Kuis
11
“Majas”
“Majas”
Nama : Aldi
Faturrahman
Kelas : X-MIA
2
1. Majas Penegasan
Majas Klimaks
* Contoh : Kesengsaraan
membuahkan kesabaran, kesabaran pengalaman, dan pengalaman harapan.
Majas Retorik
* Contoh : Siapakah yang
tidak ingin hidup?
2. Majas Perbandingan
Majas Litotes
* Contoh : Terimalah kado yang tidak berharga ini sebagai tanda terima kasihku.
* Contoh : Terimalah kado yang tidak berharga ini sebagai tanda terima kasihku.
Majas Hiperbola
* Contoh : Kita berjuang
sampai titik darah penghabisan.
Majas
Personifikasi
* Contoh : Hujan itu menari-nari di atas genting.
* Contoh : Hujan itu menari-nari di atas genting.
Majas Simile
* Contoh : Kau umpama air
aku bagai minyaknya
Majas Metafora
* Contoh : Cuaca mendung
karena sang raja siang enggan menampakkan diri.
Majas Totum pro parte
* Contoh : Indonesia
bertanding volly melawan Thailand.
Majas Alusio
* Contoh: Sudah dua hari
ia tidak terlihat batang hidungnya.
Majas Metonimia
* Contoh:Ia menggunakan
Jupiter jika pergi ke sekolah.
Majas Pars pro toto
* Contoh : Sejak kemarin
dia tidak kelihatan batang hidungnya.
3. Majas Pertentangan
Majas Antitesis
* Contoh : Kaya miskin,
tua muda, besar kecil, smuanya mempunyai kewajiban terhadap keamanan bangsa.
Majas Paradoks
* Contoh : Dia besar
tetapi nyalinya kecil.
4. Majas Sindiran
Majas Ironi
* Contoh: Suaramu merdu seperti kaset kusut.
* Contoh: Suaramu merdu seperti kaset kusut.
Kuis 12
“Negoisasi”
Jual Beli Mobil
Nama : Aldi Faturrahman
Kelas : X MIA 2
Nama : Aldi Faturrahman
Kelas : X MIA 2
Penjual Mobil (Fatur) : Selamat pagi pak
Pembeli Mobil (Ghozi) : Selamat pagi
Penjual Mobil (Fatur) : Ada yang bisa saya bantu ?
Pembeli Mobil (Ghozi) : Kehadiran saya disini saya ingin membeli mobil
Penjual Mobil (Fatur) : Mobil seperti apa yang ingin bapak beli ?
Pembeli Mobil (Ghozi) : Mobil Buggati Veyron V9, Kira-Kira berapa harga mobil tersebut ?
Penjual Mobil (Fatur) : Harga yang saya berikan Rp. 23.400.000.000,-
Pembeli Mobil (Ghozi) : Apa harganya tidak bisa lebih murah
Penjual Mobil (Fatur) : Berapa harga yang bapak inginkan ?
Pembeli Mobil (Ghozi) : Sekitar Rp. 20.000.000.000,-
Penjual Mobil (Fatur) : Tidak bisa pak karena harga pasaran mobil ini Rp 23.000.000.000,-
Pembeli Mobil (Ghozi) : Baiklah bagaimana jika Rp. 22.500.000.000
Penjual Mobil (Fatur) : Maaf tetap tidak bisa pak
Pembeli Mobil (Ghozi) : Baiklah saya beli dengan harga Rp 23.000.000.000,-
Penjual Mobil (Fatur) : Baik pak harga saya terima
Pembeli Mobil (Ghozi) : Akan saya transfer secepatnya
Penjual Mobil (Fatur) : Terima Kasih pak, mobil akan saya antar setelah uang di transfer
Pembeli Mobil (Ghozi) : Sama-sama
Pembeli Mobil (Ghozi) : Selamat pagi
Penjual Mobil (Fatur) : Ada yang bisa saya bantu ?
