KUIS
I : MAJAS
NAMA : PUTRI NUR INDAH SARI
KELAS : X MIA 2
MAJAS PERBANDINGAN
A)
HIPERBOLA
-
Wajahmu
mengalihkan duniaku
Sumber gambar : www.hercampus.com
B)
METAFORA
-
Jokowi adalah presiden Indonesia
C)
SIMILE
-
Rambutnya
halus bagaikan sutra
MAJAS PERTENTANGAN
A)
PERSONIFIKASI
-
Ombak
berkejaran di tepi pantai
B) ALUSIO
-
Tanggal 26 Desember menjadi titik
kebangkitan Aceh
C) IRONI
-
Betismu indah,
seperti talas bogor
D) ANTITESIS
-
Kaya miskin,
pintar bodoh, besar kecil, ikut meramaikan pesta itu
E) PARADOKS
-
Meski cuaca panas tetapi pikiran
harus tetap dingin
MAJAS
PERTAUTAN
A) METONIMIA
-
Citra pergi ke pulau bali menggunakan mobil
jaguar
Sumber
: www.lintas.me
B) RETORIK
-
Apa kita harus berdiam diri melihat rakyat
tertindas ?
MAJAS
PENEGASAN
A ) SINEKDOKE PARS PRO TOTO
-
Mengingat sendok dan garpu telah disiapkan, bapak dan ibu harap berkenan untuk menikmati hidangan yang telah di sajikan
Mengingat sendok dan garpu telah disiapkan, bapak dan ibu harap berkenan untuk menikmati hidangan yang telah di sajikan
B ) EUFEMISME
-
Orang itu telah berubah akal
Orang itu telah berubah akal
C) LITOTES
-
Ini hadiah yang tak ada artinya
mohon di terima
Sumber : zona-1000.blogspot.com
KUIS II : NEGOSIASI
NAMA : PUTRI NUR INDAH SARI
KELAS : X MIA 2
JUAL BELI KARYA UKIR
Novita : Selamat Pagi.
Putri : Selamat Pagi.
Novita : Mari, mau beli apa?
Putri : Ada
patung garuda yang terbuat dari kayu?
Novita : Ya, ada. Yang besar atau kecil?
Putri : Yang
sedang saja.
Novita : Bagus itu Mba, cocok untuk pajangan di
dinding rumah bisa juga untuk souvenir.
Putri : Saya
pakai sendiri, harganya berapa?
Novita : Rp.300.000.
Putri : Wah,
gak bisa kurang? Rp.200.000. yah?
Novita : Belum boleh, Rp.285.000. ini sudah murah Mba.
Di tempat lain lebih mahal.
Putri : Tidak
mau. Kalau boleh Rp.250.000.
Novita : Ya, sebenarnya ini belum boleh, tapi untuk
Mba boleh. Mau beli apa lagi?
Putri : Tidak
itu saja. Ini uangnya
Novita : Ya, terimakasih.
Putri :
Sama-sama.
TUJUAN NEGOSIASI :
-
Mengurangkan harga dari yang terbesar
sampai yang dia inginkan supaya harganya lebih murah dengan tawar menawar.
MANFAAT NEGOSIASI :
Untuk mencapai
kesepakatan diantara pihak-pihak yang mempunyai kepentingan berbeda.
KUIS III : LAMARAN PEKERJAAN
NAMA
: PUTRI NUR INDAH SARI
KELAS
: X MIA 2
Jakarta,
9 Juni 2015
Perihal : Lamaran Pekerjaan
Lampiran
: 1 Lembar
Yth
. HRD PT.GAUDI DWI LARAS
JL
. Bukit Gading Raya. Kelapa Gading,
Jakarta
Utara Blok TA NO. 22-25.
Dengan
Hormat,
Berdasarkan iklan yang di muat di
harian kompas, tanggal 9 Juni 2015 PT.GAUDI DWI LARAS sedang membutuhkan tukang
jahit&sample. Dengan ini saya mengajukan surat lamaran pekerjaan sebagai
tukamg jahit&sample.
Berikut data identitas saya sebagai berikut:
Nama : Putri Nur Indah
Sari
tempat,
tanggal lahir : Jakarta, 26 Mei 1999
pendidikan
Terakhir : SMA Negri 41 jurusan IPA
alamat : Jl. Telaga Murni III
Jakarta-Utara
telepon : 083819118022
Sebagai
bahan pertimbangan bersama ini saya lampirkan sebagai berikut.
