Skip to main content

Tugas Kuis Bahasa Indonesia X IIS 1 ( Muhammad Egi Syaifullah )

KUIS 1 MAJAS
NAMA:MUHAMMAD EGI SYAIFULLAHKELAS:X IPS 1
1.Majas perbandingan:
A.Majas hiperbola:
Suara klakson itu membara di angkasa  sana.

B.Majas metafora:   
Raja siang keluar dari ufuk timur.

C.Maja Simile:
wajahmu bagaikan rembulan yang bersinar di malam hari

2.Majas pertentangan:
A.Majas Personifikasi:
daun pohon kelapa di pantai itu melambai lambai memangilku.

B.Majas ironi:
Kota jakarta sangatlah indah dengan sampah-sampahnya.

C.Majas paradoks:
Kenaikan dollar berimbas pada penurunan kesejahteraan rakyat.

D.Majas antitesis:
Tua muda ,besar kecil ikut meramaikan pekan raya jakarta
.
E.Majas alusio:
Marc marquez  dipredisikan menjadi the next valentino rossi.

3.Majas pertautan
A.Majas metonimia:
Madun pergi ke yogyakarta menggunakan kereta api.

B.Majas retorik:
Apakah ini orang yang selama ini kamu bangga-banggakan ?

4.Majas penegasan
1.Majas sinekdoke pars pro toto:
Per kepala dikenai biaya sebesar rp 50.000 untuk tiap  kali memasuk wahana bermain itu.

2. Majas totem pro partem:
Indonesia menang atas philipina dalam pertandingan sepak bola di singapura kemarin malam.

3.Majas eufemisme:
Karena tidak disiplin ,pegawai tersebut diistirahatkan.


4.Majas litotes:
Kalau boleh ikutlah bersama kami dengan mobil tua ini.



KUIS 2 NEGOSIASINAMA:MUHAMMAD EGI SYAIFULLAHKELAS :X IPS 1  

Penjual:”Selamat pagi pak,ada yang bisa saya bantu?
Pembeli:”Selamat pagi.saya mencari batu akik jenis red bomeo ada ?
Penjual:Bapak ingin yang sintesis atau yang murni ?
Pembeli:Kira-kira yang sintesis harga nya berapa ?
Penjual:Harganya dua ratus ribu.Tapi saya sarankan beli yang murni karena selain harga nya beda dikit.kualitas akik murni jelas lebih bagus dan tahan lama.
Pembeli:Harga nya berapa ?
Penjual:Empat ratus tibu pak.
Pembeli:Apa harga nya tidak bisa turun lagi pak.Dua ratus tujuh puluh lima gimana ?
Penjual:Jangan pak.Tiga ratus ribu ya ?
Pembeli:Yaudah pak saya terima
Penjual :Ini barang nya pak .Ada yang bisa saya bantu lagi ?
Pembeli:Tidak ada lagi pak,terima kasih pak.
Penjual:Sama-sama pak.

KUIS 3 LAMARAN PEKERJAANNAMA :MUHAMMAD EGI SYAIFULLAHKELAS: X IPS 1


Kepada
Yth.Bapak/Ibu pimpinan PT  SHUKAKU INDONESIA
Jl. Raya Kosambi Timur No.47 Pergudangan Sentra Kosambi Blok H1/P Dadap-Tangerang.
Hal:Lamaran pekerjaan
   Dengan hormat,
   Yang bertandatangan dibawah ini :
Nama                           :Muhammad egi syaifullah
Tempat,tanggal lahir :Jakarta,4 oktober 1999
Usia                              : 23 tahun
Pendidikan terakhir  :S2
Alamat asal                :Sunter muara,jakarta utara
Domisil                       :Jl.sunter muara rt014 rw05 no 22 ,Jakarta utara
Telepon                      :083894646759
        Berdasarkan info kerja yang dimuat dikoran mingguan,saya bermaksud mengajukan lamaran kerja pada perusahhan yang Bapak/Ibu pimpin untuk menempati posisi sebagai stafadministrasi  gudang. Saya dapat bekerja keras , rajin dan jujur dapat bekerja sendiri maupun tim .

 Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan beberapa berkas sebagai berikut:
1.Foto copy ijazah terakhir
2.Daftar riwayat hidup
3.Foto copy KTP
4.Foto ukuran 3x4 = 2lembar
5.sertifikat keterampilan khusus
    Demikian surat permohonan pekerjaan ini saya buat dengan sebenar-benarnya.Besar harapan saya untuk dapat diterima di perusahaan Bapak/ibu pimpin.Atas perhatian nya saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya,
                                                                                                                            J     
      (muhammad egi) 

KUIS 4 CERPEN(RESENSI)NAMA:MUHAMMAD EGI SYAIFULLAHKELAS :X IPS 1

Resensi buku :
1.Judul buku                         :Kumpulan cerpen sembilan wartawan
2.Tema                                   :Nyaris kena tipu
3.Nama penggarang           :WITO KARYONO
4.Tahun penerbit&cetakan:18 JULI 2012&Pustaka spirit
5.Tebal buku                          :231 halaman
6.Harga buku                         :RP.75.000
7.Kelebihan buku                 :Kata-kata nya mudah dimengerti
8.Kekurangan buku             :Kertas buku nya terlalu tipis
9.Sinopsis                              :Warni adalah wanita pelit/hemat duit versi dia sendiri.Ia          memiliki tabungan Rp30Juta.Sewaktu-waktu warni mendapat telepon dari seseorang yang tak dikenal .Orang tersebut mengabarkan bahawa anaknya mengalami kecelakaan.Warni mencoba menghubungi anaknya tetapi telepon nya tidak nyambung.Warni medapat telepon lagi dari seseorang yang mengaku dokter.Dokter bilang anak nya harus dioperasi dan butuh uang operasi .Warni lalu mentransfer uang RP 10 Juta.Merasa uang nya cukup ,warni mulai panik dan langsung pergi menuju rumah sakit.Setibannya dirumah sakit warni bertanya kepada petugas informasinya, petugas nformasi bilang anak nya tidak dirawat di rumah sakit tersebut.Kemudian tiba-tiba anaknya telepon warni dan warni langsung kaget lalu warni berkata “Loh kamu masih hidup?”? ternyata warni hampir tertipu, untung saja duitnya belum berhasil ditransfer.                             

KUIS 5 NOVEL
NAMA:MUHAMMAD EGI SYAIFULLAHKELAS:X IPS 1
 

Unsur intristik :
1.Alur:Alur dalam novel ini adalah alur maju dengan penjelasan sebagai berikut
a.Perkenalan:Haji Hasbullah menikahkan anaknya yang bernama Zubaidah dengan Suria, anak dari teman karibnya yaitu Haji Zakaria.
b. Permasalahan muncul
- Sifat Suria yang sombong dan suka hura-hura karena anak tunggal dari Haji Zakaria.
- Ingin menjadi klerk dan membeli barang-barang lelang dari mantan klerk yang dipindah tugaskan
c. Klimaks
-  Penagih hutang datang pada Suria dan Zubaidah meminta pembayaran hutang karena hutang yang sudah sangat banyak.
-  Suria mengambil uang kas daerah secara diam-diam tanpa sepengetahuan orang lain.
d. Penyelesaian
-  Membayar semua hutang dengan uang kas daerah dan mengembalikan uang kas daerah dengan melelang barang-barang yang dimiliki suria.
-  Kematian Zubaedah yang membawa perubahan pada sifat dan sikap Suria setelah diusir oleh Abdulhalim (anaknya sendiri)
2.Tokoh : Suria: Sombong, Angkuh, Egois
  Zubaidah :Sabar, Baik, Penuru
 R. Muhamad Kosim : Baik, Ramah, Memperjuangkan Haknya , sabar
 Suminta :Baik, Ramah, Sopan,Bijak
 Patih R.Atmadi Nata : Baik, Bijaksana
 Abdulhalim : Baik, Ramah, Sopan, Sabar
 Sastrawijaya :Baik, Bijaksana Hamzah : Baik, Bijaksana
 Hj.Junaedi : Baik, Sopan, Ramah, Penolong
 Hj.Zakaria : Pemaksa
 Hj.Hasbulah : Baik
 Khadijah : Bijaksana, Baik, Ramah, Sopan
 Raden Natanegara : Penolong, Ramah
 Guru Wijaya  : Baik
 Jasen : Baik