Pembeli Mobil (Ghozi) : Kehadiran saya disini saya ingin membeli mobil
Penjual Mobil (Fatur) : Mobil seperti apa yang ingin bapak beli ?
Pembeli Mobil (Ghozi) : Mobil Buggati Veyron V9, Kira-Kira berapa harga mobil tersebut ?
Penjual Mobil (Fatur) : Harga yang saya berikan Rp. 23.400.000.000,-
Pembeli Mobil (Ghozi) : Apa harganya tidak bisa lebih murah
Penjual Mobil (Fatur) : Berapa harga yang bapak inginkan ?
Pembeli Mobil (Ghozi) : Sekitar Rp. 20.000.000.000,-
Penjual Mobil (Fatur) : Tidak bisa pak karena harga pasaran mobil ini Rp 23.000.000.000,-
Pembeli Mobil (Ghozi) : Baiklah bagaimana jika Rp. 22.500.000.000
Penjual Mobil (Fatur) : Maaf tetap tidak bisa pak
Pembeli Mobil (Ghozi) : Baiklah saya beli dengan harga Rp 23.000.000.000,-
Penjual Mobil (Fatur) : Baik pak harga saya terima
Pembeli Mobil (Ghozi) : Akan saya transfer secepatnya
Penjual Mobil (Fatur) : Terima Kasih pak, mobil akan saya antar setelah uang di transfer
Pembeli Mobil (Ghozi) : Sama-sama
Kuis
13“Lamaran Pekerjaan”
Nama :
Aldi Faturrahman
Kelas : X MIA 2
Kelas : X MIA 2
Jakarta,
6 April 2015
Perihal :
Lamaran Pekerjaan
Kepada
Yth. Bapak/Ibu Personalia
Ditempat
Yth. Bapak/Ibu Personalia
Ditempat
Dengan Hormat,
Bahwa yang bertanda tangan dibawah ini :
Bahwa yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama : Aldi
Faturrahman
Tempat/Tanggal
Lahir : Jakarta, 30 November 1998
Alamat :
Jalan Budi MuliaRT.015/RW.011No.31
Pademangan Barat, JakartaUtara
Pademangan Barat, JakartaUtara
Pendidikan :
Sekolah Menengah Atas (SMA)
No. Telepon/Hp :
081905557060
Dengan ini saya memberanikan diri untuk
mengajukan surat lamaran kerja pada perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin. Sebagai
bahan pertimbangan bersama ini saya lampirkan beberapa berkas sebagai berikut :
1.
Daftar Riwahat Hidup
2.
Fotocopy Ijazah Sekolah
Menengah Atas (1 Lembar)
3.
Fotocopy Seretifikat Microsoft
Windows (1 Lembar)
4.
Fotocopy KTP (1 Lembar)
5.
Pas Foto ukuran 4x6 (1 Lembar)
Besar kiranya harapan saya untuk diterima
menjadi karyawan pada perusahaan Bapak/Ibu pimpin. Dan atas kebijakan yang
diberi dalam mempertimbangkan surat lamaran kerja, saya ucapkan terima kasih.
Hormat Saya
Aldi
(Aldi Faturrahman)
Aldi
(Aldi Faturrahman)
Kuis
14
“Resensi Cerpen”
“Resensi Cerpen”
Nama :
Aldi Faturrahman
Kelas : X MIA 2
Resensi
Kelas : X MIA 2
Resensi
Judul Buku :
Rindu Tanah Jeruk: Palestina!
Tema : Cinta dan perjuangan
Penulis : M. Thoha Anwar
Editor : Izmir Azlan, Hijrah Ahmad, Adhika Prasetya
Penerbit : Emir Cakrawala Islam
Tahun Terbit : 2014
Tebal Buku : 125 halaman
Cerpen yang di resensi : hal 107-115
Tema : Cinta dan perjuangan
Penulis : M. Thoha Anwar
Editor : Izmir Azlan, Hijrah Ahmad, Adhika Prasetya
Penerbit : Emir Cakrawala Islam
Tahun Terbit : 2014
Tebal Buku : 125 halaman
Cerpen yang di resensi : hal 107-115
Synopsis :
Tiba-tiba Bram menoleh ke arah kanan, pandangannya menatap jauh. Matanya
terpaku pada sosok orang yang menyusuri pantai dengan langkah-langkahnya yang
ringan. Seolah matanya tidak berkedip mengikuti sosok orang yang berjalan itu.