1. Fotokopi
Ijazah
2. Fotokopi
KTP, KK
3. Fotokopi
ukuran 4x6=5 lembar
4. Surat
SKCK
5. Transkrip
nilai
Demikian
surat lamaran pekerjaan yang saya tulis atas perhatiannya saya mengucapkan
terima kasih .
Hormat saya ,
(Putri
Nur Indah Sari)
KUIS IV : RESENSI CERPEN
NAMA : PUTRI NUR INDAH SARI
KELAS : X MIA 2
PIALA
UNTUK SISI
TEMA :
KEJUARAAN SISI MENDAPAT PIALA
NAMA PENGARANG : M. ARMAN AZ.
TAHUN PENERBIT DAN CETAKAN : 2010/CETAKAN PERTAMA
TEBAL BUKU : 96 HALAMAN.
HARGA BUKU : Rp.25.000,-
KELEBIHAN BUKU : Bahasa buku mudah di pahami, covernya
menarik, harga terjangkau dan mudah didapat, banyak makna yang tersirat di
dalamnya.
KELEMAHAN BUKU : Penjilidan kurang rapih
SINOPSIS : Sisi cemberut. Dia masuk kamar dengan
perasaan kecewa. Dari pagi sampai siang tadi, dia mengikuti lomba menyanyi,
tapi belum pernah mendapat juara. Padahal Sisi sudah mengeluarkan kemampuan
maksimalnya. Sisi, membayangkan alangkah beruntung kakanya, Eka. Berulang kali
ikut lomba menyanyi, dia sering mendapat juara dari juara 1 sampai juara
harapan. Terkadang Sisi iri melihat keberhasilan Eka. Apalagi saat Eka
memamerkan piala dan piagam kepada teman-temannya. Sisi ce,buru melihat itu
semua. Dia memilih mengurung diri dalam kamar, menutup telinganya dengan
bantal, menyesali diri bahkan menangis diam-diam. Mama menghampiri Sisi, Mama
memberi motivasi kepada putri bungsunya. Mama mengatakan bahwa ada bakat lain
dalam diri Sisi yaitu melukis. Suatu hari ada pengumuman lomba melukis untuk
pelajar SD. Sisi mengikuti lomba tersebut. Sisi terpana saat para juri
mengumumkan siapa pemenang lomba tersebut, ternyata dirinyalah yang mendapat
gelar itu.
KUIS
V : NOVEL
NAMA : PUTRI NUR INDAH SARI
KELAS : X MIA 2
DARK
RAIN
Sinopsis :
Hujan. Air mata itu ada bersama dinginnya
Hujan. Menyatu bersama butiran-butiran air yang jatuh
ke tanah.
Melukiskan berjuta kenangan dalam kelam.
Sejak
Kak Keisha mengenalkan Kinar dengan Seruni, Dion, Reza, dan yang lain, hati
Kinar selalu di buat miris ketika menatap mereka. Seruni, yang bisu, Dion yang
terkena penyakit aneh, dan Reza yang lumpuh, membuatnya slalu ingin membantu
mereka. Pada saat Kinar telah nyaman berada didekat mereks, suatu masalah besar
menimpanya dan itu membuat semangatnya membantu anak-anak itu hamoir padam. Ini
bukan cerita tentang hujan. Ini juga bukan cerita tentang kau dan aku. Tapi,
ini cerita tentang aku, seorang Kinar, dan mereka ... Tentang bagaimana hujan
menemaniku saat aku berada di tengah-tengah mereka.
Tema : Antara Aku Dan Hujan
Alur : Maju
Latar/Setting :
Waktu : Pagi, Siang, dan Malam hari
Tempat : Sekolah, taman, halaman rumah.
Suasana : menyenangkan, sedih, terharu, menegangkan.
Perwatakan : Kak Keisha = baik, penyayang, tulus,
ikhlas, sabar, peduli.
Ayah
= baik, penyayang, rendah hati,
ikhlas, sabar.
Kinar = baik, ramah, murah senyum.
Seruni = jahat, pemarah, sombong, angkuh.
Derry = dermawan, baik, penolong.
Dion = baik, ramah, tidak sombong.
Reza = penyayang, baik, murah senyum.