3.Latar: 
Rumah Suria (ketika Suria sedang duduk santai)
Kamar Tulis (Ketika Suria sedang menghitunghutangnya)
Ruang Tamu (Ketika Zubaidah menyambut tamunya,                                                                 Khadijah)
Rumah Patih (Ketika memperundikan perkawinan Kosim                                                                 dengan Fatimah)
Rumah Hj.Junaedi (ketika Suria datang berkunjung)
Rumah Bola (Ketika Suria sedang bermain karambol)
Pasar (Ketika sedang terjadi lelang)
Rumah Abdulhalim (Ketika Suria menumpang di rumah                                                                   anaknya)
Kedai Kopi (Ketika Suria sedang beristirahat di Jakarta)
Rumah Mak Iyah (Ketika Suria tinggal di rumah ibunya)
Sawah (ketika Suria melihat bayangan Zubaidah)
Kantor(ketika Suria sedang bekerja)
4. Waktu  :  Pagi (Ketika Suria berangkat kerja)
                     Siang (Ketika Suria meminum es, di siang hari)
                     Sore (Ketika Suria bermain karambol)
                    Malam (Ketika Suria tidur)
 5.Suasana   : Mencengkam
                     Haru
                     Bahagia
6.Sudut Pandang  : Orang Ketiga
7.Amanat  : Jangan sombong, angkuh
 Jangan memaksakan kehendak
 Jangan boros / Jangan suka berfoya – foya
 Harus patuh pada orang tua
 Sabar dalam menghadapi cobaan / Masalah
8.Gaya Bahasa  : Masih menggunakan bahasa melayu dan terdapat banyak majas. Banyak kata-kata yang kurang efektif, hingga membuat pembaca menjadi bingung.   
Sinopsis: Suria adalah seorang Manteri Kabupaten yang sangat angkuh. Ia sangat sombong dan gila hormat. Istirinya, Zubaidah sudah tak tahan tinggal dengan suaminya itu. Suria senang berfoya-foya. Itu pun dari uang Ayahnya Zubaidah, Hj. Hasbulah. Sebenarnya, Hj.Hasbulah ingin menikahkan anaknya itu kepada Raden Prawira, anak jaksa kepala. Tetapi, tiba-tiba Hj. Zakaria, ayah Suria memohon untuk menikahkan anaknya dengan anak Hj. Hasbulah. Karena Hj. Zakaria adalah sahabatnya, ia tak ingin membuat sahabatnya putus harapan, lalu ia kabulkan permintaan Hj. Zakaria. Zubaidah dulu, hanyalah gadis penurut. Ia menurut untuk di nikahkan oleh Suria.
Tetapi, pernikahan itu tidak membawakan kebahagiaan untuk Zubaidah. Setelah menikah, mereka di karuniai anak laki-laki bernama Abdulhalim, tetapi Suria meninggalkannya begitu saja. Ia meninggalakan mereka berdua selama 3 tahun. Setelah 3 tahun lamanya itu, Suria kembali kepada Zubaidah, hanya untuk meminta hartanya Hj. Hasbulah. Hingga kini, kehidupan rumah tangga Suria dan Zubaidah selalu di bantu oleh ayah Zubaidah. Walaupun Suria sudah berpenghasilan, dan menjabat Manteri Kabupaten.
Kini Suria sudah di karuniai 3 anak. Tetapi, ia sama sekali tidak punya perhatian kepada keluarganya tersebut. Gajinya saja di pakai untuk hal yang tidak perlu. Urusan rumah tangganya pun di serahkan kepada Zubaidah. Suria hanya mengandalkan uang kiriman mertuanya. Zubaidah malu dengan hal itu, dan mulai berhemat dengan hanya mempergunakan gaji suaminya itu. Tetapi, Suria tidak peduli dengan perbuatan istrinya, ia tetap berfoya-foya.
Di kantornya, ia pun angkuh dan sombong. Ia senang memerintah para pesuruh dengan seenaknya. Semua orang menghormati dia. Patih, Raden Atmadi Nata pun tau akan hal ini. Walaupun ia tau akan hal ini, tetapi ia tidak terlalu memikirkannya, karena Suria bekerja dengan baik. Di kantornya, Suria tidak pernah suka dengan anak emasnya patih, yang magang menjadi juru tulis. Raden Muhamad Kosim. Ia sering berlaku tidak sepatutnya kepada Kosim itu.
Suria pernah di undang oleh Hj.Junaedi ke rumahnya yang besar. Hj.Junaedi menyambutnya penuh sukacita. Tapi, setelah ia tahu bahwa Suria yang gila hormat itu, dan sering menjelekan Kosim. Ia pun menjadi sebal dengan Suria.
Karena Suria senang berfoya-foya. Akhirnya kebutuhan rumah tangga menjadi semakin tidak terpenuhi. Zubaidah telah memperingatkan Suria untuk berlaku, hemat. Tetapi, tetap saja tidak di hiraukannya. Ia mengatakan, bahwa kebutuhan rumah tangga bisa di dapat dari mertuanya, tapi sayang. Mertuanya itu sedang dalam keadaan tak punya uang. Walaupun sudah di paksa, tetap saja ia tak mau, dan akhirnya Suria memilih untuk menjadi Klerk yang gajinya lebih besar.
Ia pun merayakan, jabatannya yang akan berubah dari Manteri Kabupaten, menjadi Klerk. Ia membeli barang yang tidak perlu, karena ia berpikir. Bahwa gaji Klerk nant i akan memenuhi kebutuhannya.
Setelah menunggu beberapa minggu tentang hasil surat yang di berikan Suria untuk mengubah pekerjaannya, ternyata hasilnya adalah nihil. Suria tidak menjadi Klerk, dan yang menjadi Klerk adalah Kosim. Betapa malunya ia saat itu.
Setelah tahu, bahwa ia tak menjadi Klerk. Hutangnya semakin bertumpuk. Karena barang-barang yang tidak di perlukan itu adalah barang kreditan. Para penagih hutang terus menerornya. Akhirnya ia menyerah, dan meminta bantuan kepada sahabat-sahabatnya. Tetapi, tak ada yang mau menolongnya. Akhirnya, ia memakai uang kas pemerintah untuk menutupi hutangnya. Karena hal itu, Suria memberhentikan diri.
Suria memilih tinggal bersama Abdulhalim, yang sudah menjadi amtenar di Bandung. Padahal Zubaidah tidak ingin menyusahkan anak sulungnya itu. Ia lebih baik tinggal bersama orang tuanya di Tasik. Tetapi, keras kepala Suria yang sudah di berhentikan dari jabatannya tetap saja tak mau mengalah. Akhirnya mereka pindah dari Sumedang ke Bandung tanpa meninggalkan hutang sedikit pun.
Walaupun sudah tinggal menumpang, Suria tetap saja bersikap angkuh dan merasa ia berada di rumahnya sendiri. Seenaknya menyuruh orang, dan mendapat uang pula. Itu pun uang anaknya sendiri, yang sudah berumah tangga bersama anak kepala jaksa, Sutilah.
Kelakuan Suria semakin menjadi-jadi, hingga akhirnya istirnya meninggal. Abdulhalim yang tak tahan dengan kelakuan ayahnya itupun, mengusir Suria. Suria pun yang merasa sudah terhina, meninggalkan anaknya itu. Ia merantau ke Jakarta, dan akhirnya ia kembali pulang ke rumah orang tuanya di desa Rajapolah. Disana ia tinggal bersama Mak Iyah, ibunya. Tetapi, setelah beberapa hari ia tinggal. Ia pergi dan tak kembali lagi. Ia pergi entah kemana.