Semakin dekat semakin pasti, seorang gadis yang berjalan sendiri. Tetapi
benarkah itu Hala? Benarkah, benarkah gadis itu Hala? Bukankah kemarin dulu,
gadis Palestina yang telah begitu akrab dengannya itu telah mengucapkan kata
“selamat berpisah” dan mungkin tidak akan bertemu lagi dengannya di Kairo,
Alexandria, atau pun di seluruh mesir?
Demikianlah sekelumit pergolakan batin Bram ketika menuntut ilmu di negeri Mesir, tempat ia menuntut ilmu bersambut getaran- getaran cinta. Getraran cinta yang disambut baik dengan kenalannya, Hala, seorang gadis Palestina yang sedang berjuang untuk melepaskan negerinya dari belenggu penjajah. Garis hidup mereka di negeri seribu menara ini, namun Tuhan tidak menakdirkan untuk bersisian selamanya. Bram harus kembali ke Indonesia, Hala harus meneruskan perjuangannya di Palestina.
Demikianlah sekelumit pergolakan batin Bram ketika menuntut ilmu di negeri Mesir, tempat ia menuntut ilmu bersambut getaran- getaran cinta. Getraran cinta yang disambut baik dengan kenalannya, Hala, seorang gadis Palestina yang sedang berjuang untuk melepaskan negerinya dari belenggu penjajah. Garis hidup mereka di negeri seribu menara ini, namun Tuhan tidak menakdirkan untuk bersisian selamanya. Bram harus kembali ke Indonesia, Hala harus meneruskan perjuangannya di Palestina.
Kelebihan :
Cover depan buku mneggunakan tampilan yang sangat menarik sehingga dapat
menarik pembaca untuk mebacanya, juga kertas yang digunakan bagus tidak tipis,
dilihat dari isinya ceritanya sangat unik dan layak untuk dibaca.
Kekurangan :
Bahasa yang digunakan tidak mudah dipahami, sulit untuk dimengerti sehingga
pembaca harus bolak balik membaca untuk memahami ceritanya.
Kesimpulan :
Buku ini layak dibaca oleh siapa saja, karena cerita yang terdapat didalamnya
sangat menginspirasi, dan pembaca juga tidak akan bosan dengan isi cerita yang
terdapat didalamnya.
Kuis 15
“Resensi Novel”
“Resensi Novel”
Judul : Laskar Pelangi
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang
Kota Terbit : Yogyakarta
TahunTerbit : 2007
Cetakan : III
Tebal Buku : 533 halm
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang
Kota Terbit : Yogyakarta
TahunTerbit : 2007
Cetakan : III
Tebal Buku : 533 halm
Unsur Intrinsik
Tema :
Persahabatan
Penokohan dan Perwatakan :
·
Ikal : Pintar
·
Lintang : Jenius
·
Sahara : Ramah, kuat
pendirian, sangat patuh pada agama
·
Mahar : Berbakat seni, seni
musik
·
A
Kiong : memiliki
rasa persahabatan yang tinggi dan baik hati
·
Syahdan : Ceria
·
Kucai : Laki-laki ini sejak
kecil terlihat bisa menjadi politikus
·
Borek
aka Samson : Borek selalu menjaga
citranya sebagai laki-laki macho
·
Trapani : pandai, baik hati dan
sangat mencintai ibunya
·
Harun : memiliki
keterbelakangan mental
Alur : Maju
Latar : Kerajaan, di laut.
Waktu : Zaman pemerintahan Raja Antah Beranta
Suasana : Meratapi nasib.
Sudut pandang : Orang pertama
Gaya Bahasa :
Latar : Kerajaan, di laut.
