Cerpen "The Best Father" SMAN 41 Thn 2016
Nama : AssyaraKelas : X MIA-1
Bidang studi : Bahasa Indonesia
Guru Bidang Studi: Muhammad Jarkasih,S.Pd,.M.Par.
The Best Father
Namaku Assyara, Inilah kisah anak berusia enam tahun yang menduduki kelas satu sekolah dasar. Saat ini pukul 02.00 pagi, aku dibangunkan ibuku, dia memberitahu aku dan adikku kalau ayah meninggal dunia. Pandangan mata yang penuh dengan kesedihan, duniaku terasa terguncang karena mengetahui kabar tersebut. Aku melihat wajah ibu dan adikku penuh dengan air mata dan akupun harus bisa membendung air mataku, aku harus menunjukkan bahwa aku baik-baik saja karena aku tidak ingin membuat ibuku semakin sedih. Karena aku tahu sebagai anak pertama aku harus bersikap dewasa, aku harus membahagiaakan ibu dan adikku.
Sambil memandangi mereka aku bisikan sabuah permohonan kepada tuhan didalam hati. “Baiklah tuhan, aku terima hidupku tanpa kehadiran seorang ayah nantinya, aku juga ikhlaskan ayahku pada malam ini, tapi tolong sampaikan kepada ayahku bahwa aku sangat menyayanginya dan izinkan aku bertemu dengan ayahku yang menungguku dengan bangga di rumah terindahmu nantinya.”
Sebelum ayah meninggal dia sakit, aku tidak tega melihat dia mengalami rasa sakit, semoga dengan seperti ini dia bisa lebih tenang dan tidak lagi merasakan rasa sakit yang dia rasakan selama ini.
Hari demi hari berjalan dengan sedemikian mungkin, setiap malam aku selalu teringat dengan sosok ayahku, aku tidak menyangka akan kehilangan ayah secepat ini, aku menyesal karena aku belum bisa membahagiakan ayahku selama dia di dunia seperti yang anak lain lakukan, aku juga sedikit iri kepada anak-anak diluar sana yang dapat tertawa ria bersama ibu dan ayah mereka. Tapi aku mengerti dengan semua ini ALLAH membuatku semakin kuat, dan aku tahu dikesempatan hidupku ini aku tidak boleh berdiam diri dalam tangisan, aku tidak boleh menyia-nyiakan waktu untuk bersedih, aku harus bangkit dan membahagiakan mereka seperti janjiku selama inI.
Comments
Post a Comment