Penokohan : Kinar = anak tunggal dari satu keluarga
Kak Keisha = kakak sepupu Kinar
Ayah = ayah dari Kinar
Seruni = murid SLB yang bisu
Derry = murid SLB penderita tunalaras
Dion = murid SLB penderita
turnadaksa
Reza = Ketua basket
Sudut Pandang : Orang kedua pelaku utama
Amanat : terkadang kita memang mencari sesuatu yang
jauh dari jangkauan. Padahal, yang dicari itu sebenarnya ada didekat kita.
Mungkin sedang kita jalani, rasakan, dan lalui. Diri sendiri yang selalu
membuat kita repot.
KUIS
VI : DAFTAR PUSTAKA
NAMA : PUTRI NUR INDAH SARI
KELAS : X
MIA 2
- Daftar
Pustaka
Badudu,J.S. 1981. Sari
Kesusastraan Indonesia. Bandung: Pustaka Prima.
Sumber:Buku
Bahasa Indonesia
Sari,
Putri Nur Indah. 1981. Sari Kesusastraan Indonesia. Bandung: Pustaka Prima.
Catatan
Kaki
Maesaroh, Surat Menyurat Bisnis Modern, Pustaka
Setia,Bandung, 1998, hlm. 50.
Putri Nur Indah Sari,
Surat Menyurat Bisnis Modern, Pustaka Setia,Bandung, 1998, hlm. 50.
Sumbernya
dari : Buku Bahasa Indonesia
- Kutipan
Langsung
Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah “ada
hubungan yang erat antara faktor sosial ekonomi dengn kemajuan belajar’’
(Soebronto, 1990:123).
Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah “ada
hubungan yang erat antara faktor sosial ekonomi dengan kemajuan belajar”
(Putri, 1990:123).
Sumbernya
dari : Buku Sosiologi.
KUIS
VII : HIKAYAT
NAMA : PUTRI NUR INDAH
SARI
KELAS : X MIA 2
* Unsur-unsur intrinsik:
1. Tema : Kesuksesan
Dibalik Kesengsaraan
2. Tokoh dan Karakter :
– Maharaja Indra Angkasa (Si Miskin):mudah
percaya orang lain, lebih mementingkan harta dari pada anak.
–Ratna Dewi (Istri Si Miskin):Penyayang.
–Marakarma:Mudah memaafkan.
–Nila Kesuma (Mayang Mengurai):Penyayang.
–Maharaja Indra Dewa:Pendendam, iri hati, murah hati.
–Putri Cahaya Kairani:Suka menolong, membela yang
benar.
3. Alur plot : Maju,
karena penulis menceritakan peristiwa tersebut dari awal permasalahan sampai
akhir permasalahan.
4. Setting :
–Tempat : Negeri Antah Berantah, hutan, pasar, Negeri
Puspa Sari, Lautan, Tepi Pantai Pulau Raksasa, Kapal, Negeri Palinggam Cahaya.
–Waktu : Zaman
pemerintahan Raja Antah Beranta
–Suasana : Meratapi Nasib
5. Sudut Pandang Pengarang
: orang ketiga serba tahu.
6. Gaya Bahasa :
Hiperbola: “seorang anak laki-laki terlalu amat baik parasnya dan elokrupanya…”
7. Amanat :
- Seorang pemimpin yang baik adalah seorang yang adil
dan pemurah.
- Janganlah mudah terpengaruh dengan
kata-kata oranlain.
- Hadapilah semua rintangan dan cobaan dalam hidup
dengan sabar dan rendah hati.
- Jangan memandang seseorang dari tampak luarnya saja,
tapi lihatlah ke dalam hatinya.
- Hendaknya kita dapat menolong sesama yang mengalami
kesukaran.
- Janganlah kita mudah menyerah dalam menghadapi suatu
hal.
- Hidup dan kematian, bahagia dan kesedihan, semua
berada di tanan Tuhan,
manusia hanya dapat menjalani takdir yang telah
ditentukan.
Sinopsis :
Hikayat Si Miskin
Ada seorang suami istri yang dikutuk hidup miskin.