KUIS 6 DAFTAR PUSTAKA
NAMA:MUHAMMAD EGI SYAIFULLAHKELAS:X IPS 1

1.Daftar pustaka:
  A.sumber buku:  Sachri,agus.2007.Seni Rupa Dan Desain SMA X.Bandung:Erlangga.
  B.sumber koran:
    Suriana,N.17 Agustus.Pendidikan Seharusnya Membebaskan.Jaya Pos,halaman 2.
C.sumber  internet:
   Mariana,D.2005.Peningkatan alokasi APBD.http;//www.pikiran-rakyat.com
D.sumber jurnal:
 Ridjanovic,midhat.July 2013t,”Naive Translation Equivalent”.Traslation joural .Volume  17,No 3,http://translationjournal.net/journal/65naive.htm,10 july 2013.
2.Catatan kaki:
  A.sumber buku:
Budi Martono,Penyusutan dan pengaman arsip vital dalam manajemen kearsipan(jakarta:Pustaka sinar harapan,1994).hlm.16.
  B.sumber jurnal :
 Gemala Rabiah ,”Rekam Medis Dan Kesehatan Dalam Kedudukannya Sebagai Penunjang Kesehatan Nasional”,dalam Berita Arsip Nasional,No.26,Juni 1988(jakarta:ANRI,1988).hlm.8.
  C.sumber koran:
 Anton.”Polwan Semakin Efektif dalam Penegakan Hukun”.Surabaya.Sinar Harapan.1september2007,hal.7.
3.kutipan langsung:
1.“Java memisahkan komponen untuk menampilkan keluaran dengan komponen untuk melakukan format keluaran. Keuntungan pemisahan antara lain format keluaran benar-benar sangat kaya melebihi yang dapat diperoleh di C++” (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 78)