Waktu : Zaman pemerintahan Raja Antah Beranta
Suasana : Meratapi nasib.
Sudut pandang : Orang pertama
Gaya Bahasa :
Hiperbola
·
Kami
menari seperti dirasuki roh Lucifer si raja hantu.
·
Namun
tak lama kemudian antara tidur dan terjaga aku mendengar suara gemericik air
seperti jutaan semut berdatangan.
Sinopsis
Ini adalah kisah tentang 11 anak
Belitong yang tergabung dalam “Laskar Pelangi” mereka adalah Syahdan, Lintang,
Kucai, Samson, A Kiong, Sahara, Trapani, Harun, Mahar, Flo dan sang tokoh utama
Ikal. Cerita ini menceritakan kehidupan di pedalaman Belitong yang kontras ,
negeri yang kaya akan timah namun rakyat nya tidak mampu memenuhi kebutuhan
hidup sehari-hari.
Novel ini bercerita tentang semangat
juang dari anak-anak kampung Belitong untuk mengubah nasib mereka melalui
sekolah. Sebagian besar orang tua mereka lebih senang melihat anak-anaknya
bekerja membantu orang tua dari pada belajar disekolah. Suramnya pendidikan di
desa itu tergambar jelas ketika SD Muhammadiyah terancam tutup jika murid baru
sekolah itu tidak mencapai 10 orang , namun kesebelas anak itulah yang telah
menyelamatkan masa depan pendidikan didesa itu yang hampir redup karena faktor
ekonomi rakyatnya.
Anak-anak Laskar Pelangi itu
hidup dalam kebahagiaan masa kecil dan menyimpan mimpi masing-masing untuk masa
mendatang , namun dua belas tahun kemudian, Ikal menyaksikan perubahan nasib
teman-temannya yang sungguh diluar dugaan. Anak-anak Laskar Pelangi itu
punya cita-cita setinggi langit, namun nasib jualah yang menentukan kehidupan
mereka selanjutnya. Mereka harus tunduk oleh nasib yang semestinya bisa
diupayakan oleh pemerintah yang punya amanah dan kuasa untuk memajukan
pendidikan.
Keunggulan
- Isi
Memiliki arti perjuangan hidup dalam kemiskinan yang meruntuhkan cita – cita namun penuh pengharapan dan rasa persahabatan yang sangat kental
Kelemahan
- Gaya Bahasa
Ada kata-kata yang sulit untuk dipahami atau dapat kita mengerti , menggunakan kata-kata daerah yang belum diketahui artinya.
Kesimpulan
Buku ini sangatlah bagus dibaca bagi para pelajar yang mendapat kemudahan ekonomi dalam menggapai pendidikan juga bagi para pendidik dan pemerintah yang memiliki kuasa untuk memajukan pendidikan Indonesia.
.
Keunggulan
- Isi
Memiliki arti perjuangan hidup dalam kemiskinan yang meruntuhkan cita – cita namun penuh pengharapan dan rasa persahabatan yang sangat kental
Kelemahan
- Gaya Bahasa
Ada kata-kata yang sulit untuk dipahami atau dapat kita mengerti , menggunakan kata-kata daerah yang belum diketahui artinya.
Kesimpulan
Buku ini sangatlah bagus dibaca bagi para pelajar yang mendapat kemudahan ekonomi dalam menggapai pendidikan juga bagi para pendidik dan pemerintah yang memiliki kuasa untuk memajukan pendidikan Indonesia.
.
Kuis 16
“Daftar Pustaka, Catatran kaki, dan Kutipan langsung”
Nama :
Aldi Faturrahman
Kelas : X MIA 2
Daftar Pustaka :
Sumber dari Buku : Faturrahman, Aldi. 2013.
Tiga Landasan Utama. Penerbit Sejahtera: Jakarta.
Sumber
dari Internet : Faturrahman, Aldi. 2011.
Pendidikan Berkarakter.
http//.www.duniapendidikan.com. Diakses
pada tanggal 4 maret 2013.
