Presiden 2. Dwiki Agung Priambodo : Menteri PUPR 3. Desita Dwi Suciyani : Dirjen PUPR dan Direktur Persero 4. Salsabila Mutiara Puspa : Kontraktor PT. Persero 1 5. Friska Steviana : Kontraktor PT. Persero 2 6. Gustiana Putri Maharani : Atlet Volly 7. Nur Ismi Novyanti : Atlet Timnas Volly Indonesia 8. Ega Lusyana : Reporter 9. Syifaus Sakinah : Kameramen Guru Penilai : Muhammad Jarkasih, S.Pd., M.Par. Siwi Marwati, S.Pd. Dra. Nova Linda, M.Pd. Adegan 1 Setelah mendapatkan kabar bahwa Indonsia menjadi salah satu kandidat sebagai Tuan Rumah Asian Games 2018. Pada tanggal 25 Juli 2014, OCA menunjuk Jakarta sebagai Tuan Rumah Asian Games XVIII dengan Palembang. Oleh sebab ...