4.Kutipan tidak langsung:
Polymorphism, yang berarti mempunyai banyak bentuk, merupakan konsep pokok di dalam perancangan berorientasi objek. Dua objek atau lebih dikatakan polymorphic jika mempunyai antarmuka-antarmuka yang identik namun mempunyai perilaku-perilaku berbeda. (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 357)

KUIS 7 HIKAYATNAMA:MUHAMMAD EGI SYAIFULLAHKELAS:X IPS 1


Sinopsis: Dahulu kala ada seorang raja yang memiliki 10 orang puteri yang diberi nama Puteri Jambon, Puteri Jingga, Puteri Nila, Puteri Hijau, Puteri Ungu, Puteri Kelabu, Puteri Biru, Puteri Oranye, Puteri Merah Merona dan Puteri Kuning.Istri raja meninggal dunia setelah melahirkan Puteri Kuning. Ke-9 puteri sangat manja dan nakal, berbeda dengan si bungsu Puteri Kuning yang ramah dan baik hati.Suatu hari raja hendak pergi jauh. Ke-9 puterinya meminta oleh-oleh yang mewah, namun Puteri Kuning hanya memint ayahnya kembali dengan selamat.Ketika sang raja pulang, ia memberi Puteri Kuning sebuah kalung batu hijau. Puteri Hijau merasa cemburu, ia bersama saudaranya yang lain memukul kepala Puteri Kuning hingga ia meninggal. Tanpa sepengetahuan orang-orang istana, ke-9 puteri mengubur Puteri Kuning.Mengetahui puteri bungsunya hilang, sang raja mencarinya, namun pencariannya tak membuahkan hasil.Suatu hari tumbuhlah sebuah tanaman di atas kubur Puteri Kuning.Karena tanaman tersebut nampak seperti Puteri Kuning, maka sang raja menamainya Puteri Kemuning.
 Unsur intristik :
Alur/plot: Alur Maju.Bukti: karna dalam cerita ini tidak menceritakan tentang masa lalu.
Tema: Kekeluargaan, Kerajaan dan Kasih sayang tulus seorang anak kepada ayahnya.
Latar/setting   :
1.    Latar tempat :Kerajaan (bukti: hikayat ini mengisahkan tentang kerajaan jaman dahulu.)
Taman (bukti : tanpa ragu, putri kuning mengambil sapu dan mulai membersihkan taman itu.)
Danau (bukti : ketika sang raja tiba di istana kesembilan putrinya masih bermain di danau.)
Teras istana (bukti : sementara putri kuning sedang merangkai bunga di teras istana.)
2.    Latar waktu : Pada zaman dahulu kala
3.    Latar suasana : Sedih (bukti: berhari-hari, berminggu- minggu, berbulan-bulan, tak ada yang berhasil menemukan Putri Kemuning. Raja sangat sedih. "Aku ini ayah yang buruk," katanya.)
Tokoh:
1.      Protagonis          : Raja dan Putri Kuning
2.      Antagonis           : Putri Jingga, Putri Nila, Putri Hijau, Putri Kelabu, Putri Oranye, Putri Merah Merona, Putri Kuning dan 2 putri lainnya.
Karaker tokoh-tokoh
1.      Raja:Bijaksana (bukti: sang raja dikenal sebagai raja yang bijaksana)
Penyayang (bukti: sang raja sangat menyayangi anak-anaknya)
2.      Putri kuning :
Baik hati (bukti: karna para inang sibuk untuk menuruti permintaan kakak-kakaknya, taman menjadi tidak ada yang membersihkan. Tapi dengan senang hati putri kuning mau membantu membersihkan taman.)
Penyabar (bukti: “Hai pelayan! Masih ada kotoran nih!” ujar seorang yang lain sambil melemparkan sampah. Taman istana yang sudah rapi, kembali acak-acakan. Putri kuning diam saja dan menyapu sampah sampah itu.)
Ramah (bukti: Sebaliknya ia selalu riang dan tersenyum ramah kepada siapa pun.)
3.      Puteri Hijau         : Jahat,  mudah iri (bukti: Puteri Hijau melihat Puteri Kuning memakai kalung barunya. "Wahai adikku, bagus benar kalungmu! Seharusnya kalung itu menjadi milikku, karena aku adalah Puteri Hijau!" katanya dengan perasaan iri)
4.      Kakak-kakak putri kuning : Nakal, manja, jahat. (bukti: sering membentak inang pengasuh dan menyuruh pelayan agar menuruti mereka, merampas kalung putri kuning, menangkap dan memukul kepala putri kuning sampai putri kuning meninggal dan menguburnya tanpa memberitahu ayahnya (raja).
Sudut Pandang            : Orang Pertama dan orang ketiga.
Amanat :
-Berlaku baiklah kepada sesama saudara kita
-Berfikirlah terlebih dahulu ketika kita akan bertindak