Sumber dari Jurnal : Faturrahman, Aldi. 2013, "Cerita Indah Negeri Indonesia".
Jurnalistik 41. Volume 17, No. 3, http://Jurnalistik41.net,
10 July 2013
Catatan Kaki : Aldi Faturrahman, Perkembangan Demokrasi
Indonesia (Jakarta: Pustaka sinar Harapan, 1994), hlm. 16.
Kutipan Langsung :
“Olahraga Skateboard telah berkembang pesat di Indonesia. Karena Skateboard
adalah salah satu olahraga yang paling
diminati di seluruh dunia.” (Aldi Faturrahman, Perkembangan Skateboard, 20012,
Hal. 2)
Kuis 17
“Hikayat”

Nama : Aldi Faturrahman
Kelas : X-MIA2
Synopsis :
Ada seorang suami istri yang dikutuk hidup miskin. Pada suatu hari mereka mendapatkan anak yang diberi nama Marakrama, dan sejak anak itu lahir hidup
mereka pun menjadi sejahtera dan berkecukupan. Ayahnya termakan perkataan
para ahli nujum yang mengatakan bahwa anak itu membawa sial dan mereka harus membuangnya. Setelah membuangnya, mereka kembali hidup sengsara. Dalam
masa pembuangan, Marakrama belajar ilmu kesaktian dan pada suatu hari ia
dituduh mencuri dan dibuang ke laut. Ia terdampar di tepi pantai tempat tinggal
raksasa pemakan segala. Ia pun ditemukan oleh Putri Cahaya dan diselamatkannya.
Mereka pun kabur dan membunuh raksasa tersebut.
Nahkoda kapal berniat jahat untuk membuang Marakarma ke laut, dan seekor
ikan membawanya ke Negeri Pelinggam Cahaya, di mana kapal itu singgah.
Marakrama tinggal bersama Nenek Kebayan dan ia pun mengetahui bahwa Putri
Mayang adalah adik kandungnya. Lalu Marakarma kembali ke Negeri Puspa Sari dan
ibunya menjadi pemungut kayu. Lalu ia memohon kepada dewa untuk
mengembalikan keadaan Puspa Sari. Puspa Sari pun makmur mengakibatkan
Maharaja Indra Dewa dengki dan menyerang Puspa Sari. Kemudian Marakrama
menjadi Sultan Mercu Negara.
Unsur-unsur intrinsik :
Tema : Kesuksesan Dibalik Kesengsaraan
Penokohan dan Perwatakan :
· Maharaja Indra Angkasa (Si Miskin):
mudah percaya orang lain, lebih mementingkan harta dari pada anak.
· Ratna Dewi (Istri Si Miskin):
Penyayang.
· Marakarma:
Mudah memaafkan.
· Nila Kesuma (Mayang Mengurai):
Penyayang.
· Maharaja Indra Dewa:
Pendendam, iri hati
· Putri Cahaya Kairani:
Suka menolong, membela yang benar.
Alur : Maju
Latar : Kerajaan, di laut.
Waktu : Zaman pemerintahan Raja Antah Beranta
Suasana : Meratapi nasib.
Sudut pandang: Orang ketiga
Gaya Bahasa :
· Hiperbola: “seorang anak laki-laki terlalu amat baik parasnya dan elok
rupanya…”
Amanat :
· Jangan mudah percaya kepada orang lain
· Tidak boleh iri kepada keberhasilan orang lain
“Hikayat”

Nama : Aldi Faturrahman
Kelas : X-MIA2
Synopsis :
Ada seorang suami istri yang dikutuk hidup miskin. Pada suatu hari mereka mendapatkan anak yang diberi nama Marakrama, dan sejak anak itu lahir hidup
mereka pun menjadi sejahtera dan berkecukupan. Ayahnya termakan perkataan
para ahli nujum yang mengatakan bahwa anak itu membawa sial dan mereka harus membuangnya. Setelah membuangnya, mereka kembali hidup sengsara. Dalam
masa pembuangan, Marakrama belajar ilmu kesaktian dan pada suatu hari ia
dituduh mencuri dan dibuang ke laut. Ia terdampar di tepi pantai tempat tinggal
raksasa pemakan segala. Ia pun ditemukan oleh Putri Cahaya dan diselamatkannya.
