Nama : Asrofil Fatayat
Kelas : X MIA 2
Bidang Studi : Bahasa Indonesia
UN dan Perpisahan
Pada saat itu, saya kelas 6 SD. Pasti tau dong, kalo kelas 6 SD itu identik dengan apa ?, ya Kelas 6 SD itu identik dengan Ujian Nasional dan diakhiri dengan Perpisahan. Nah, sebelum saya cerita tentang perpisahan, saya akan bercerita tentang Ujian Nasional saya dulu. Ujian Nasional itu masa masa yang paling menegangkan dan meyebalkan (kalo menurut saya), kenapa ? karena pada saat hari pertama saya dimarahin (tapi saat sudah selesai UN) dikarenakan saya belum menghitamkan tanggal lahir dan nomor ujian saya. Ya maklumlah baru pertama UN sedikit takut dan grogi.
Tiga hari telah melewati UN akhirnya lega dan masih punya perasaan takut. Takut karena nemnya kecil. Tapi kata mama gak boleh pesimis, kita harus yakin kalo kita bisa, dan kamu itu belajarnya udah maksimal, masa takut ? itulah kata mama saya. Mama saya adalah seorang motivator yang sangat hebat, apapun perkataannya pasti ada benarnya dan hikmahnya. Ya, walaupun sedikit ngeselin sih.
Nah, setelah UN pasti identik dengan perpisahan. Pada tahunan saya, kebetulan perpisahaanya di Puncak, Bogor. Tepatnya di “Villa Jeje”. Sebelum berangkat saya sudah menyiapkan barang barang yang dibutuhkan disana. Dan tidak lupa juga handphone dan headset nya. Maklum pertama kali dikasih handphone, jadinya pengen dibawa (tapi bukan untuk pamer lhoo). Nah, setelah itu, saya dan teman teman saya langsung masuk ke bis masing masing. Lalu kita langsung berangkat, dan diperjalanan, saya dan teman teman saya balap balapan bis. Dan akhirnya bis saya menang. Ya, itu suatu kebanggaan pada saat saya masih SD.
Karena tujuannya ke Puncak, saya dan teman teman saya senang, karena pada saat ingin naik keatas bisnya tidak kuat. Mau tidak mau, semua penumpang harus jalan kaki ke atas. Capek sih, tapi seneng. Karena ini pertama kalinya saya ke puncak dan jalanan nya itu lhoo.. sangat sangat tajam, jalananya itu kalo diibaratkan hampir 120 derajat. Setelah selesai tanjakannya, kita masuk lagi ke bis dan sampailah di “Villa Jeje”.
Villa Jeje itu, wow banget, gede banget, luas banget, dan sejuk banget. Sampai di Villa Jeje kita langsung istirahat (tapi villanya di bagi menjadi 2, untuk perempuan dan laki laki). Malah ada yang langsung nyebur ke kolam renang, main tenis meja, main ayunan dan main badminton. Setelah istirahat dan melakukan berbagai aktifitas saya dan teman teman saya makan siang bahkan setelah makan siang ada yang langsung berenang lagi.
Jam 12 dan jam 2 telah berlalu, saya dan teman teman saya bersiap siap untuk ke Curug atau air terjun. Sampai disana kami bermain main dan salah satu temen saya dapat cobaan yaitu, pada saat di curugnya kacamata nya hilang dan sampai di villa dia bingung karena gak bisa liat apa apa. Itu kejadian lucu, tapi kasian.
Setelah pergi ke curug, saya dan teman teman saya bergegas ke Villa, dan waktu pun sudah malam. Acara yang ditunggu tunggu, tetapi ada sedikit kendala yaitu ada Gempa Bumi. Tetapi itu tidak menyurutkan semangat teman teman saya. Acaranya pun dimulai, ini mungkin adalah hal hal yang paling alay yang paling memalukan pada saat saya SD.
Ya, saya ikut berpartisiapasi dalam acara itu. Disitu saya nge-dance, dan saya bernyanyi. Itu adalah kejadian paling memalukan. Dan akhir acara ditutup dengan tukar kado. Dan saya mendapat sebuah celana pendek. Sebenarnya celana itu adalah kenang kenangan dari temen sendiri, tapi karna itu celana pendek, jadi tidak pernah saya pake. Setelah itu saya dan teman teman saya bergegas tidur.
Tepat jam 3 pagi saya dan teman teman saya bangun untuk renungan malam. Ini adalah saat saat dimana kita yang harusnya sedih, nangis, duka, malah ada insiden. Insidennya adalah suara buang angin yang sangat menggelegar. Bukan hanya satu tapi 2 suara buang angin. Setelah selesai kami semua makan dan langsung sholat subuh. Lalu semuanya olahraga.
Dan ada hal lucu lagi, yaitu anak laki lakinya membohongi anak perempuannya kalo ada babi hutan. Anak perempuannya saat itu panik karena semua lari larian, dan ada yang tidak bisa lari. Setelah itu semua orang balik ke villa. Untuk istirahat dan mandi. Dan setelah mandi langsung main sepuasnya. Dan akhirnya saya dan teman teman saya pulang dengan hati dan perasaan yang gembira.
Setelah itu perpisahan telah selesai dan tinggal menunggu hasil UN. Dan Alhamdulillah, dengan rasa deg-degan saya mendapat nem yang sangat membanggakan dan bisa membayar semua hasil belajar saya. Alhamdulillah saya mendapat nem 26.20 , dan saya langsung memeluk mama saya dan mama saya dan saya menangis bahagia.
Comments
Post a Comment