KUIS 8 UNGKAPANNAMA:MUHAMMAD EGI SYAIFULLAHKELAS:X IPS 1
A. Sijago merah telah melalap sebuah rumah mewah.
   Si jago merah:Api kebakaran

B. Karena ucapan orang itu,ronaldo naik pitam.
   Naik pitam : marah

C.Setelah ditodong pistol oleh polisi ,penjahat itu angakat tangan. Angkat tangan:menyerah


TAMAT

                                                                                                     

Comments

Popular posts from this blog

Marawis

Marawis  adalah salah satu jenis "band tepuk" dengan  perkusi  sebagai  alat musik  utamanya. Musik ini merupakan kolaborasi antara kesenian  Timur Tengah  dan  Betawi , dan memiliki unsur ke agamaan  yang kental. Itu tercermin dari berbagai lirik lagu yang dibawakan yang merupakan pujian dan kecintaan kepada Sang Pencipta. Sejarah Marawis Kesenian marawis berasal dari negara timur tengah terutama dari  Yaman . Nama marawis diambil dari nama salah satu alat musik yang dipergunakan dalam kesenian ini. Secara keseluruhan, musik ini menggunakan  hajir ( gendang  besar) berdiameter 45 Cm dengan tinggi 60-70 Cm, marawis (gendang kecil) berdiameter 20 Cm dengan tinggi 19 Cm,  dumbuk  atau (jimbe) (sejenis gendang yang berbentuk seperti  dandang , memiliki diameter yang berbeda pada kedua sisinya), serta dua potong  kayu  bulat berdiameter sepuluh sentimeter. Kadang kala perkusi dilengkapi dengan  ...

Kelas 12 IPA 1 Kelompok 3 Ujian Praktik Teater 'Usaha Membawa Nikmat' SMAN 41 Thn 2018

Ujian Praktik Teater 'Usaha Membawa Nikmat' SMAN 41 Thn 2018 TIM PRODUKSI: 1.      ADITYA ANASTA   (PELATIH DIMAS, PENATA MUSIK) 2.      ALIF MUZAKKI        (PETINJU, MUSUH DIMAS) 3.      ALFRIDA NS                        (MC, PENATA PANGGUNG) 4.      ANNISA PY              (LIZA, PENATA RIAS) 5.      DIMAS AW              (PETINJU) 6.      M. SOLEH AMAL    (WASIT, PENATA PANGGUNG) 7.      NOVAL TAUHID     (PELATIH ALIF) 8.      SAFIRA DL        ...

Kelas 12 IPS 1 Ujian Praktek Teater "Pembenahan Wisma Atlet" SMAN 41 Thn 2018

Kelas 12 IPS 1 Ujian Praktek Teater "Pembenahan Wisma Atlet" SMAN 41 Thn 2018 Ujian Praktek SMAN 41 Jakarta Bahasa Indonesia Tahun Ajaran 2017 / 2018 "Pembenahan Wisma Atlet" Oleh Kelompok 3 1.Dicky Andika Nugraha : Wakil Presiden 2. Dwiki Agung Priambodo : Menteri PUPR 3. Desita Dwi Suciyani : Dirjen PUPR dan Direktur Persero 4. Salsabila Mutiara Puspa : Kontraktor PT. Persero 1 5. Friska Steviana : Kontraktor PT. Persero 2 6. Gustiana Putri Maharani : Atlet Volly 7. Nur Ismi Novyanti : Atlet Timnas Volly Indonesia 8. Ega Lusyana : Reporter 9. Syifaus Sakinah : Kameramen Guru Penilai : Muhammad Jarkasih, S.Pd., M.Par. Siwi Marwati, S.Pd. Dra. Nova Linda, M.Pd. Adegan 1 Setelah mendapatkan kabar bahwa Indonsia menjadi salah satu kandidat sebagai Tuan Rumah Asian Games 2018. Pada tanggal 25 Juli 2014, OCA menunjuk Jakarta sebagai Tuan Rumah Asian Games XVIII dengan Palembang. Oleh sebab ...