Mereka pun kabur dan membunuh raksasa tersebut.
Nahkoda kapal berniat jahat untuk membuang Marakarma ke laut, dan seekor
ikan membawanya ke Negeri Pelinggam Cahaya, di mana kapal itu singgah.
Marakrama tinggal bersama Nenek Kebayan dan ia pun mengetahui bahwa Putri
Mayang adalah adik kandungnya. Lalu Marakarma kembali ke Negeri Puspa Sari dan
ibunya menjadi pemungut kayu. Lalu ia memohon kepada dewa untuk
mengembalikan keadaan Puspa Sari. Puspa Sari pun makmur mengakibatkan
Maharaja Indra Dewa dengki dan menyerang Puspa Sari. Kemudian Marakrama
menjadi Sultan Mercu Negara.
Unsur-unsur intrinsik :
Tema : Kesuksesan Dibalik Kesengsaraan
Penokohan dan Perwatakan :
· Maharaja Indra Angkasa (Si Miskin):
mudah percaya orang lain, lebih mementingkan harta dari pada anak.
· Ratna Dewi (Istri Si Miskin):
Penyayang.
· Marakarma:
Mudah memaafkan.
· Nila Kesuma (Mayang Mengurai):
Penyayang.
· Maharaja Indra Dewa:
Pendendam, iri hati
· Putri Cahaya Kairani:
Suka menolong, membela yang benar.
Alur : Maju
Latar : Kerajaan, di laut.
Waktu : Zaman pemerintahan Raja Antah Beranta
Suasana : Meratapi nasib.
Sudut pandang: Orang ketiga
Gaya Bahasa :
· Hiperbola: “seorang anak laki-laki terlalu amat baik parasnya dan elok
rupanya…”
Amanat :
· Jangan mudah percaya kepada orang lain
· Tidak boleh iri kepada keberhasilan orang lain
Kuis
20
“Diskusi”
“Diskusi”
Highlights Thailand Hujani Gawang Indonesia dengan 5
Gol
Timnas
U-23 Indonesia gagal mempersembahkan medali emas SEA Games 2015 usai
dipermalukan Thailand. Pada babak semifinal, Evan Dimas dan kawan-kawan
dipermak Thailand 0-5.Bertanding di Stadion Nasional Singapura, Sabtu 19 Juni
2015, gawang Indonesia sudah dibobol Thailand pada menit 12. Rungrath
Poomchantuek mencetak gol pertama untuk tim Negeri Gajah Putih.
Indonesia
kembali kebobolan di menit 28 melalui Thitipan Puangchan. Skor tersebut
bertahan sampai turun minum.Unggul dua gol di babak pertama, tim besutan
Choketawee Promrut itu semakin menggila. Hasilnya, di menit 51, Rungrat
mencetak gol kedua untuk membawa Thailand unggul 3-0.
Masih
belum puas, Thailand menggenapkan skor menjadi 4-0 melalui Narubadin
Weerawatnodom. Pemain kunci Thailand, Chanathip Songkrasin ikut mencetak gol
dan menutup pertandingan dengan skor 5-0.
Dengan
hasil ini, Thailand melaju ke final dan akan melawan Myanmar. Sedangkan
Indonesia akan bertarung melawan Vietnam untuk memperebutkan medali perunggu.
Dampak
Positif : Dengan adanya
kekalahan ini, Indonesia harus lebih baik dalam mengembangkan cabang olahraga
sepak bola agar Indonesia bisa menjadi salah satu Tim sepak bola yang ditakuti
di dunia.
Dampak
Negatif : Dengan adanya kekalahan
ini juga Indonesia tidak bisa mendapatkan medali emas untuk bangsa Indonesia.

















Comments
Post a Comment