Pada suatu hari merekamendapatkan anak yang diberi nama Marakarma, dan
sejak anak itu lahir hidupmereka pun menjadi sejahtera dan
berkecukupan. Ayahnya termakan perkataanpara ahli nujum yang mengatakan bahwa
anak itu membawa sial dan mereka harusmembuangnya. Setelah membuangnya,
mereka kembali hidup sengsara. Dalammasa pembuangan, Marakrama
belajar ilmu kesaktian dan pada suatu hari iadituduh mencuri dan dibuang ke
laut. Ia terdampar di tepi pantai tempat tinggalraksasa pemakan segala. Ia
pun ditemukan oleh Putri Cahaya dan diselamatkannya.Mereka pun kabur dan
membunuh raksasa tersebut.Nahkoda kapal berniat jahat untuk membuang Marakarma
ke laut, dan seekorikan membawanya ke Negeri Pelinggam Cahaya, di mana kapal
itu singgah.Marakrama tinggal bersama Nenek Kebayan dan ia pun mengetahui bahwa
PutriMayang adalah adik kandungnya. Lalu Marakarma kembali ke Negeri Puspa Sari
danibunya menjadi pemungut kayu. Lalu ia memohon kepada dewa
untukmengembalikan keadaan Puspa Sari. Puspa Sari pun makmur
mengakibatkanMaharaja Indra Dewa dengki dan menyerang Puspa Sari. Kemudian
Marakramamenjadi Sultan Mercu Negeri.
KUIS
VIII : UNGKAPAN
NAMA :
PUTRI NUR INDAH SARI
KELAS : X
MIA 2
·
Angkat kaki : Pergi
Silahkan angkat kaki
dari rumah ini.
·
Buah bibir : topik pembicaraan
Salsa
menjadi buah bibir di kantor nya.
·
Kepala dingin : tenang
Hadapilah masalah dengan kepala
dingin.
KUIS IX : DISKUSI
NAMA :
PUTRI NUR INDAH SARI
KELAS : X
MIA 2
SEMARANG, KOMPAS.com - Belum tuntas
permasalahan beras plastik, warga Kabupaten Semarang juga dikejutkan dengan
kabar mengenai beredarnya kemiri palsu. Buah atau biji kemiri yang biasanya
dimanfatkan sebagai salah satu rempah dalam masakan, diduga dipalsukan dengan
menggunakana bahan lain.
Pengelola
warung makan Tanto Tanti Bandungan, Kabupaten Semarang, Watiningsih (38),
mengaku menjadi salah satu korbannya. Warga Desa Kenteng, Bandungan ini
mengatakan, sebelum geger beras palsu, dirinya pernah menjadi korban pemalsuan
bumbu dapur kemiri.
Bentuknya
sangat mirip dengan kemiri, tapi saat ditumbuk dan dimasak bumbu tersebut
menggumpal.
“Kemiri
itu baru ketahuan kalau palsu, setelah bumbu yang ditumbuk itu dimasak.
Tahu-tahu bumbu rica-rica itu menjadi lengket seperti jenang," kata
Watiningsih, Selasa (26/5/2015).
Lantaran
curiga, Watiningsih langsung mengecek kemiri sisanya yang belum dipakai.
Ternyata saat dicek, kemiri yang dibelinya dari pedagang bumbu di salah satu
pasar tradisional di Kabupten Semarang tersebut terbuat dari tepung.
"Ternyata
tidak seperti kemiri biasanya. Perkiraan kami kemiri itu dibuat dari tepung.
Terpaksa masakan tidak jadi kami jual. Kalau dibiarkan kami pedagang masakan
akan rugi besar,” ujarnya.
Sementara
itu, Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan, M. Natsir
mengatakan, pihaknya bersama Satpol PP, Selasa (26/5/2015), juga melakukan
inspeksi mendadak ke pasar Projo Ambarawa untuk memantau peredaran kemiri. Hal
itu dilakukan setelah sebelumnya ada informasi adanya dugaan beredarnya kemiri
palsu yang terbuat dari tepung itu.
"Tim
gabungan sudah bergerak melakukan pengecekan dan belum ada temuan apa pun.
Termasuk kami mengecek adanya dugaan Kemiri palsu di Pasar Projo,” kata Natsir.
Dampak
Positif : Masyarakat menjadi tahu
beredarnya kemiri palsu tujuannya agar dapat bisa memilah mana kemiri palsu
mana kemiri yang alami
Dampak
Negatif : Pedagang masakan akan rugi besar dengan beredarnya kemiri palsu yang
meresahkan masyarakat






















Comments
Post a Comment